Pria Musim Dingin

Pria Musim Dingin
#99 Melarung abu Yura


__ADS_3

Setelah menunggu cukup lama akhirnya dua pria keluar dari ruangan khusus dengan memegang guci berisi abu dari tulang Yura yang sudah di haluskan. Sementara pria satunya lagi membawa wadah kotak berisi abu Yura dari daging, baju dan peti yang sudah terbakar habis.


Winter yang tak kuat berjalan akhirnya duduk di kursi roda di dorong oleh sang Ayah. Pria tersebut memberikan guci itu kepada Winter. Guci berwarna emas dengan tulisan Ayura Aletta lengkap dengan tanggal lahir dan tanggal kematian gadis itu. Sementara kotak berisi abu yang lain di berikan kepada Magma.


Dengan pandangan kosong dan hati yang hancur, pria itu menatap guci di tangannya, mengelusnya dengan lembut.


Dulu, Winter sering mengelus kepala Yura. Tapi sekarang guci itu lah yang akan sering di elus Winter. Guci yang berisi tulang istrinya.


Winter tidak pernah berpikir, semua ini akan terjadi kepada dirinya. Baru saja ia merasakan kebahagiaan, kebahagiaan itu tiba-tiba lenyap begitu saja. Dunia seakan mempermainkan hidupnya, tapi ia tidak bisa marah karena kemarahan tidak bisa mengembalikan istrinya.


*


Winter memutuskan akan melarung abu milik istrinya di Italy. Tepatnya di pantai Blueocean, pantai yang dekat dengan rumah Yura saat kecil, pantai tempat bermain Yura saat kecil dan pantai yang mempunyai banyak kenangan bersama Ibu kandung Yura. Termasuk, pantai tempat pertama kali Summer bertemu dengan Yura.


Winter menepati janji nya kepada istrinya untuk membawa Yura ke Italy dan naik kapal pesiar. Bedanya janji itu terlaksana ketika istrinya sudah tiada.


Sekarang, Winter berdiri di kapal pesiar tanpa menggenggam tangan istrinya melainkan memeluk guci berisi abu istrinya.


Mereka bergiliran melarung abu Yura di lautan.

__ADS_1


Putri cantik Daddy. Daddy menyayangimu ...


Benjamin melarung lebih dulu abu putrinya kemudian diikuti Bayuni.


Datang lah ke mimpi Mommy ya sayang ... Mommy akan lebih banyak tidur agar bisa bermimpi bertemu gadis cantik Mommy ...


Summer pun melarung abu teman kecilnya.


Pertama kali bertemu denganmu di pantai ini. Dan sekarang kita harus berpisah di pantai ini juga ... selamat tinggal Letta ... selamat jalan ...


Sekarang giliran sang kakak, Magma.


Aku tidak tahu harus mencarimu kemana, anak nakal. Aku menyayangimu ...


Sampai akhirnya giliran Winter yang melarung abu istrinya dengan satu tangan memeluk guci Yura.


Aku bersyukur menjadi suamimu walaupun hanya sebentar sayang ...


*

__ADS_1


Setelah larung abu selesai, mereka semua masuk ke dalam kapal membiarkan Winter sendirian di luar duduk memeluk guci istrinya.


Kapal pesiar masih melaju entah membawa mereka kemana. Yang jelas kapal itu hanya jalan-jalan tanpa arah tujuan di lautan.


"Lihat, ada kawanan lumba-lumba sedang bermain, Yura ..." ucap Winter dengan tatapan sendu mengelus guci di pelukannya.


Banyak kawanan lumba-lumba yang sedang bermain membuat Winter tersenyum getir karena tidak bisa melihat itu dengan istrinya.


Ia berbicara lemah kepada guci di pelukannya sambil terus mengelus guci tersebut. "Kita sudah sampai di Italy. Sudah naik kapal pesiar, kau bahagia tidak?"


Satu hal yang Winter rasakan, angin yang menerpa wajahnya seakan memberikan kehampaan dalam hidup Winter. Setelah ini Winter akan merasakan kesepian yang sangat dalam akibat ditinggalkan Yura.


Keluarga besar De Willson menatap sendu dari dalam kapal melihat pria itu duduk di luar sendirian dengan memeluk abu istrinya. Apalagi Milan yang terus menangis di pelukan Summer.


Maxime bahkan sudah menyiapkan psikolog dan psikiater untuk menangani psikis/mental Winter yang pasti terganggu.


Winter bahkan hanya melamun menatap lautan dengan tatapan kosong sambil membatin di dalam hatinya.


Yura ... walaupun akhir yang bahagia tidak pernah menjadi milik kita. Aku akan tetap berterimakasih, sebab pernah mencintaimu adalah hal terbaik yang pernah aku rasakan. Kau tidak pernah ada dalam rencana hidupku, kalau bukan karena perjodohan itu, aku tidak mungkin mengenal perempuan secantik dan sebaik dirimu ... cintamu akan aman dan tenang di hatiku Yura ... tunggu aku, aku akan segera menyusulmu dan kita akan kembali bersama seperti dulu.

__ADS_1


Setelah cukup lama di lautan mereka pergi ke apartemen milik Summer dan berkumpul di sana. Winter mengurung diri di kamar, tidak mau berbicara dengan siapapun selain duduk di kursi menatap guci yang ia simpan di meja dengan tatapan penuh kerinduan kepada Yura.


#Bersambung


__ADS_2