
Summer duduk di ranjang, menyenderkan tubuhnya di kepala ranjang dengan memandangi sebuah foto. Foto dirinya saat kecil bersama Letta di pantai.
Ia tersenyum getir, rasa rindu itu seakan tidak ada habisnya masuk ke ingatan Summer.
Julian masuk membawa makanan dan menyimpannya di meja.
"Makan dulu bos."
Tidak ada jawaban. Summer masih fokus dengan foto di tangannya.
"Bos, makan bos."
Sekali lagi, tidak ada jawaban. Julian menghela nafas kasar melihat foto di tangan Bos nya. Selalu foto Letta yang di pandangi Summer.
"Bos, perempuan yang seperti Ayu ting-ting lebih menggoda bos ..."
"Bos ..." panggilnya yang kesekian kali.
Summer pun mendelik. "Bisa diam tidak!"
Julian melakukan gerakan mengunci mulut lalu keluar dari kamar dengan menggelengkan kepala.
"Bisi kiliar tidik," ledek Julian dengan muka menyemenye. "Giliran sakit, aku juga kan yang di cari huh!"
Pintu kamar pun tertutup, Summer berdecak dengan kepergian Julian. Ia juga mendengar jelas tadi Julian meledeknya.
*
Summer keluar dari kamar dengan pakaian kasualnya, Julian yang duduk di sofa sambil menggosok sepatunya yang terlihat kotor pun bertanya.
"Mau kemana bos?"
"Keluar!" sahut Summer tanpa menoleh ke arah Julian.
Julian menggeleng. "Parah kalau si bos mau bertemu Yura lagi ..."
__ADS_1
Summer menyalakan mesin mobilnya di garasi apartemen. Mobil baru melaju tapi dari arah berlawanan ada mobil yang menghalangi jalannya mobil Summer.
Kedua mobil itu berhenti, Summer berdecak lalu keluar dari mobil dengan kesal.
Dan mobil di depannya keluar tiga orang pria dengan memakai pakaian serba hitam, masker dan topi.
Summer menatap dengan geram mereka satu persatu.
Salah satu dari mereka menghampiri Summer. Hendak memukulnya tapi Summer segera menepisnya, satu pria yang lain berhasil menendang perut Summer sampai pria itu mundur beberapa langkah.
Satu pria di dalam mobil menarik ujung bibirnya tersenyum melihat itu.
"Siapa kalian?!"
"Kami butuh sesuatu di dalam dompetmu, berikan kepada kami maka kau boleh pergi!"
"Apa maksud kalian? Butuh uang hah?" tanya Summer dengan senyum meledek.
Tiga pria itu saling menoleh kemudian menyerang Summer. Mereka bertengkar di garasi, satu lawan tiga orang.
Satu pria hanya menyaksikan di dalam mobil dengan tersenyum sinis.
Dan lagi, Summer tidak memakai jam tangan yang di miliki keluarga De Willson ketika hal darurat terjadi. Juga tidak banyak anak buah Yakuza yang selalu menjaga Summer karena Summer bukan mafia seperti sang Ayah.
Satu pria menahan tangan Summer di belakang tubuhnya, kaki Summer meronta-ronta untuk menendang satu pria yang lain yang hendak mendekatinya, tapi perutnya di tendang membuat Summer terbatuk dan pria itu segera mengambil dompet Summer.
Dompet itu di buka, pria itu mengambil foto masa kecil Summer dengan Letta.
"Jangan ambil itu ..." lirih Summer.
Foto itu adalah foto berharga untuknya, satu-satunya bukti yang ia punya untuk di tunjukan kepada Yura.
Dompet Summer di lempar setelah pria tersebut berhasil mengambil foto itu.
Summer di dorong keras dan terjatuh, tiga pria itu dengan cepat masuk ke mobil. Summer berdiri dan berlari tergopoh-gopoh mengejar mobil tersebut yang mundur dan putar balik pergi dari garasi.
__ADS_1
"BERHENTI ..." teriak Summer sampai ia bersimpuh di garasi, menatap kesal orang yang mengambil foto itu. Giginya menggertak marah dengan tangan mengepal.
Sementara itu seorang pria di dalam mobil tersenyum ketika mendapatkan foto Summer dan Letta. Ia mengambil pemantik api dari saku celananya dan membakar ujung foto tersebut sampai apinya perlahan menjalar ke seluruh foto dan pria itu pun membuang fotonya ke luar jendela.
*
Summer melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Pria itu mengemudi dengan ugal-ugalan, ujung bibirnya terluka.
Mobil masuk ke halaman mansion Winter. Summer segera keluar dari mobil menekan bel beberapa kali dengan tidak sabaran.
Winter membukakan pintu. "Kau ..." matanya meneliti wajah Summer.
BUGH
Satu pukulan bersarang di wajah Winter.
"Kembalikan foto itu!!" teriak Summer seraya menarik kerah baju Winter dengan kasar.
Winter menepis tangan Summer. "Apa maksudmu?"
Summer kembali menarik kerah baju Winter. Pria itu menatap kembaran nya dengan amarah yang menggebu-gebu, giginya menggertak, matanya penuh dendam. Ia berbicara penuh penekanan.
"Kau ... kau yang mengambil foto kecilku dengan Letta kan ..."
"Apa maksudmu Summer!!" bentak Winter menepis kembali tangan Summer.
"Aku bahkan tidak pernah melihat foto itu!!"
"Jangan bohong!! kau takut kan semuanya terbongkar, kau takut Yura kembali ingatannya ketika melihat foto itu, jadi kau menyuruh orang untuk mengambil foto itu dariku!!"
"Aku tidak menyuruh siapapun!!" sahut Winter tak kalah marah ketika Summer terus berteriak kepadanya.
"Dan aku tidak pernah takut kehilangan Yura, karena dia sudah menjadi istriku!!"
"Aku akan memberitahu Dad soal ini Winter ..."
__ADS_1
"Beritahu saja!!"
Bersambung