Pria Musim Dingin

Pria Musim Dingin
#133 Yura hamil?


__ADS_3

Yura menunggu di luar sementara Magma sedang berbincang di ruangan bersama Dokter Leon dan Dokter Jemi.


Yura duduk dengan gelisah sampai beberapa kali ganti posisi karena tidak di izinkan masuk oleh Magma. Bukan kah dirinya yang merasakan mual dan muntah, bukan kah dirinya pasiennya kenapa tidak boleh masuk.


Magma sendiri tidak mau membebani pikiran adiknya jika ternyata leukimia Yura kemungkinan kambuh lagi.


"Sepertinya bukan leukimia lagi, dia sudah sembuh total. Mungkin hal lain ..." ucap Dokter Jemi.


"Aku tau apa yang ada di pikiranmu," sambung Dokter Leon kepada Dokter Jemi yang duduk di sampingnya.


Magma yang duduk di hadapan mereka menatap bergantian dua Dokter tersebut dengan tatapan membingungkan.


"Jadi maksudnya apa kalau bukan leukimia?"


"Suruh saja dia masuk," pinta Dokter Jemi.


Magma pun beranjak dari duduknya membuka pintu dan menyuruh adiknya masuk. Yura duduk di samping Magma.


Bola matanya bergerak menatap bergantian dua Dokter di depannya dengan tatapan takut.


"Aku sakit lagi?" tanya nya dengan nada lemah.


"Nona Yura ... apa sebelum mual dan muntah ada hal lain yang anda rasakan?" tanya Dokter Leon.


"Hal lain?" satu alisnya terangkat naik. Yura menatap Magma dengan tatapan tidak mengerti.


"Jawab saja!" pekik Magma.

__ADS_1


"Aku merasa ..." Yura menggantung kalimatnya sejenak. "Aku merasa kram perut waktu pagi," lanjutnya.


Dokter Leon dan Dokter Jemi saling menoleh.


"Lalu?" tanya Dokter Leon.


"Aku merasa ..." Yura menggantung kalimatnya kembali, ia ragu-ragu mengatakan kalimat selanjutnya karena ada tiga pria yang bukan suaminya di ruangan itu. Yura menatap mereka bergantian.


"Jelaskan saja Nona," hardik Dokter Jemi.


"Aku merasa payud*ra ku sedikit membesar," lanjut Yura pelan dengan menunduk karena merasa sedikit sungkan.


Magma sontak berdehem sambil memalingkan wajahnya ke arah lain, ia menghela nafas kasar seraya memejamkan mata. Ia merasa telinganya ternodai dengan ucapan adiknya yang seharusnya tidak ia dengar. Karena Yura adalah keluarganya, pembahasan itu sedikit tidak cocok untuk Magma walaupun dia pemain wanita.


"Itu rahasia suamimu Yura, kenapa mengatakannya kepada kami!" geram Magma di sela-sela giginya yang merapat.


"Apa maksudnya? kambuh leukimia ada tanda-tanda seperti itu?" tanya Magma.


"Kita menyarankan, Nona Yura periksa ke Dokter Obgyn atau dia beli tespack saja dulu." Dokter Jemi menjelaskan.


"Apa itu?" tanya Magma.


Sementara Yura bergumam dengan menatap perutnya. "Tespack? apa aku hamil?"


"Itu alat tes kehamilan, Tuan ..." ucap Dokter Leon.


"Ha-hamil?" Magma menatap adiknya.

__ADS_1


"Kau hamil?" Magma menoyor kepala Yura dengan jari telunjuknya.


"Ish, mana aku tau. Belum di tes juga!" pekik Yura dengan sedikit kesal.


*


Sebelum pulang Magma mengantar Yura ke apotek untuk membeli tespack lalu mereka kembali ke mansion Winter.


Di perjalanan tak henti-hentinya Yura tersenyum mengelus perutnya. Magma menoleh lalu menggelengkan kepala.


"Menyesal aku mengantarmu malam-malam begini untuk memeriksa anak curut di dalam perutmu itu!" ucap Magma yang tidak menginginkan anak dalam hidupnya.


"Heh, ini saja belum tau hamil atau tidak!"


"Ya kalau belum tau, tidak perlu mengelus perutmu dengan tersenyum. Seperti orang gila saja!" pekik Magma.


"Aku sumpahi kau juga punya anak curut nanti!"


"Tidak, tidak akan!! aku tidak suka anak kecil, merawat anak curut si musim panas saja sudah menyusahkan walaupun hanya sebentar!!" Magma mengingat Maxime menitipkan Reagan kepada dirinya dulu.


Mobil sampai di depan mansion. Winter segera membuka pintu.


"Dia yang lebih berhak dengan si anak curut itu jadi jangan menyusahkanku lagi oke!!" ucap Magma sambil menatap Winter yang sedang berjalan ke arah mobilnya.


"Huh, dasar uncle jahat!" Yura menjulurkan lidahnya lalu keluar dari mobil.


Winter langsung menyambutnya dengan senyuman dan pelukan membuat Magma bergidik jijik melihat itu. Menurutnya itu terlalu lebay padahal Magma hanya membawa Yura tidak sampai tiga jam tapi pelukan mereka sudah seperti berpisah setahun saja.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2