Pria Musim Dingin

Pria Musim Dingin
#102 Summer & intan


__ADS_3

Nathan berada di atas panggung, ia sedang melakukan konser gratis untuk para fans nya.


"Aku akan menyanyikan lagu baru untuk kalian ... lagu yang di tulis oleh orang spesial, sepupuku. Winter Louis De Willson ... pria yang kuat, pria yang paling baik di keluarga kami. Dia baru saja kehilangan istrinya, perempuan yang juga salah satu fans ku. Aku bekerja sangat keras untuk mengatur nada dari lagu yang dia tulis. Kita dengarkan sama-sama, lagu dari sepupuku ini, oke ..."


Hari itu ketika Psikolog menyuruh Winter menulis kalimat-kalimat yang indah untuk mendiang istrinya, kalimat itu berubah menjadi sebuah lagu yang kini di nyanyikan Nathan.


Winter duduk di ranjang Rumah Sakit dengan wajah pucat dan selang infus terpasang di tangannya. Ia menonton konser Nathan di tv yang membawakan lagu hasil ciptaannya. Nathan pun mulai bernyanyi lagu yang berjudul 'Kemarin.'


Kemarin engkau masih ada di sini


Bersamaku menikmati rasa ini


Berharap semua takkan pernah berakhir


Bersamamu ...


Bersamamu ...


Kemarin dunia terlihat sangat indah


Dan denganmu merasakan ini semua


Melewati hitam-putih hidup ini


Bersamamu ...


Bersamamu ...


Kini sendiri di sini


Mencarimu tak tahu di mana


Semoga tenang kau di sana

__ADS_1


Selamanya ...


Aku ... selalu mengingatmu


Doakanmu setiap malamku


Semoga tenang kau di sana


Selamanya ...


Oh-wo-oh ...


Kini sendiri di sini


Mencarimu tak tahu di mana


S'moga tenang kau di sana


Selamanya ...


Doakanmu setiap malamku


S'moga tenang kau di sana


Selamanya, oh-wo-wo-oh


Selama lagu itu di nyanyikan, bayang-bayang wajah istrinya seakan hadir di depan matanya. Kenangan-kenangan itu muncul karena lagu yang di nyanyikan Nathan.


Yura yang mencium hidungnya saat hendak ke pesta De Willson yang di selenggarakan di hotel. Yura yang selalu berlari antusias ketika Winter pulang kerja, Winter yang mencium pipi Yura saat di pesta, Yura yang selalu tidur di pelukannya dan masih banyak lagi.


"Kita tidak jadi punya anak Yura ..." lirih Winter.


"Aku benar-benar masih berharap ada keajaiban kau hidup kembali atau kematianmu itu hanya mimpi. Aku selalu ingin tidur dan berharap ketika membuka mata kau ada di samping ku ..."

__ADS_1


"Aku merindukanmu ..."


*


Satu bulan kemudian, Summer menikah dengan Intan. Winter datang ke tempat pesta dengan duduk di kursi roda dan di dorong oleh sang Ayah, Maxime.


Semua sorot mata tertuju ke arah pria itu. Tatapan menyedihkan dari mereka melihat Winter yang kini kurus dan berantakan.


Winter naik ke atas altar di bantu yang lain. Summer menghampiri kembarannya, berjongkok dengan memegang tangan kembaran nya.


"Terimakasih sudah datang ..." Summer tersenyum yang di balas senyuman tipis dari Winter.


"Semoga cepat punya anak," ucap Winter dengan suara lemah.


"Aku ingin melihatmu jadi pria musim dingin yang berwibawa lagi, baru aku akan punya anak," sahut Summer dengan terkekeh pelan.


Winter tidak menjawab selain menunduk. Summer pun berdiri dan giliran Intan yang mengucapkan terimakasih kepada Winter.


"Semoga kalian bahagia." Doa Winter yang tulus untuk mereka.


"Sekali lagi, terimakasih Winter ..."


Winter mengangguk.


Maxime mendorong kembali putranya masuk ke kamar yang ada di hotel karena Winter tidak mau bergabung dengan yang lain. Biarkan dirinya sendiri agar tidak mengacaukan pernikahan Summer, takut Winter kembali histeris jika ingat pernikahan dirinya dengan Yura dulu.


Guci abu Yura selalu di bawa kemana-mana. Termasuk ke hotel tempat acara Summer dan Intan. Setelah Maxime meninggalkan Winter sendirian yang duduk di ranjang, Winter meraih guci istrinya di meja samping ranjang. Menatapnya dengan penuh kerinduan.


Ia tersenyum. "Apa kabar Yura? sedang apa? kau bisa melihatku dari atas sana tidak? besok aku ke gereja ya, aku akan mengirim mu doa yang banyak."


Jika orang lain menjauhi Tuhan-Nya karena sedang terpuruk dan marah atas takdir Tuhan. Lain hal dengan Winter, dia tidak sedikit pun benci dengan Tuhan nya. Winter masih mau ke gereja, pria musim dingin yang terbaik di keluarga De Willson.


#Bersambung

__ADS_1


__ADS_2