Pria Musim Dingin

Pria Musim Dingin
#77 Pesta di hotel


__ADS_3

Pagi ini Yura pergi ke mall bersama Winter. Winter mengantar istrinya shopping, ia duduk menunggu Yura yang sesekali datang dengan membawa dua pilihan baju yang berbeda dan menanyakan pendapat Winter dari dua baju tersebut.


"Gaun itu cocok untukmu ..." ucap Winter menunjuk gaun hitam yang panjang dengan belahan di bagian sampingnya. Terlihat sederhana tapi elegan.


"Benarkah?" Yura menatap gaun hitam di tangan kirinya.


Nanti malam perusahaan De Willson mengadakan acara makan malam bersama dengan rekan bisnis mereka di sebuah hotel. Tentu saja dengan Nathan dan Laura yang akan menyumbangkan lagu di acara tersebut.


"Aku coba dulu ya ..." kata Yura dengan tersenyum lalu masuk ke ruang ganti.


Tidak sampai lima menit gadis itu keluar dengan gaun yang di pilih Winter. Winter menarik ujung bibirnya tersenyum ketika Yura memutar tubuhnya di hadapannya.


"Bagaimana?"


Winter beranjak dari duduknya memilih heels yang menurutnya cocok untuk Yura lalu berjongkok dan memakaikan heels tersebut untuk istrinya.


Setelah selesai ia kembali berdiri. "Cantik ..." ucapnya tepat di hadapan wajah Yura.


Senyum Yura merekah sempurna. "Terimakasih ..."


Selesai berbelanja kebutuhan untuk di pesta makan malam nanti, mereka pergi membeli beberapa bahan makanan untuk di mansion.


Mereka yang sama-sama tidak bisa memasak, sedikit demi sedikit mau belajar dari internet atau bertanya resep langsung kepada chef di mansion nya.


*


"Cantik ..." ucap Winter mengecup bahu Yura yang terbuka. Gadis itu sedang mematut dirinya di depan cermin dengan gaun yang di beli tadi pagi. Rambutnya di gerai alami, walaupun rambutnya terlihat sedikit tipis tapi tidak mengurangi kecantikan Yura malam ini, ditambah make up natural memoles wajahnya.


Yura berbalik dan membenarkan dasi pria itu dengan tersenyum. Karena Winter yang menjadi pemimpin perusahaan tentulah dia dan Yura yang akan menjadi sorotan orang-orang malam ini.


"Kau terlihat tampan ..." ucap Yura.


Winter menarik ujung bibirnya tersenyum kemudian menggenggam tangan istrinya keluar dari kamar.


Di mobil Yura pun bertanya kepada Winter yang sedang memakai seatbealt. "Menurutmu, apa aku tidak terlalu sexy?"


Winter menoleh kemudian mendekatkan wajahnya dan mengecup bibir Yura. "Tidak ..."

__ADS_1


Yura tersenyum dan mengecup hidung Winter membuat satu alis pria itu terangkat naik dengan ujung bibir yang tersenyum.


Ketika Winter hendak menc*um bibir gadis itu lagi Yura mendorongnya. "Kita akan terlambat ..."


Winter terkekeh pelan lalu kembali ke tempat duduknya. Menyalakan mesin dan mobil pun keluar dari halaman mansion.


*


Sesampainya di depan hotel, mereka keluar dari mobil. Yura menggandeng tangan suaminya berjalan masuk ke ruang acara.


Di sebuah ruangan, Nathan sudah menyumbangkan lagu dengan orang-orang yang berbincang seraya memegang segelas minuman di tangannya, Maxime dan Milan menyapa beberapa rekan bisnis mereka, mengobrol dan tertawa.


Benjamin, Bayuni dan Magma sedang menunggu kedatangan Winter dan Yura dengan Magma yang sedang mengetik pesan untuk Lail.


Pulang dari sini siapkan perempuan untukku ...


Sementara Summer selalu berdua dengan Julian. Satu tangan Julian memegang segelas minuman dan tangan yang lain sibuk dengan makanan.


"Mereka belum datang ya bos," ucap Julian seraya mengunyah makanan di mulutnya.


Summer berdecak. "Berhenti makan, jangan membuatku malu!"


Summer menggelengkan kepala dengan jawaban Julian.


Kemudian pintu ruangan di buka oleh dua pria, semua orang sontak mengalihkan pandangan mereka ke pintu tersebut. Sorot lampu mulai fokus ke satu titik, yaitu Winter dan Yura.


