Romansa Sagara Dea

Romansa Sagara Dea
Romansa Sagara Dea 101


__ADS_3

Keheningan memenuhi mobil sang aktris besar yang kini disusupi oleh seorang pria tampan berkharisma yang duduk tepat di samping Lucy.


Duduk sambil bersedekap dada dengan kedua netra yang dia padamkan itu.


"Lucy... siapa dia!?" bisik gadis berwajah panjang dengan rambut keriting yang merupakan manajer Lucy.


"aku temannya, bodyguard nya, kakaknya, kekasihnya, ayahandanya, terserah kau mau percaya yang mana!" celetuk Dyroth yang mendengar bisikan Olivia.


Lucy menarik Olivia," jangan bicara lagi, dia memang manusia aneh, biarkan saja, nanti lama lama dia lelah sendiri!" ucap Lucy.


Tentu saja kedatangan Dyroth membuat Staff yang mengikuti Lucy penasaran. Pasalnya Lucy tak pernah dekat dengan pria manapun selain dari orang orang di kediaman mansion Tulip.


libur beberapa hari, Lucy malah membawa seorang pria tampan misterius yang membuat semua orang penasaran.


"Lucy kau harus berhati-hati, nanti akan ada rumor lagi, kau tahu sendiri mata mata si Gita itu pasti selalu berusaha mencari celah dari dirimu, aku tidak ingin kau kesulitan lagi," ungkap Olivia akan kekhawatiran nya terhadap rumor buruk yang menyeret nama Lucy belakangan ini.


" Rumor apa lagi? kenapa mereka begitu tertarik dengan kehidupan pribadiku?" tanya Lucy dengan wajah penasaran.


" Ada artikel yang memasang foto bersama seorang pria memasuki sebuah hotel. Produser sedang berusaha meredam berita ini," ucap Olivia.


" Kenapa kau baru bilang sekarang!?" Kesal Lucy.


" Presdir memintaku untuk diam dan mengatakan bahwa perusahaan akan menyelesaikan ini tanpa membuatmu khawatir," jelas Olivia.


" Kau tau sendiri bagaimana Pak Presdir begitu memperhatikanmu, jelas sekali dia sedang mencari perhatian mu," ucap Olivia sambil menggenggam tangan Lucy.


Mendengar kata kata Olivia, Dyroth membuka kedua matanya dan menatap tajam ke arah gadis itu.


" Siapa kau bilang yang sedang mendekati si cengeng !?" tanya Dyroth dengan wajah masam.


Rasanya dia tak rela jika Lucy didekati oleh orang asing yang tak dia kenal.


" Buat apa kau tahu? bukan urusanmu," ucap Lucy sambil menggembungkan kedua pipinya dengan wajah masam.


Dyroth berdecak kesal," jika kau tidak bilang, akan kulapor pada Kakak ipar kalah adik ya mulai bermain rahasia, kak Dea juga pasti akan marah!" ancam Dyroth.


Lucy membulatkan kedua matanya," ka.. kau!? kau mengancamku!?" Lucy menatap kesal ke arah Dyroth.


Pria itu bersandar lalu tersenyum tipis," tentu saja, kalau kau main-main aku akan meminta anak buahku mencari orang itu, lalu kuperiksa, ku interogasi, jika perlu tes fisik juga boleh!" celetuk Dyroth dengan tatapan jahatnya yang sudah berhasil membuat dua gadis dan supir serta bodyguard Lucy tercengang.

__ADS_1


"Ka.. kau!! dasar kekanakan!!!" ketus Lucy .


Dyroth menatap gadis itu, lalu menarik wajah Lucy hingga kedua netra mereka bertemu.


" Katakan, siapa dia!?" Tanya Dyroth dengan nada berat yang mendominasi, dan tatapan tajam yang menusuk.


Lucy menenggak salivanya, dia merasa sangat gugup ketika menghadapi Dyroth, rasanya sesak dan gugup di saat yang sama.


"Se.. sebenarnya pa.. pak presdir yang sedikit memperhatikanku karena berhasil membantu perusahaan bangkit dengan penjualan album soloku sebagai penyanyi," jelas Lucy.


"Aku mana tahu dia atau siapapun itu punya perasaan khusus padaku, mereka tak pernah bilang apa-apa," jelas Lucy dengan wajah gugupnya.


" Mereka? lebih dari satu?" tanya Dyroth yang masih memegang wajah Lucy.


" Em... i...itu kan wajar karena aku adalah publik figure?" ucap Lucy seraya menatap Dyroth. Anehnya, gadis itu malah merasa seperti seorang gadis yang tertangkap basah selingkuh oleh pacarnya.


Dyroth berdecak kesal," Tcih!! jangan menerima satu pun dari mereka, laki laki seperti itu adalah bajingan! Mereka hanya melihat dirimu yang bersinar dan terkenal sebagai publik figur, tapi tak benar benar mencintaimu, " ketus Dyroth sambil kembali menutup kedua matanya.


