Romansa Sagara Dea

Romansa Sagara Dea
165


__ADS_3

Cuaca tampak mendung, hujan deras mengguyur kota tempat tinggal Adam dan tunangannya yang manis itu.


Cuaca mendung hari ini, sama seperti mendungnya hati Karina yang telah mengetahui sikap asli kedua orangtua kandungnya.


Adam telah menjelaskan segalanya pada Karina.


Ayah dan Ibu Karina telah bercerai sejak lama, dan kini mereka telah memiliki keluarga mereka masing-masing dan anak-anak mereka dari pasangan mereka.


Sagara membantu Adam mencari keberadaan mereka dan menyampaikan maksud mereka untuk mengundang kedua orangtua kandung Karina datang ke pernikahan gadis malang itu.


Tetapi jawaban yang mereka dapatkan sangat mengecewakan.


Ayah dan Ibu Karina bahkan tidak mengingat kalau mereka punya seorang putri yang mereka tinggalkan di kampung karena tak senang hidup susah.


Ayah dan Ibunya tidak peduli apakah anak itu menikah atau mati atau sedang sakit atau apapun itu. Yang pasti mereka tidak akan menghadiri pernikahan Karina, karena bagi mereka satu satunya keluarga mereka adalah orang yang bersama mereka saat ini bukan gadis yang muncul secara tiba-tiba dari masa lalu mereka.


Karina terbengong, dia menatap kosong ke arah jendela gedung. Menatap langit yang mendung dengan tatapan sendu. Tak ada lagi wajah ceria tadi pagi, tak ada lagi ocehan jenaka siang tadi, tak adalah tawa seperti sebelumnya.


Karina hanya duduk melamun sambil menatap kosong. Ini rasanya ditolak oleh orang tua sendiri, sebelum bertemu dia sudah tak dianggap.


Gadis itu duduk sambil menyandarkan kepalanya pada sandaran sofa. Pelan pelan air matanya merembes, setetes demi setetes membasahi sofa abu abu itu.


Adam menghela nafas berat, dia menatap Karina dengan tatapan khawatir. Setelah selesai rapat dia langsung kembali ke ruangannya, dan Karina masih di posisi yang sama.


"Dia menangis," hati Adam sakit.


Pria itu melangkah perlahan, diambilnya selimut dari lemari kecil dalam ruangannya. Berjalan dengan pelan mendekati Karina.


Diletakkannya selimut itu di atas tubuh Karina, tapi Karina bahkan tak menggubrisnya. Gadis itu tidak sadar kalau Adam sudah ada di sana.


Adam duduk di samping Karina dan menatapnya dengan lembut," Karina," panggilnya pelan.


Gadis itu tersadar dari lamunannya begitu mendengar suara Adam. Cepat-cepat dia menghapus air matanya dan berbalik menatap Adam.


"Mas Adam sudah selesai?" tanyanya dengan suara parau. Sepertinya saat ditinggal menyendiri tadi, Karina menangis sesenggukan sampai suaranya serak.


Adam mengangguk, dia mengambil Tumbler air hangat di meja, membukanya dan memberikannya pada Karina.


"Minum dulu, suaraku serak," ucap Adam.


"terimakasih Mas," balasnya dengan pelan.


Adam menatap gadis itu, dia juga turut sedih karena tunangannya harus menerima berita buruk itu.


"Bagaimana keadaanmu?" tanya Adam.


Karina menunduk sambil meletakkan tumblernya, dia masih sangat sedih setelah mendengar penjelasan Asher tadi. Tujuannya datang ke kota adalah mencari tahu keberadaan orangtuanya, tak tahunya sebelum berhasil bertemu, kedua orangtuanya malah tidak menganggapnya ada.

__ADS_1


" Mas... Kenapa Karina harus mengalami hal seperti ini? Apa Karina anak yang nakal sampai Ayah dan Ibu Karina tidak menginginkan Karina lagi?" gadis itu berbicara sambil menangis.


Perasaannya yang sensitif dan jiwa polosnya membuat hati Adam terenyuh.


" Karina hanya ingin melihat mereka sekali saja, tapi mereka sama sekali tidak menginginkan Karina, bukankah mereka yang meninggalkan Karina lebih dulu? Apa karena Karina dari desa? Apa karena Karina kampungan, atau karena Karina hanya lulus SMA mereka malu pada Karina?" ucapnya dengan suara tersendat sendat.


Dadanya sesak, air matanya terus merembes keluar, kedua tangannya gemetar, dia menangis di hadapan tunangannya itu.


Adam tak tega sama sekali membiarkan Karina menangis sedih seperti itu. Ini sama sekali bukan hal yang dia inginkan.


"Karina, dengarkan Mas," Adam menggenggam tangan Karina. Ditariknya ke but wajah gadis itu sampai mereka berhadapan.


Jemari Adam mengusap air mata Karina, membersihkannya sampai benar benar tak bersisa.


"Karina tidak boleh menganggap semua itu salah Karina,"


"Mereka yang rugi tidak menganggap gadis baik hati ini sebagai anaknya, mereka yang rugi meninggalkan kamu,"


"Karina lahir ke dunia ini karena ada tujuannya, jangan salahkan dirimu atas apa yang terjadi padamu, itu salah mereka tidak menghargai mu," ucap Adam.