Mereka berjalan dengan elegan membuat mata orang-orang berbinar terpesona. Summer dan Julian ternganga dengan penampilan Yura yang sangat berbeda, gaun hitam dengan potongan leher yang lebar dan panjang yang menjuntai sampai mata kaki itu sangat cocok di tubuh Yura. Apalagi bagian sampingnya terbelah hingga ke atas sehingga ketika Yura melangkahkan kaki jenjangnya, paha mulusnya terpampang sexy.


Magma menggelengkan kepala melihat penampilan adiknya. Walaupun suka dengan jal*ng bayaran tapi melihat penampilan Yura seperti itu Magma sedikit tidak suka. Walaupun Yura terlihat sangat cocok bersanding menjadi istri pemimpin perusahaan.


"Bos, parah sekali kakakmu. Aku pikir dia tidak akan mengubah penampilan Yura. Tapi ternyata ..." Julian menggelengkan kepala. "Dia semakin cantik ya Bos."


Winter dan Yura bergabung dengan Maxime dan Milan yang sedang berbincang dengan rekan bisnisnya.


Mereka berkenalan dengan Yura dan berbicara sangat ramah kepada gadis itu.


Yura mengedarkan pandangannya mencari Benjamin dan Bayuni. Sampai ketika ia melihat kedua orang tuanya, Yura melambaikan tangan dengan tersenyum.

__ADS_1


Bayuni pun tersenyum haru melihat sikap Yura yang kembali berubah seperti biasanya. Tapi ketika melihat Magma, Yura justru menjulurkan lidahnya membuat mata Magma seketika melebar.


"Terimakasih, nikmati acaranya ..." ucap Winter seraya berjabat tangan dengan rekan bisnisnya.


"Dad, aku ajak Yura makan dulu," kata Winter kepada Maxime. Maxime mengangguk.


Winter pun mengenggam tangan istrinya membawa ke meja bundar yang penuh dengan aneka ragam makanan.


Yura mengambil segelas minuman dan memberikannya kepada Winter, sementara dirinya mengambil cake coklat di meja. Yura menonton Nathan yang sedang bernyanyi seraya memakan cake di tangannya dan Winter menatap wajah Yura dengan penuh kekaguman. Istrinya sangat cantik, Winter bangga akan hal itu.


"Winter ..." panggil Yura membalikkan badannya ke belakang.


"Hm?" Winter merunduk mendekatkan telinganya ke bibir Yura. Entah lelucon apa yang Yura katakan, tapi hal itu membuat keduanya tertawa.


Para tamu dan camera meyorot mereka yang terlihat tampak enjoy di pesta.


"Lihat, mereka lucu sekali." Milan menyikut suaminya menunjuk Winter dan Yura dengan dagunya, mereka berbicara saling berbisik dan tertawa membuat Milan gemas apalagi Winter yang dulu sangat berbeda dengan yang sekarang. Mudah tersenyum dan tertawa.


"Hei kau kemari ..." panggil Julian kepada salah satu pelayan.


"Iya, Tuan?"


"Tolong dong AC nya di tambah lagi, masih panas nih!" kata Julian seraya ekor mata menatap Summer yang terlihat terpaku dengan Winter dan Yura.


Winter terlihat m*ncium pipi gadis itu membuat wajah Yura merah merona seketika dan tepat ketika pria itu m*ncium istrinya satu jepretan kamera berhasil memotret mereka. Besok pasti akan muncul artikel keromantisan Winter dan Yura.


"Kenapa kau menciumku di sini!!"


Winter tidak menjawab, ia hanya mengembangkan senyum di wajahnya.


"Winter kau ..." Yura memukul pelan dada pria itu lalu memalingkan wajahnya dan seketika pandangannya berhenti di mata Summer yang juga sedang menatapnya.


"Summer ..." gumam Yura membuat senyuman di wajah Winter pudar seketika mendengar istrinya menyebut nama Summer.


Pandangan mereka saling terkunci sampai akhirnya Winter menggenggam tangan gadis itu dan membawanya pergi menjauh dari tempat berdirinya Summer.


Winter tidak akan melakukan itu kalau ingatan Yura belum kembali. Tapi sekarang, ada perasaan takut yang menjalar di tubuhnya ketika ada Summer di dekat istrinya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2