Pria Musim Dingin

Pria Musim Dingin
#124 Selamat tinggal Javier


__ADS_3

Peti masuk ke dalam tempat kremasi. Sky menatap kosong peti jenazah suaminya untuk terakhir kalinya.


Laura yang berdiri di belakang kursi roda neneknya, mengelus pundak Sky dengan tatapan sendu.


Dan yang menekan tombol khusus untuk memulai proses kremasi adalah Maxime. Sky langsung menunduk dan kembali terisak ketika tombol itu sudah di tekan.


Selamat jalan, By. Terimakasih atas cintamu.


*


Abu Javier di bawa pulang ke mansion utama (Tempat tinggal Javier dan Sky dulu) Mereka sempat melarung sebagian abu Javier di pantai greenland.


Sky, Maxime, Milan, Arsen, Miwa dan anak-anak mereka masuk ke pintu kulkas. Pintu berbentuk kulkas itu jalan menuju ruangan favorit Javier dan Ataric dulu.


Nathan mendorong kursi roda Sky masuk ke sana. Mereka berdiri menatap dinding yang ada dua pigura besar di tutupi kain putih.


Maxime berjalan melepas satu kain putih paling atas. Maxime menarik kain putih di foto paling atas yaitu foto Andreas De Willson sebagai pemimpin pertama De Willson group sekaligus pendiri Yakuza, kemudian Maxime menarik kain putih di figura yang ada di bawah kiri foto Andreas. Dan itu foto mendiang Ataric De Willson sebagai pemimpin kedua De Willson group atau pemimpin kedua Yakuza.


"Ini ruangan apa?" bisik Lalita kepada Nala karena tidak banyak yang tahu dengan ruangan rahasia ini.


"Tidak tau, sudah diam saja," sahut Nala.

__ADS_1


Kemudian Sky beranjak dari kursi roda di bantu Miwa dan juga Lalita. Mereka membantu Sky berjalan untuk menempelkan foto suaminya sebagai pemimpin ketiga De Willson group atau pemimpin ketiga Yakuza. Ketika menempelkan foto itu, Sky mengingat ucapan Javier puluhan tahun silam.


"Aku juga akan mati, tidak tahu kapan tapi itu pasti terjadi, bukan. Kalau aku mati lebih dulu, maka kau yang akan memajang fotoku di sana. Kalau bukan kau, mungkin anak kita nanti yang akan memajangnya."


Ucapan Javier menjadi kenyataan. Dia mati lebih dulu dan Sky lah yang memajang fotonya di ruang rahasia mansion Javier.


Sky tersenyum getir memandangi foto suaminya. Yang lain berdiri di belakang menatap sendu neneknya yang mengelus foto Javier.


"Aku juga sudah tidak muda lagi, By. Tunggu aku ..."


Winter berjalan menyimpan guci abu Javier di di meja. Tepat di bawah foto mendiang Javier De Willson. Winter mengelus guci tersebut.


"Grandpa belum melihat anakku ..." gumam nya.


"Kakek buyut masuk kuci."


Nathan mengangguk. "Ssttt ..." Ia menyimpan jari telunjuknya di bibir meminta Reagan untuk diam.


Kenangan Javier akan selalu hidup di hati mereka. Di hati orang-orang yang tahu sejarah pemimpin ketiga yakuza itu, karena perangnya Yakuza yang di pimpin oleh Javier melawan mudork selalu jadi topik yang tidak habis di bicarakan oleh orang-orang. Apalagi penyerangan dengan membawa anak buah yang membuat suasana tegang menjadi menyenangkan.


Mereka semua keluar dari ruangan itu. Duduk di ruang keluarga dengan Sky yang hanya diam dengan tatapan kosong.

__ADS_1


"Mom, ikhlas ya ..." ucap Maxime kepada Sky sambil mengenggam tangan Ibunya itu.


Sky mengangguk pasrah. "Mom ikhlas ... hanya saja pasti Mom akan merindukan Daddy mu ..."


"Cinta yang indah ..." gumam Laura.


Laura tahu seberapa besar Javier dan Sky saling mencintai. Sampai tua saja mereka masih romantis berbeda dengan yang lain, Javier masih suka ingin dekat-dekat dengan Sky walaupun sudah tua.


Hal itu yang membuat Sky lah yang ada di samping Javier ketika pria itu menghembuskan nafas terakhirnya.


Bersambung


Kenangan Daddy Javier.




S1 Menikahi mafia kejam.


S2 The devil's touch.

__ADS_1


S3 Pria musim dingin.


__ADS_2