
Yura makan lahap nasi goreng buatan Winter. Ini bukan karena ngidam tapi memang gadis itu ingin merepotkan suaminya saja, beruntung perutnya bisa menampung makanan dari pagi.
Winter duduk di sisi ranjang dengan tersenyum melihat istrinya makan dengan lahap. Ia senang, masakannya tidak sia-sia.
"Habis ..." Yura memberikan piring kosongnya kepada Winter lalu pria itu memberikan segelas air kepada Yura.
Yura meneguknya setengah dan menyimpan gelas tersebut di meja samping ranjang.
"Aku bosan di kamar terus tau," keluh Yura yang sepulang dari Rumah Sakit suaminya terus meminta Yura diam di kamar.
"Mau kemana? nanti kau kelelahan, Yura ..."
"Aku mau di bawah saja. Nonton tv, bosan di sini." Yura menyibakan selimutnya. Ketika hendak berdiri, Winter memegang tangannya.
"Mau apa?"
"Membantumu berdiri."
Yura berdecak. "Aku ini hamil bukan sakit. Aku bisa berdiri sendiri Winter astaga ..."
Winter tersenyum lalu melepaskan tangannya.Yura pun berjalan keluar dari kamar di buntuti suaminya dari belakang.
Ia menuruni anak tangga, pergi ke dapur untuk membawa semangka membuat Winter menggelengkan kepala. Yura masih saja belum kenyang.
Yura mengambil sendok dan membawa semangka nya ke sofa. Ia menyalakan tv sambil menyendok semangka dan memakannya dengan lahap.
"Ngidam nya belum selesai bumil?" tanya Winter tersenyum lalu duduk di samping Yura.
"Aku belum kenyang, ini makanan penutup tau. Nih aaaa ..." Yura menyuapi semangka untuk suaminya.
__ADS_1
"Oh iya, besok aku mau makan salad pagi-pagi ya."
"Iya, aku besok buatkan ya." Winter menjawab dengan mengacak-ngacak gemas rambut istrinya.
"Ah aku mau salad buatan Kak Magma."
"Memangnya beda?" tanya Winter.
"Beda, kau harus coba salad buatan dia, enak tau ..."
"Aku akan tanya resepnya nanti."
"Tapi besok yang buat tangan Kak Magma saja, soalnya sudah lama aku tidak merepotkan dia kan hehe."
"Dasar ..."
Yura tersenyum dengan terus memakan semangka sambil menonton tv. Sementara Winter hanya diam di samping istrinya sambil memperhatikan gadis itu makan.
"Lusa keluargaku mau menjemput Noah dan Kai, kau mau ikut?"
Yura menoleh. "Mereka pulang?"
Winter mengangguk.
"Mau ... mau, aku mau ikut ya." sahut Yura dengan bersemangat.
"Oke ... nanti kita ikut jemput mereka."
"Noah dan Kai itu mirip siapa? maksudku karakternya, kenapa mereka sampai sekolah asrama?"
__ADS_1
"Dia mirip Mommy, nakal dan suka bolos. Jadi sekolah asrama saja biar terkurung sekalian."
"Mommy Milan pernah boros?" tanya Yura dengan sedikit tidak percaya.
"Langganan malah," sahut Winter dengan enteng membuat Yura tertawa.
"Kau dan Summer pernah bolos?" tanya Yura.
"Summer yang pernah, tapi dia langsung sadar. Besoknya tidak pernah bolos lagi. Mungkin karena Summer masih mempunyai sedikit karakter Daddy. Kalau Noah dan Kai karakter nya Mommy semua ..."
Yura mengangguk-ngangguk. "Oh begitu ... oh iya dulu kau pernah suka dengan perempuan tidak, yang satu kelas denganmu misalnya."
Winter menggeleng. "Tidak."
"Bohong ..." Yura menyipitkan matanya.
"Aku serius ..." Winter mencubit gemas hidung perempuan itu. "Aku hanya sekolah, kuliah lalu mengurus perusahaan setelah itu menikah ..."
"Hidupmu lurus sekali ya, huh tidak seru!" Yura kembali menyendok semangka di paha nya.
"Bagian seru nya setelah menikah denganmu ..."
Yura berhenti mengunyah lalu kembali menatap suaminya. Senyum nya perlahan mengembang menatap iris mata Winter.
Kemudian Winter mengecup bibir istrinya yang masih menampung semangka di mulutnya.
"Aku bukan pria pertama yang kau sukai kan, karena kau dulu lebih suka Nathan."
"Itu beda tau ... Nathan itu hanya idolaku, tapi kalau dulu nikah dengan dia juga tidak apa-apa sih hehe."
__ADS_1
"Hei!" Winter langsung mencubit paha istrinya membuat Yura tertawa.
Bersambung