
Setelah selesai bersih-bersih, mereka makan bersama di sebuah ruangan. Mereka duduk bersila di atas karpet kecil.
Yura meneguk susu kaleng terlebih dahulu. Kemudian mengambil sumpit dan memasukan sushi ke mulutnya.
Winter memilih makan pasta. Yura mengunyah sushi penuh di mulutnya dengan terus memandang Winter. Ia menggulum senyum di wajahnya memandangi suaminya yang tengah makan.
Kenapa aku baru menyadari kalau dia lebih tampan dari Nathan. Cara makannya juga sangat elegan. Sayangnya walaupun sudah jadi suami dia sulit aku gapai, kapan dia bisa menatapku ya.
"Makan Yura," ucap Winter yang tau dirinya tengah diperhatikan Yura.
"Eh iya hehe ..."
Yura kembali memakan sushi dengan diam-diam mencuri pandang ke arah suaminya.
Menyebalkan, aku ini kan istrinya tapi mau menatapnya saja harus curi-curi pandang seperti ini. Mana dia dari tadi fokus makan saja, sebenarnya dia makan sambil memikirkan sesuatu tidak ya.
"Eum, itu roti apa yang kau makan?" tanya Yura berusaha memecahkan keheningan diantara mereka.
"Cornetto."
"Selai apa?"
"Aprikot."
"Sepertinya aku belum pernah makan itu. Aku mau dong." Yura langsung mengambil roti yang sisa setengah itu dari tangan Winter kemudian langsung melahapnya.
"Woaahhh ini enak ..."
Winter masih membisu menatap Yura makan roti bekas gigitan nya.
"Punyamu juga sama," ucap Winter mengambil roti milik Yura yang memang sama dengan punya Winter.
"Ah iya, hehe. Aku kira beda jadi aku langsung mengambil punyamu. Maaf ya ... Ini aku kembalikan." Yura kembali memberikan roti Winter.
Winter menatap rotinya sejenak, roti bekas gigitan Yura.
"Aku tidak punya virus apapun ya, kau jangan takut makan bekas gigitanku, huh."
Winter hanya menarik ujung bibirnya tersenyum kemudian mengambil rotinya dari tangan Yura dan kembali memakan rotinya.
"Oh iya, kau dan Summer berpisah karena banyak orang yang sulit membedakan kalian ya? grandpa Javier bilang seperti itu."
"Tidak tau," sahut Winter kemudian meneguk coffe nya sedikit.
"Kenapa tidak tau?"
"Tanya saja Summer," Pekik Winter.
Winter benar-benar belum mengerti alasan sebenarnya Summer lebih suka tinggal di Italy, karena jika di tanya jawabannya selalu berbeda-beda.
Terkadang Summer menjawab ia suka di Italy karena nyaman dengan mansion Xander, terkadang menjawab suka di Italy karena makanan nya, bahkan Summer pernah menjawab ia lebih suka di Italy karena orang-orang di sana lebih ramah. Winter selalu yakin bukan itu alasan yang sebenarnya, tapi ia juga tidak mau ikut campur terlalu banyak urusan Summer.
"Tapi aku sendiri sulit membedakan kalian sih kalau kalian sedang bersama, gaya rambut kalian sangat mirip."
"Orang baru selalu seperti itu," sahut Winter.
__ADS_1
"Noah dan Kai juga sangat mirip, tapi tidak seratus persen mirip seperti kalian berdua, aku masih bisa membedakannya."
"Oh iya, Daddy ku bilang, keluargamu sangat menginginkan anak perempuan ya."
Winter mengangguk.
"Kalau kau punya adik perempuan pasti dia dekat denganmu dari pada Summer. Summer terlalu banyak bicara hehe."
"Hmmm." Winter hanya menjawab dengan deheman.
Lihat, hanya aku yang banyak bicara dari tadi. Dia kenapa sih, kalau bicara banyak apa dia merasa dosa, tidak juga kan.
*
Suasana kembali hening, Winter sedang mengaduk-ngaduk coffe nya. Yura sedang memikirkan sesuatu.
Kau mencintainya kan, Nona?
Ucapan Oris tiba-tiba masuk ke kepala Yura berubah menjadi sebuah pertanyaan yang belum bisa Yura jawab. Yang Yura rasakan hanya lah pikiran dan hatinya sekarang sedang tidak sejalan.
