Pria Musim Dingin

Pria Musim Dingin
#142 Stress dengan sikap Winter


__ADS_3

Setelah pulang dari sea world, Winter harus merasakan mual dan muntah di pagi hari sampai tidak bisa pergi ke kantor.


Yura masuk ke kamar membawa teh hangat untuk suaminya.


"Ini minum dulu ..."


Winter meminumnya sedikit lalu kembali memberikannya kepada Yura. Yura menyimpan gelasnya di meja dan masuk ke balik selimut, ia setengah duduk di ranjang.


"Kemari, Winter ..."


Pria itu menoleh lalu mendekat dan masuk ke pelukan istrinya. Dia tertidur di dada Yura ketika rasa pusing menjalar di kepalanya.


"Tidak mau ke Dokter saja?" tanya Yura sambil mengelus lembut kepala Winter.


Winter menggelengkan kepala.


"Mungkin karena semalam kau makan mangga muda jadinya seperti ini ..." ucap Yura.


"Aku tidak tau, Yura."


"Yasudah kita tidak perlu ikut menjemput Noah dan Kai saja."


"Jemput mereka nanti siang. Mungkin nanti siang aku sembuh Yura."


"Yasudah lihat nanti siang saja." Yura memeluk suaminya dengan erat.


Winter tidur sebentar karena tiba-tiba dia merasa lapar walaupun sudah sarapan. Yura pun turun ke bawah, dia hendak menggoreng ikan.

__ADS_1


"Yura sedang apa?" tanya Winter sambil menuruni anak tangga.


Yura menoleh dengan memegang wajan di tangan nya. "Aku mau goreng ikan."


"Jangan!" sergah Winter.


"Loh, kenapa?" tanya Yura ketika Winter berhenti tepat di depan nya.


"Kasian Yura ..."


"Hah?" Yura mengerutkan dahi nya.


"Kasian apa?" tanya Yura.


"Ikan nya. Aku mau makan Ayam saja ya, tolong di masak." Winter mengelus kepala Yura sebelum akhirnya pergi ke meja makan.


"Apa karena semalam dia liat ikan berenang di akuarium itu jadi sekarang tidak mau makan ikan," gumam Yura. "Kenapa juga alasannya harus kasian, yang aku masak kan memang ikan yang biasa di makan ..."


Drama soal ikan belum selesai, bahkan ketika Yura selesai memasak dan menghidangkan ayam goreng untuk suaminya.


Winter makan sambil terus mendumel soal ikan. Dia bertanya soal ikan-ikan yang ada di lautan, Winter bertanya Yura tahu ikan apa saja dan yang aneh pria itu bertanya.


"Yura, kalau kau jadi ikan. Kau mau jadi Ikan apa?" tanya nya lalu menyuapkan nasi ke mulutnya dan kemudian menatap Yura menunggu jawaban gadis itu.


Dengan menghela nafas malas, ia menjawab. "Ikan lele ..."


"Kenapa ikan lele? tidak ikan Nemo? atau kau jadi lumba-lumba, putri duyung?"

__ADS_1


"Putri duyung itu cuman dongeng Winter," sahut Yura.


"Iya kah? Bagaimana dengan Dugong?" tanya Winter membuat Yura melebarkan matanya.


"Kau menyamakanku dengan Dugong, Winter?"


Winter malah tertawa melihat ekspresi Yura. Yura sendiri berdecak sambil menggelengkan kepala. Suaminya tidak pernah membahas hal-hal aneh seperti ini, berbicara panjang lebar dengan masih membahas ikan dari semalam, seperti bukan Winter saja.


Selesai makan, Yura pergi ke kolam renang, niatnya memang untuk sedikit menjauh dari suaminya yang tidak henti-hentinya bertanya soal ikan.


Tapi ketika di kolam renang, Yura lagi-lagi di buat tercengang dengan kolam ikan yang di penuhi ikan c*pang.


"WINTERRRRR!!" teriak Yura dengan kesal.


"Kenapa?" Tanya Winter dengan setengah berlari.


"Ini apa?" Yura menunjuk kolam ikan. "Kenapa banyak sekali ikan di sini?"


"Itu ikan ****** Yura, ekornya bagus kan, cantik dan panjang. Mereka seperti memakai gaun ..." ucap Winter yang melihat banyak ikan cup*ng dengan ekor mengembang yang menurutnya mirip gaun panjang yang sering di pakai wanita.


Yura memejamkan mata sambil menetralisir kekesalannya dengan mengelus dada nya beberapa kali. "Sabar Yura ... sabar Yura ..."


"Jangan stress, Yura ... kau sedang hamil."


"Kau yang membuatku stress!" sahut Yura lalu melengos masuk meninggalkan Winter.


#Bersambung

__ADS_1


__ADS_2