
Tengah malam, Yura terbangun ketika ia meraba samping ranjang dan suaminya tidak ada di sisinya.
"Winter ..." panggil Yura seraya mengedarkan pandangannya.
Pintu kamar mandi terlihat sedikit terbuka, itu artinya Winter juga tidak ada di dalam kamar mandi.
Yura menyibakan selimutnya, ia berjalan ke kamar mandi untuk memastikan saja. Ketika Winter tidak ada, ia pun keluar dari kamar.
"Winter ..." Yura celengak-celinguk mencari keberadaan suaminya ketika menuruni anak tangga.
Yura pergi ke dapur dan tidak ada Winter juga di sana. Gadis itu mencoba mengecek kamar tamu dan lagi kamarnya kosong.
Alhasil Yura pergi ke luar ia bertanya kepada satpam di depan.
"Tadi mobilnya keluar, Nyonya. Tidak tau kemana."
"Oh yasudah, makasih ya Pak."
Yura pun kembali berjalan ke mansion, ia duduk di anak tangga yang ada di teras depan untuk menunggu suaminya seraya terus menelpon Winter. Karena dari tadi telpon nya juga tidak di angkat.
"Kemana sih," gerutu Yura seraya kembali mencoba menelpon suaminya.
"Astaga tidak angkat lagi. Tengah malam begini dia pergi kemana!"
Tak lama kemudian terdengar suara klakson mobil. Satpam segera membuka gerbang, Yura pun menoleh ketika mobil Winter masuk ke halaman mansion.
__ADS_1
Mobil berhenti di depan gadis itu. Yura berdiri dari duduknya, Winter keluar dari mobil.
"Kenapa bangun?" tanya Winter menghampiri istrinya.
"Kau kemana tengah malam seperti ini!" Kemudian Yura melihat Winter menenteng kresek hitam.
"Itu apa?" tanya nya.
"Mangga."
"Hah?" Yura langsung menautkan kedua alisnya. "Kau keluar untuk beli mangga saja? kan di kulkas ada."
Winter membuka kreseknya. "Ini mangga muda, Yura. Aku berkeliling mencari ini, di mall tidak ada, adanya yang matang. Aku beli di kedai ujung kota."
Winter mengangguk. "Di pedesaan banyak orang yang punya pohon mangga. Jadi aku beli saja, mansion ku tidak ada pohon mangga. Aku lihat banyak rumah besar yang ada pohon mangga nya tapi aku tidak mau membeli dari mereka. Orang kaya sering tidak ramah ..."
Yura hanya tercengang, Winter berbicara panjang lebar hanya untuk membahas dirinya mencari mangga muda tengah malam. Itu aneh.
"Winter kau ---"
"Ayo ..." Pria itu langsung menarik istrinya masuk.
*
Di meja makan, Yura hanya menopang dagu nya dengan satu tangan melihat suaminya makan mangga muda tengah malam. Yura menelan Saliva nya beberapa kali, dia tadi coba sedikit dan rasanya sangat asam.
__ADS_1
Tapi Winter makan lahap seakan rasa asam nya itu hilang.
"Winter jangan kebanyakan nanti sakit perut. Itu asam sekali!'
"Aku memang ingin yang asam, Yura." Winter kembali memakan potongan mangga di piring.
Setelah selesai, pria itu kembali mengeluh. "Aku ingin lihat lumba-lumba."
"Hah?" mata Yura membulat sempurna.
"Winter ---"
"Ayo kita pergi ke sea world yang ada di wahana bermain--"
"Sudah tutup, Winter!" potong Yura dengan menghela nafas kasar. Karena ini sudah malam, tidak ada tempat liburan yang buka.
"Aku bisa menyewa nya sampai pagi Yura. Aku juga bisa membeli tempat liburan itu!"
"Besok saja, Winter ..."
"Sekarang saja, aku ingin melihat lumba-lumba." Winter menarik tangan istrinya setengah menyeret langkah Yura karena gadis itu enggan pergi.
Yura benar-benar heran dengan sikap Winter. Pria itu tidak pernah seperti ini sebelumnya.
Bersambung
__ADS_1