Pikirannya seakan berkata bagaimana bisa Yura bisa tahan hidup dengan pria musim dingin di depannya ini. Dan hatinya selalu merasakan kesenangan yang berbeda ketika berada di dekat Winter.
Yura menghela nafas kasar, Winter menyadari ada yang tidak beres dengan Yura. Gadis itu tiba-tiba melamun dengan tangan memegang roti miliknya.
"Yura," panggil Winter.
"Yura," ulang Winter.
"Hah, iya?"
"T-tidak. Eum, aku keluar dulu ya."
Yura beranjak pergi dari ruangan itu membuat Winter memandang kepergian Yura penuh tanda tanya.
Yura duduk di teras depan gereja. Ada beberapa anak tangga di sana, ia hanya duduk memeluk lututnya sendiri, memandang jalanan yang terlihat sangat ramai siang ini.
Yura menekuk wajahnya dengan sesekali menghela nafas panjang. Yura dilema dengan perasaanya sendiri. Dan lagi ia tahu apa soal mencintai laki-laki lain selain Nathan, dari dulu kerjaan Yura hanya berpikir bisa menikah dengan Nathan, idolanya.
Winter pun keluar dan berjalan menghampiri Yura lalu duduk di samping gadis itu.
Selama beberapa menit mereka hanya hening sampai akhirnya Yura lagi-lagi berusaha untuk memecah keheningan.
"Tidak ke kantor?" tanya nya.
"Tidak ada kerjaan lain."
"Oh ..." Yura mengangguk-ngangguk.
"Mau jalan-jalan?" tawar Winter.
Winter tahu suasana hati Yura berubah memburuk. Terlihat dari ekspresi gadis itu, itu sebabnya Winter mencoba mengajak Yura jalan-jalan.
"Kemana?" tanya Yura.
"Terserah kau saja."
__ADS_1
"Pasar malam bagaimana?" tanya Yura dengan tersenyum.
"Boleh," sahut Winter.
Yura semakin mengembangkan senyumnya senang. Kemudian mereka pulang dari gereja.
Mood Yura memang mudah di bujuk, yang tadi moodnya tidak baik bisa berubah seperti biasa dengan cepat.
*
Di perjalan Yura terus memandangi spanduk yayasan amal. Di sana tertulis, Yayasan dibuat untuk membantu orang yang tidak mampu dan membantu orang yang sedang sakit dan pengobatan GRATIS.
Yayasan tadi punya siapa ya. Apa aku datang ke yayasan itu saja untuk mencari tahu penyakit ku, Setidaknya Winter dan Daddy tidak akan tau kalau aku sakit.
Winter menoleh sejenak kepada Yura yang lagi-lagi tanpak melamun kemudian ia kembali memfokuskan matanya ke jalanan.
Sesampainya di mansion, Yura langsung masuk ke kamarnya sementara Winter sudah di sambut Lusi di ruang tamu dengan tumpukan berkas penting di meja.
Yura mencoba membuka instagram dengan mencari nama pengguna yayasan amal.
"Nah ini dia."
Yura mengirim pesan kepada instagram yayasan amal itu.
Hallo.
Hai Mrs Sunshine ada yang bisa kami bantu?
"Woah, langsung di balas," gumam Yura senang.
Nama instagram Yura adalah Sunshine. Nama itu di ambil dari film yang pernah di bintangi Nathan. Judul film nya Mr Sunshine, karena terlalu suka dengan film tersebut Yura memutuskan membuat instagram dengan nama Sunshine.
Dan lagi instagram Yura tidak ada foto sama sekali selain foto Nathan yang dia posting.
Hallo kak, saya mau tanya. Apa di yayasan ada Dokter? saya mau cek kesehatan tapi saya tidak punya uang untuk ke Rumah Sakit hehe.
Akun yayasan amal kembali membalas.
Silahkan datang ke yayasan kami Mrs.Sunshine, ada banyak dokter jaga yang ada di yayasan.
Yura kembali membalas.
Oh iya, terimakasih ya admin hehe.
Sama-sama.
Lusi kembali berbicara dengan Winter setelah membalas pesan di instagram.
"Siapa?" tanya Winter.
"Seseorang yang ingin cek kesehatan di Yayasan, Tuan ..."
"Oh."
Bersambung
__ADS_1