
Winter merawat Reagan dengan baik, Milan hendak membantu Winter merawat putra nya itu tapi Winter menolak, dia belajar sendiri dari internet bagaimana cara memakaikan baju bayi, memandikan bayi, mengganti popok sampai cara menggendong yang nyaman untuk bayi.
Pria musim dingin itu berubah menjadi hot Daddy. Semenjak adanya Reagan ia seakan mempunyai warna baru di hidupnya, Winter kembali menjalani pola hidup sehat.
Dengan makan makanan bergizi dan kembali olahraga untuk membentuk otot-otot tubuhnya yang sempat hilang.
Tak jarang Reagan di bawa ke ruang gym menemani dirinya berolahraga. Reagan sudah berusia delapan bulan, suka sekali berteriak, melempar mainan kecil di dekatnya.
"Da ... Da ... Da ..." teriak Reagan melihat Daddy nya sedang berolahraga.
Winter yang sedang push up tersenyum. Ia berdiri dan menggendong Reagan. "Apa hm?" Pria itu mengecup gemas pipi gembul Reagan.
"Daddy sedang olahraga, jangan ganggu dulu oke." Winter mengangkat tubuh Reagan seperti hendak terbang membuat bayi itu tertawa senang. Lalu Winter menciumi perut Reagan membuat bayi itu semakin tertawa kencang.
Winter ikut tertawa. Lalu menidurkan Reagen di karpet dan ia pun push up kembali dengan Reagan di bawah tubuhnya, setiap gerakan turun Winter akan mencium pipi bayi itu.
"Da ... Da ... Da ..."
Selesai olahraga pria itu membuat makanan untuk Reagan, Mpasi resep dari Dokter. Bayi itu duduk di kursi bayi dengan memainkan sendok.
"Tunggu sebentar oke."
Reagan pun menangis karena tidak sabar dengan makanannya.
"Oke ... sabar dulu bos. Makananmu sebentar lagi selesai."
Setelah makanan untuk Reagan jadi, ia menggendong bayi itu ke sofa. Lalu menyuapi Reagan dengan lembut dan sesekali tertawa ketika mulut kecil bayi itu belepotan.
Winter bahkan sering membawa Reagan ke kantor. Bekerja sambil menggendong Reagan, terkadang ketika ada meeting penting pun bayi itu juga ikut. Rekan bisnis nya tidak ada yang protes karena Reagan tidak rewel sama sekali.
Asal di beri mainan bayi itu akan sibuk sendiri dengan mainannya. Winter rajin membawa Reagan imunisasi, mengecek kesehatan bayi itu setiap bulan dengan Dokter pribadi.
Reagan tidak tidur di box bayi, dia tidur bersama Winter di pelukan pria itu.
Seperti malam ini, Winter menepuk-nepuk bok*ng Reagan agar tertidur pulas di pelukannya. Sekecil apapun tangis Reagan, Winter pasti akan mendengarnya dan akan bangun. Seakan ia sudah dapat feeling yang kuat terhadap putranya itu.
Mengganti popok tengah malam sudah hal biasa untuk Winter. Guci berisi abu milik istrinya tersimpan baik di samping ranjang.
__ADS_1
Terkadang Winter tersenyum rindu ketika melihat guci itu.
"Kita punya anak sekarang Yura ..." lirihnya.
"Lihat, pipinya gembul sekali. Aku berhasil menjadi Ayah."
*
Reagan kini berusia dua tahun lima bulan. Sudah bisa bicara, sudah bisa lari-lari membuat Winter terkadang stress sendiri ketika memandikan anak itu dan kemudian Reagan kabur saat hendak di pakaikan baju.
"Wuahaha ..." Reagan berlari dengan hanya memakai pampers, keluar dari kamar karena tidak mau pakai baju.
"Reagan, pakai dulu bajumu." Winter mengejar anak itu.
"Noooo Daddy."
Winter mempercepat langkah kakinya lalu menggendong tubuh Reagan setelah berhasil menangkapnya. Reagan tertawa dan Winter menciumi gemas pipi anak itu.
"Nakal ya hm."
Winter menurunkan Reagen di kamar. Anak itu tersenyum sambil menggaruk perut buncitnya. Kemudian menoleh ke arah meja melihat guci Yura.
Winter tersenyum. "Yura sedang bobo."
"Yula bobo, Dad ..."
Winter mengangguk lalu memasukan baju ke kepala Reagan. Setelah selesai memakaikan baju dan celana.
Reagan menghampiri guci tersebut lalu menggosok guci tersebut dengan tangan kecilnya. Ia pernah menonton kartun dimana teko ajaib di gosok dan keluarlah jin yang baik hati.
Reagan berpiki jika guci itu di gosok maka Yura akan keluar.
"Gosok ... gosok ... gosok ... Wuahahah ... gosok ... gosok ... gosok ... Kuwal Yula ..." teriak Reagan.
Winter menggelengkan kepala sambil tertawa melihat itu. Lalu ia menghampiri putranya. "Yura bukan jin."
Reagan berhenti menggosok lalu berbalik menatap Ayahnya.
__ADS_1
"Bukan jin, Dad."
"Bukan. Yura bidadari."
"Bidadali? apa tuh?" tanya Reagan.
"Seperti peri kecil yang cantik yang sering kita tonton."
"Oh ... Yula peli."
Winter mengangguk.
"Yula bobo telus, Dad."
Winter tidak menjawab. Ia hanya tersenyum.
*
Winter sedang sibuk dengan kerjaannya. Reagan terus mengacau dengan berlari mengelilingi kursi dan sesekali memainkan kertas penting di meja.
Winter tidak marah, ia hanya tersenyum dan membujuk Reagan untuk duduk di sampingnya.
Cukup lama Reagan di bujuk sampai akhirnya anak itu duduk di samping Winter. Winter memberikan mobil-mobilan kepada anak itu.
Dengan antusias anak itu mengambilnya dan memainkannya di paha Winter.
"Ngeenggg ... ngeenggg ... tin ... tin ... Wussshhh ..." Mobil itu di terbangkan ke kepala Winter. Keduanya tertawa.
Bersambung
Winter yang sekarang usianya 29 tahun. Jadi hot Daddy jadi penampilannya beda. hehehe. Visual yang sebelumnya pas umurnya 25.
Bab masih banyak. Jangan langsung berpikir ini cerita sad ending ya, banyak kejutan di bab2 selanjutnya 💝
Reagan Louis De Willson.
__ADS_1