
Yura langsung pergi ke kamar mandi dengan alasan ingin buang air kecil. Ia mengenggam tespack di tangannya, Yura menghela nafas beberapa kali dengan memejamkan mata, takut jika hasilnya tidak sesuai dengan yang dia inginkan.
"Kalau ternyata belum hamil bagaimana," gumam Yura.
"Tidak, Winter tidak akan marah kalau aku belum hamil."
Perlahan ia membuka genggaman tangannya lalu menatap hasil tespack tersebut. Sontak matanya melebar sempurna, ia kaget sampai menutup mulutnya.
"A-ku h-hamil ..."
"AAAAAAA ..."
Winter yang sedang duduk di sofa dengan laptop di atas paha nya sontak menyimpan laptopnya di meja dan segera berlari menghampiri istrinya.
"Yura ..."
Winter menggedor pintu dengan keras saking kagetnya dengan suara teriakan istrinya.
"Yura ..."
Pintu perlahan terbuka memperlihatkan Yura berdiri dengan wajah datar.
"Kau kenapa?" Winter memegang pundak istrinya dengan ekspresi khawatir.
Perlahan senyum Yura merekah membuat Winter menaikkan satu alisnya.
"Yura ..."
"Aaaaa ..." Yura menjerit dengan suara melengking memeluk suaminya.
Winter hanya diam tidak mengerti melihat istrinya terus memeluknya erat dengan raut wajah bahagia.
Kemudian Yura melepas pelukannya, ia senyum sambil berkata. "Aku hamil ..."
Winter terdiam, ucapan Yura seakan belum masuk ke pendengaran nya. Ia tidak percaya dengan apa yang Yura katakan.
"Winter aku hamil ..." ulang Yura.
"H-hamil?"
Yura mengangguk cepat.
"Anakku Yura?"
"Iya dong, ih anak siapa lagi ..." Yura menekuk wajahnya.
Winter pun langsung memeluk Yura lalu memberikan kecupan bertubi-tubi kepada istrinya itu.
__ADS_1
"Anakku ... Reagan akan punya adik Yura."
Yura mengangguk dengan tersenyum. Winter kembali memeluk istrinya.
*
Pagi harinya Yura sempat muntah lagi, Winter sudah memberikan teh hangat. Pagi ini mereka akan pergi ke Dokter kandungan untuk melihat usia kandungan janin di rahim Yura.
"Aku akan meminta vitamin nanti agar anak kita kuat di perutmu," ucap Winter sambil mengoleskan selai roti lalu menyimpannya di piring milik Yura.
Yura mengangguk dengan tersenyum lalu memakan roti di depannya.
"Mual tidak kalau minum susu?" tanya Winter.
"Eum ... tidak sepertinya."
Winter pun memberikan segelas susu untuk Yura lalu mengelus perut istrinya.
"Makan yang banyak."
"Kau ada ngidam sesuatu tidak Yura?"
Yura menggeleng sambil terus memakan rotinya.
"Kalau ada, langsung kasih tau aku ya."
"Iya, cerewet!" pekik Yura dengan datar membuat Winter tersenyum lalu meneguk coffe miliknya.
*
...De Willson's Family ...
Milan : Selamat sayang, Mommy senang sekali mendengarnya. Akhirnya cucu ketiga Mommy akan segera launching hehehe.
Maxime : Selamat Yura ...
Yura : Terimakasih Mommy, Daddy ...
Intan : Yura, selamat Ya. Jaga kesehatanmu jangan terlalu kelelahan. Kau ada mual juga tadi pagi tidak? aku dulu mual parah sampai membuat Summer kewalahan mengurusku.
Milan : @Intan. Tidak apa sayang, itu tugas suami. Memang harus di repotkan karena tidak ikut hamil.
Yura : @Intan. Aku juga ada mual, kemarin sore sama tadi pagi. Tapi tidka terlalu parah.
Summer : Selamat Yura.
Yura : Terimakasih Summer.
__ADS_1
Milan mengeluarkan Summer, Maxime dan Winter.
Yura : Kenapa di keluarkan Mom?
Milan : Yura ... buatlah Winter kerepotan dengan masa-masa kehamilanmu. Bukan kah itu tidak adil, kita sebagai perempuan merasakan mual dan tidak enak badan tapi laki-laki diam saja!
Intan : Astaga Mom ...
Yura : Astaga Mom ...
Milan : @Intan, Intan dulu juga seperti itu kan.
Intan : Tapi itu tidak di buat-buat Mom, hamil ku memang sedikit rewel bukan bermaksud menyusahkan.
Milan : Ah sudah biarlah ... biarkan para lelaki juga ikutan pusing.
Noah : Mom lupa mengeluarkanku ya? aku juga laki!"
Kai : Wah wah ... Mommy punya rencana licik untuk kak Winter. Aku akan memberitahunya!!
Milan : Anak kecil sekolah saja yang benar atau tidak usah pulang ke mansion!!
Noah : Kita sudah betah di asrama sih, tidak niat pulang juga heheheh.
Kai : Hayoloh Mom ... Nanti nangeessss kita tidak pulang 😋
Yura : Astaga adik ipar ini, aku sampai lupa punya adik ipar karena kalian jarang sekali pulang 🙈
Noah : Kita di usir kak 😔
Kai : Hanya kita berdua yang sekolah asrama, Kakak kembar kita dulu tidak asrama ...
Milan : Karena kakak kalian tidak senakal kalian. Bisa membagi waktu antara main dan sekolah!!
Yura : Astaga yang sabar ya kalian hehehe. Asrama lama-lama menyenangkan juga.
Intan : Mereka sebentar lagi kan pulang, karena harus daftar kuliah.
Noah : Nah kan, kita sudah mau kuliah masih di bilang anak kecil yang tidak boleh tau urusan keluarga. Mommy memang benar benar ya ...
Milan menambahkan Maxime.
Noah : Kaboorrr ... macan datang.
Noah keluar dari grup.
Kai keluar dari grup.
__ADS_1
Maxime : Mereka ya!!
Bersambung