
Winter duduk di sofa dengan menyilangkan kedua tangan. Pandangannya datar menahan kesal karena ikan cup*ng nya di keluarkan Reagan dari toples kecil dan anak itu menjejerkan semua ikan di pinggir kolam renang agar terkena sinar matahari.
"Daddy, ikan nya kedinginan ..." perkataan itulah yang di katakan Reagan saat menjejerkan ikan nya di pinggir kolam.
Sekarang, semua Ikan nya mati membuat Winter kesal bukan main. Dan Yura juga tidak tahu kalau Reagan mengeluarkan semua ikan itu ke pinggir kolam karena tadi dia sedang pergi ke kamar untuk membangunkan Winter yang sedang tidur.
Yura menghampiri suaminya dan duduk di samping Winter. "Sudah lah ..." Ia menepuk lembut paha suaminya.
"Itu kan cuman Ikan kecil, Winter. Kau bisa beli lagi ..."
Winter berdecak menatap istrinya. "Aku memberi makan mereka setiap hari, Yura. Tiba-tiba Reagan membunuh mereka ..."
"Astaga Winter ... Reagan bukan membunuh, itu sikap polosnya."
"Kenapa kau tadi meninggalkan dia, Yura?"
"Loh, aku kan membangunkanmu ..."
Winter mendengus kasar. "Seharusnya kau jangan tinggalkan Reagan sendiri ..."
Yura menggelengkan kepala tak habis pikir, kemana sikap dewasa Winter yang menjadi Ayah untuk Reagan.
Sekarang, pria itu malah berdebat soal ikan cup*ng.
Reagan berlari menghampiri Winter dengan kedua tangan memegang ekor ikan cup*ng.
__ADS_1
"Daddy ..." teriaknya.
Winter dan Yura menoleh.
Reagan mengangkat kedua tangan nya, menunjukan ikan cup*ng yang sudah lemas di tangan nya, anak laki-laki itu tersenyum lebar membuat Winter kembali berdecak sambil memalingkan wajah.
Yura menahan kedutan di ujung bibirnya agar tidak tersenyum. Apalagi melihat wajah masam suaminya.
Yura pun beranjak dari duduknya menghampiri Reagan dengan berjongkok untuk mensejajarkan tinggi nya dengan anak itu.
"Lain kali, ikan nya jangan di keluarkan dari air ya sayang ... ikan itu butuh air untuk bernafas beda dengan kita."
"Meleka kedinginan Yula ..."
Yura tersenyum. "Ikan tidak akan kedinginan, dunia mereka itu di air."
"Ayo ... coba kita masukin toples lagi."
Yura berdiri dan membawa Reagan ke tempat penyimpanan ikan.
*
Mereka pergi ke mansion Maxime, seharusnya Reagan di pulangkan ke mansion Summer. Tapi sayangnya anak itu merengek meminta bertemu dengan Glory, Gery dan Rosi. Hewan peliharaan Maxime.
"Glandma ..." Reagan berlari memeluk Milan.
__ADS_1
"Hei sayang ... Aaaa grandma merindukanmu ..."
"Apa kabar, Mom?" Yura memeluk Milan setelah Milan melepas pelukan Reagan.
"Mom baik sayang. Bagaimana kandunganmu?" Milan menatap perut Yura yang mulai terlihat buncit karena kehamilan.
"Baik, mom. Mereka sepertinya sehat," sahut Yura sambil mengelus perutnya.
"Grandma bagaimana?" tanya Winter menanyakan kondisi Sky.
"Grandma mu ada di kamar. Dia baik juga, hanya saja terkadang sulit makan sampai perutnya sakit."
Winter menghembuskan nafas. "Kita bertemu grandma dulu, Yura ..."
Yura mengangguk.
"Reagan, liat Gery nya nanti ya. Tunggu grandpa pulang dulu ..."
Reagan menghembuskan nafas kecewa. "Yaaahhh ..."
"Tidak ada yang berani masuk kandang Gery sayang. Hanya grandpa yang berani, grandma juga takut hih ..." Milan bergidik ngeri membayangkan dirinya masuk ke kandang Gery dan Glory.
Sekalipun pernah masuk ke sana, selalu ada Maxime di sampingnya. Jika sendiri dia mana berani.
"Glandma jangan takut ah ... kan ada aku," sahut Reagan bangga sambil menunjuk dirinya sendiri dengan Ibu jari membuat Yura terkekeh sambil memegang kepala Reagan.
__ADS_1
"Huh, kalau kau di hap sama mereka bagaimana ..." pekik Milan.
Bersambung