Pria Musim Dingin

Pria Musim Dingin
#157 Pernikahan Nathan


__ADS_3

Hari demi hari terlewati, Yura berhasil menemani masa-masa ngidam aneh suaminya. Walaupun ikan cup*ng di mansion terus bertambah setiap harinya.


Entah berapa ratus toples di ruangan khusus penyimpanan ikan tersebut. Sea world yang di inginkan Winter terwujud sudah, di belakang mansion ada akuarium besar dan cantik dengan berbagai macam ikan di dalamnya, ada juga kolam renang yang di isi khusus oleh lumba-lumba.


Usia kandungan Yura menginjak delapan bulan. Mereka sedang bersiap-siap untuk pergi ke pernikahan Nathan.


Di perjalanan Yura terus bercerita bagaimana ia dulu sangat mengidolakan Nathan. Mungkin, seandainya ia belum menikah sekarang, ia juga akan menjadi salah satu fans Nathan yang patah hati karena pernikahan pria itu.


Nathan menikahi perempuan yang lebih muda dari dirinya. Perempuan itu seorang Dokter Obgyn.


"Huh, aku tidak menyangka ... Nathan akhirnya menikah juga. Fans nya pasti banyak yang patah hati, Winter ..."


"Termasuk kau, Yura?" tanya Winter menoleh menatap istrinya.


"Hehe iya sih, sedikit ... walau bagaimanapun dia tetap idolaku."


Winter tersenyum tipis, menggelengkan kepala lalu kembali fokus menyetir.


*

__ADS_1


Anaya menonton acara pernikahan Nathan dan seorang perempuan di tv. Itu cukup mengejutkan untuk Anaya.


Karena beberapa bulan yang lalu, saat Nathan ada konser di korea. Anaya menjadi salah satu fans yang di ajak naik ke atas panggung oleh Nathan membuat sorak ramai dari fans yang lain karena mereka iri.


Anaya pikir tatapan mata Nathan yang teduh kala itu membuat dirinya dan Nathan menjadi dekat. Ternyata tidak, Nathan menatapnya sebagai idola yang seakan berterimakasih kepada fans nya.


Jony yang melihat putrinya melamun sambil menatap tv akhirnya menghampiri Anaya dan duduk di sampinya.


Jony tahu, beberapa bulan yang lalu Anaya terus memperhatikan foto Nathan, menyimpan foto Nathan di ponselnya dan mencari tahu soal aktor terkenal itu.


Jony pikir itu hal wajar karena putrinya mengidolakan sosok Nathan. Tapi sekarang ia sadar, putrinya bukan mengidolakan Nathan melainkan menyukai pria itu.


"Ayo makan ..." ajak Jony.


Anaya menoleh, mengangguk, mematikan tv lalu pergi ke meja makan bersama Ayahnya. Ia tidak mau mengulang kesalahan yang sama seperti dulu, menganggu rumah tangga orang lain.


*


Sesampainya di gedung pernikahan, Winter dan Yura masuk dan langsung menghampiri Nathan dan juga perempuan bernama Mawar, istri Nathan. Mereka memberikan ucapan selamat.

__ADS_1


"Sayang sekali kau masih adek koas, Mawar. Coba saja kalau sudah kerja, kau bisa mengecek kandunganku ..."


"Hehe kalau cek kandungan saja bisa kak. Yang belum berani membantu persalinan, aku masih jadi asisten Dokter senior. Doakan ya semoga aku bisa seperti mereka ..."


"Iya, amin Mawar."


"Bagaimana kabar Grandpa Thomas?" tanya Winter kemudian.


"Cukup baik. Tadi ada di sini, sekarang mungkin pergi ke kamar mandi."


Dalam generasi Javier, mungkin Thomas yang masa tua nya tidak terlalu parah seperti yang lain. Dia masih sehat walaupun sudah tua, hanya sakit pinggang sesekali saja.


Winter mengangguk. "Baguslah ..."


"Kami makan dulu ya," ucap Yura yang di jawab anggukan ramah dari Nathan dan Mawar.


"Ayo Winter ..." Yura menarik tangan suaminya untuk turun dari altar mencari makanan.


Mereka juga bertemu dengan keluarga besar De Willson yang lain. Magma tidak datang di pernikahan Nathan karena mungkin merasa tidak dekat dengan pria itu.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2