
"Tuan, maaf saya tidak bisa datang ke mansion untuk mengajarimu memasak karena ada kelas memasak hari ini. Kalau Tuan mau, bisa bergabung dengan yang lain ..."
Winter mengantungi kembali ponselnya setelah membaca pesan dari Chef Jony yang tidak bisa mengajari dirinya memasak di mansion.
Mobil melaju keluar dari halaman perusahaan De Willson group. Tapi Winter tidak pulang, dia memutuskan untuk ikut kelas memasak dengan Chef Jony di tempatnya.
Perjalanan hanya setengah jam dari perusahaan. Ia memarkirkan mobilnya lalu masuk ke tempat kelas memasak itu.
"Tuan ..." Chef Jony berjalan menyambut Winter dengan ramah.
"Mari ..." Winter mengikuti Chef Jony setelah berjabat tangan.
"Ini tempat untuk kelas memasak hari ini Tuan."
Winter mengedarkan pandangannya, melihat beberapa pantry yang ada di tempat tersebut.
Beberapa orang yang ikut kelas memasak hari ini terpukau dengan kedatangan Winter. Mereka tahu pemimpin De Willson group tersebut, kelas hari ini bukan hanya laki-laki saja, tapi juga banyak perempuan.
"Dad ..." seorang perempuan berjalan menghampiri Chef Jony. Dia Anaya, anak pertama Chef Jony yang juga seorang Chef hebat.
"Tuan ... Kenalkan, ini putri saya. Anaya ..."
Anaya mengulurkan tangannya dengan tersenyum ramah, Winter hanya menatap tangan Anaya sejenak lalu berjalan ke pantri paling depan agar lebih dekat dengan Chef Jony ketika belajar memasak nanti.
__ADS_1
Anaya menoleh ke arah Ayahnya.
"Sudah, Tuan Winter memang seperti itu. Ayo ... kita harus mulai kelas hari ini."
Anaya berdecak lalu mengikuti Ayahnya maju ke depan.
"Oke ... sudah siap?" tanya Chef Jony.
"Sudah," ucap mereka serempak kecuali Winter yang sedari tadi hanya memainkan paprika.
"Menu hari ini sangat sederhana. Kita akan membuat sup Gazpacho. Pertama-tama kalian harus memotong semua bahan-bahan yang ada di depan kalian ..."
Mereka semua pun mengambil bahan-bahan tersebut, mengupas dan memotongnya. Anaya menatap satu persatu orang-orang yang ikut belajar memasak hari ini.
"Timun nya di kupas dulu ya."
Winter mengambil timun yang baru dan mengupasnya. Anaya membantu Winter membuang Timun yang sudah di potong tapi tidak di kupas tadi.
"Tipis-tipis saja potongnya ya," ucap Anaya dengan tersenyum ramah.
Winter tidak menjawab bahkan tidak menganggukan kepala. Ia hanya diam sambil mengupas timun.
Selama pembelajaran memasak berlangsung. Anaya terus membantu Winter, walaupun pria itu hanya diam tanpa menatap sedikitpun ke arah Anaya.
__ADS_1
"Sudah, blender semua ..." titah Anaya. "Tambahkan cuka, garam dan minyak zaitun."
Tanpa Anaya memberitahu pun Winter sudah mendengar perintah itu dari Chef Jony. Tapi tidak tahu kenapa, Anaya dari tadi malah diam di dekat pantry Winter.
"Coba dulu ..." Anaya mengambil sendok dan mencoba sup di blender itu lalu ia mengangguk-nganggukan kepala.
"Eumm ... ini enak, garam dan cuka nya pas. Tidak terlalu banyak ..."
"Bagaimana?" tanya Chef Jony.
"Winter berhasil, Dad."
"Benarkah?" Chef Jony menatap Winter dengan mata berbinar senang. Winter hanya menganggukan kepala pelan.
"Setelah ini kita coba resep yang baru ya ..."
Chef Jony berjalan ke pantry yang lain setelah menilai masakan Winter. Anaya pun membuntuti Ayahnya lalu berbisik.
"Kenapa dia ikut kelas memasak, Dad? bukankah pelayannya cukup banyak?"
"Mungkin dia ingin mandiri. Tidak ada salahnya kan," sahut Chef Jony.
Bersambung
__ADS_1