Pria Musim Dingin

Pria Musim Dingin
#122 Selamat tinggal Javier


__ADS_3

Javier De Willson S1 (Menikahi mafia kejam)



Dalam puluhan tahun mungkin hari ini menjadi hari yang paling terpuruk untuk keluarga besar De Willson. Karena Javier De Willson meninggal di mansion tepat ketika orang-orang sibuk dengan kegiatan nya, hanya Sky yang saat itu ada di samping suaminya. Dan Milan yang biasanya merawat Javier dan Sky, tepat ketika Javier menghembuskan nafas terakhirnya perempuan itu sedang pergi belanja untuk kebutuhan di mansion.


Javier memang sakit tapi hari itu dia terlihat baik-baik saja. Dia berobat jalan setiap bulan nya.


Sky menelpon Maxime dan Miwa, lalu Maxime dan Miwa menelpon anak-anak mereka.


Maxime dan Summer yang berada di kantor saat meeting penting langsung menghentikan meeting tersebut dan segera pulang ke mansion Maxime.


Winter dan Yura langsung check out dari hotel untuk kembali ke Indonesia. Sayangnya, perjalanan Italy ke Indonesia cukup lama.


Nathan yang sedang syuting, langsung bergegas kabur dari tempat syuting membuat para kru berteriak.


Laura yang sedang pemotretan langsung mengambil tas di kursi dan berlari dengan heels tinggi nya.


"LAURA KEMANA?" teriak salah satu photografer.

__ADS_1


Lalita yang sedang melayani pelanggan untuk viting baju pengantin langsung menutup toko nya dan meminta maaf kepada salah satu pelanggan nya kalau ia harus pulang karena kakeknya meninggal.


Nala yang sedang berada di salah satu penerbit untuk membukukan novel nya juga bergegas masuk ke dalam mobil menuju mansion Maxime.


Ketika Maxime dan Summer membuka pintu kamar, terlihat Sky sedang menangis histeris di tenangkan oleh Milan. Dengan Javier yang sudah tidak bernyawa di atas ranjang.


Maxime mematung di tempat, rasa sesak menjalar di tubuhnya. Summer langsung memegangi Ayahnya.


"Dad ..." gumam Maxime dengan mata berkaca-kaca.


Daddy mau beli gloly.


Aku belajar tembak biar dapat gloly.


Maxime juga ingat bagaimana Ayahnya mengajari dirinya mengajari menembak saat remaja.


Kenangan itu seakan baru terjadi kemarin. Banyak hal yang di lalui bersama sang Ayah. Tapi sekarang, Maxime merasa kosong dan hampa.


Javier adalah perisai keluarga De Willson, pelindung yang hebat, guru yang terbaik untuk Maxime.

__ADS_1


Maxime berjalan perlahan menghampiri ranjang itu. Milan dan Sky menoleh dengan berlinang air mata.


Maxime bersimpuh di lantai dengan memegang tangan Javier, mencium dan menangisi kepergian Ayahnya.


Summer hanya terdiam menunduk melihat Ibu, Nenek dan Ayahnya menangisi kepergian sang kakek.


"Dad ..." teriak Miwa. Perempuan itu langsung berlari, mengitari ranjang dan memeluk Ayahnya dari samping kiri. Ia menangis tersedu-sedu.


Kabar meninggalnya Javier langsung tersebar kemana-mana membuat mansion Maxime kini di penuhi wartawan. Arsen berusaha menghalau para wartawan agar tidak sampai masuk ke mansion, dia yang mengkonfirmasi kematian Javier.


Mobil Keenan and the geng baru sampai di mansion Maxime. Mereka segera keluar, menerobos kerumunan wartawan dan masuk ke mansion.


Begitupula dengan mobil Nathan, Nala, Laura dan Lalita.


Wartawan berusaha mewawancarai Laura dan Nathan sebagai model dan aktor terkenal, bod*hnya para wartawan hanya ingin menanyakan perasaan mereka sekarang, yang sudah pasti Nathan dan Laura sangat sedih dengan kepergian Kakeknya.


Arsen dan para anak buah De Willson berusaha membantu Laura dan Nathan yang terjebak di dalam kerumunan wartawan. Mereka sampai berdesak-desakan.


Terakhir yang terlihat adalah mobil Daniel dan Tessa yang baru sampai dengan pakaian hitam dan kacamata mereka juga menerobos kerumunan wartawan untuk masuk ke mansion.

__ADS_1


Di pesawat Winter hanya melamun dengan kabar meninggalnya sang kakek. Yura mengelus tangan Winter untuk memberi kekuatan kepada suaminya.


Bersambung


__ADS_2