" Aku akan mengikutinya ke manapun, jaga jarak dengan pria seperti mereka!" tukas Dyroth.


" Memangnya kau siapa!? kenapa jadi kau yang mengatur romansa Lucy!? dasar pria aneh!" ketus Olivia.


" Aku seseorang yang selalu bersamanya bahkan sebelum dia memulai karir sebagai aktris!" ketus Dyroth.


" Lucy? kenapa kau tidak bilang kalau ada pria seperti ini di sekitarmu selama ini!?" tanya Olivia dengan wajah syok.


" Em... i... itu...sudahlah, jangan dibahas lagi, pokoknya kau sudah tahu!" ucap Lucy dengan wajah gugup.


Kendaraan mereka melaju menuju perusahaan, di mana syuting untuk iklan terbaru Lucy akan diadakan.


Sepanjang perjalanan, Dyroth menyaksikan bagaimana Lucy berdedikasi untuk pekerjaannya. Dia melakukannya dengan sangat serius.


Sifat Lucy yang telaten ini membuat Dyroth menatapnya dalam diam. Tatapan terpana terhadap seorang gadis yang sudah mencuri hatinya sejak bertahun-tahun yang lalu.


Dyroth tersenyum tipis, wajahnya mengatakan dia sangat tertarik dengan Lucy.


"Aku akan menjagamu, sampai kau menemukan seseorang yang cocok untukmu, dan ku harap itu aku," batin Dyroth.


Sementara itu, keadaan Sagara di negeri nan jauh di sana tengah membuat seluruh pihak rumah sakit gemetar ketakutan.

__ADS_1


Sudah hampir dua bulan berlalu Sagara dirawat di rumah sakit khusus, dan selama itu, kondisi Sagara berada dalam masa yang tak bisa ditebak.


Selama itu juga, Dea bahkan seisi kediaman mansion Tulip dan keluarga besar Maureer tak bisa menghubungi mereka bahkan melacak keberadaan mereka.


Brakk!!!


"Apa yang sebenarnya kalian lakukan keparat sialan!? kenapa kondisinya tak kunjung membaik sejak dioperasi!???" suara teriakan menggelegar dari Sekretaris Lin memenuhi bangsal rumah sakit itu.


Seluruh Tenga medis yang ditugaskan merawat Sagara berdiri berbaris dengan tubuh gemetar ketakutan.


Dokter Barak dan Bima bahkan sampai menenggak saliva mereka saat untuk pertama kalinya menyaksikan seorang sekretaris Lin yang cenderung pendiam dan banyak bekerja.


Tapi hari ini, pria yang biasanya tampak culun dengan kacamata petaknya itu tengah mengamuk sampai menghancurkan kacamatanya sendiri.


" Bagaimana bisa kalian tidak mengetahui kondisinya!? bukankah kalian semua dibayar untuk mengawasi dia setiap detik!!!" pekik Lin yang benar benar murka.


Kemarahan Lin bukan tak berdasar. Dia menempatkan beberapa perawat khusus untuk memantau Sagara di bangsalnya, para perawat itu dibayar khusus dengan upah tinggi tetapi malah dipergoki oleh Lin tengah bergosip ria di kantin rumah sakit.


Lin benar benar marah.


" Tuan Lin, kami mengaku salah, tapi keadaan pasien juga tak ada perubahan, itu sebabnya kami..." Perawat itu berusaha menjelaskan tetapi teriakan Lin menciutkan nyali nya.


" DASAR SAMPAH TAK BERGUNA!!" senggak Lin sampai urat uratnya hampir keluar.


" Aku membayar kalian mahal untuk menjaga seorang pasien yang menantikan bertemu istri dan calon anaknya yang tinggal jauh di sana, tapi dengan alasan tak ada perkembangan kalian meninggalkan dia begitu saja!?"Lin mengecam mereka.


" Kalian tidak layak disebut perawat!! dasar sampah masyarakat tak berguna!! kalian mempermalukan nilai etis tenaga medis kesehatan!!" umpat Lin.


" Sekretaris Lin!! Tuan muda darurat!! tuan muda Sagara dalam keadaan darurat!!" tiba tiba seorang dokter berlari ke arah mereka dengan wajah pucat pasi.


" Tuan muda!!!" Sontak Sekretaris Lin, Dokter Barak dan Bima berlari dengan wajah panik ke ruangan Sagara.


" Tuan muda!!! ada apa dengannya!!!! bagaimana aku akan menjawab nyonya nanti!!!" Lin berlari dengan segala harapan di dalam benaknya.


Berharap, Sagara baik baik saja setelah operasi pengangkatan kanker di paru parunya.


.


.

__ADS_1


.


Like, vote dan komen 🤗


__ADS_2