"kamu berharga Karina, kamu baik, kamu perempuan yang polos, kamu juga cerdas hanya perlu diasah lagi," terang Adam.


Untuk pertama kalinya seseorang selain kakeknya,memuji Karina dengan lembut dan penuh perhatian seperti itu. Jantung Karina berdebar kencang tak karuan.


Dia merasakan dirinya dicintai, gadis yang kekurangan kasih sayang itu merasa dilimpahi dengan kebahagiaan dan kasih sayang.


"Mas...." lirih Karina sambil menatap Adam dengan berlinang air mata.


"Aku berharga!" balas Karina mengulangi kata kata Adam.


"Aku layak dicintai dan dihargai," tambah Adam.


"Aku layak dicintai dan dihargai!" balas Karina.


Adam tersenyum sambil mengusap pipi Karina ," gadis pintar!" ucap Adam.


Karina tersebut kembali. Dia menatap pria itu dengan mata berbinar-binar.


"Mas... " ucap Karina pelan.


"kenapa hmm?" balas Adam.


"Pengen peluk," ucapnya dengan bibir mengerucut dan wajah menggemaskan.


Siapa yang tahan dengan serangan dari gadis menggemaskan itu. Hati Adam dibuat berbunga-bunga, senyuman terukir indah di wajah pria itu, Karina yang usianya jauh di bawah Adam terlihat sangat menggemaskan.


"Kemarilah, Mas peluk, dasar bocah manja," ucap Adam.

__ADS_1


Karina berseru bahagia, dia menghamburkan pelukannya ke dada bidang tunangannya itu. Wajah Karina berseri-seri, pipinya memerah karena bahagia.


"Yeaayyyy!!" seru gadis itu penuh semangat.


"Mas wangi sekali!" celetuk Karina yang dengan polosnya mengendus endus pria itu sampai membuat Adam tergelak dengan kelakukan konyol Karina.


"dasar bocah, ngapain kamu endus endus, Mas bukan bunga," ucap Adam sambil tertawa.


"Iya bukan bunga, tapi lebih wangi dari bunga, Karina suka sekali!!" seru gadis itu.


"Karina juga sangat menyukai Mas Adam hehehe..." ucapnya lagi.


"Menyukai Mas Adam? Yakin hanya menyukai mas?" tanya Adam.


Karina menatap pria itu dengan wajah mendongak," Sepertinya, Karina jatuh cinta sama Mas Adam hahahhaha..."balasnya sambil tersenyum begitu manis. Setelah mengucapkan perasaannya dengan blak-blakan, Karina malah menyembunyikan wajah merahnya itu di dalam dekapan Adam.


Hati Adam berbunga-bunga, hubungannya yang kandas di masa lalu telah dia lupakan. Hidupnya yang dulu sepi dan menyedihkan telah berubah menjadi penuh warna sejak bertemu dengan gadis kecil nan polos itu.


Adam membalas pelukan Karina, dia mengecup pucuk kepala Karina," Mas juga sayang pada Karina," ucapnya pelan, mengungkapkan isi hatinya pada gadis itu.


"Terimakasih Mas Adam, nanti Karina masak enak deh heheheh..."


"dasar bocah tengil, mata kamu sampai bengkak karena nangis terus, dasar cengeng," ejek Adam..


"Cengeng begini Mas Adam suka kan?" ucap Karina.


"Tentu saja, Mas sangat suka, Mas akan menjaga kamu, mencintai kamu, menyayangi kamu dan melindungi kamu sampai akhir hidup Mas," ucap Adam berjanji..


"Janji ya, jangan tinggalin Karina, " ucap gadis itu..


"haaah..."


"Mas bisa janji sih, tapi Mas takut Karina yang masih muda ini malah ninggalin Mas yang tua dan berumur ini," balas Adam.


"ihh gak gitu Mas, Karina kan sayang dan cinta sama Mas, ya Karina juga akan melindungi dan menyayangi Mas sampai akhir hayat," balasnya sambil menepuk dada Adam.


"Hahahahaha.... Mas pegang janji kamu ya," ucap Adam dengan wajah bahagia..


Karina mengangguk, keduanya menemukan kebahagiaan mereka. Menemukan jalan kembali untuk kehidupan yang indah dan luar biasa di masa kini dan masa depan.


Adam dan Karina diciptakan satu sama lain, saling melengkapi dan saling menyayangi satu sama lain..


Di balik pintu, tuan dan Nyonya Maureer, serta anak anak, cucu dan menantunya mengintip dari balik celah pintu sambil tertawa cekikikan mencuri dengar percakapan calon pengantin baru itu.


Mereka semua berseru dalam diam saking bahagianya mendengar bahwa Adam dan Karina saling mencintai satu sama lain..


" OTW Maureer junior lagi nih!!"

__ADS_1


"yuhuuu... Happy life, happy family," seru mereka dengan wajah berseri satu sama lain.


......-End-......


__ADS_2