Romansa Sagara Dea

Romansa Sagara Dea
Romansa Sagara Dea 108


__ADS_3

Suara gencatan senjata terdengar memenuhi langit area markas tim elit bangsawan Eldrich.


Para penyusup telah bersembunyi di balik tembok besar dengan formasi kelompok mereka yang mematikan.


" Itu Kelompok Macron!! semuanya kabur!!!" ajudan tuan Eldrich berteriak panik saat menyadari formasi aneh itu.


Formasi pasukan khusus yang hanya di mengerti oleh kelompok Macron dan juga orang orang yang pernah bergabung dengan mereka.


Kekacauan terjadi, Gita tampak sangat panik, dia berlari sambil berteriak histeris saat Yefta mengejarnya dengan tatapan pembunuh.


" Pergi!!!! pergi kalian!!!" pekik Gita sambil menangis.


" Lepaskan putriku keparat sialan!!" teriak tuan Eldrich.


" heh!!! lihat sini!!!" teriak Dyroth sambil tertawa menyeringai.


Tuan Eldrich menoleh dan...


Baghh!!!


Pukulan dari sendal jepit Dyroth mendarat di wajah tuan Eldrich.


" Si.. sialan!!!" pekik pria itu sambil mengusap wajahnya dan betapa terkejutnya dia saat mencium bau busuk di wajahnya.


"Ba.. bau apa ini!" pekik tuan Eldrich sambil menatap gumpalan menjijikkan yang dia sapu dari wajahnya.


Dyroth tertawa terbahak-bahak," pftthhh bwhahahahahha...m tadi aku menginjak kotoran anjing, kena wajahmu yang seperti anjing bhahahahahah..... bau sekali!!!" Seloroh pria itu yang masih bisa tertawa di saat seperti ini.


huweekkk!!!


" Arkrhhh sialan... hukk... huwekkk!!!" Tuan Eldrich mual-mual, wajahnya pucat pasi, siapa sangka serangan paling mematikan dari Dyroth adalah serangan kotoran anjing.


"Dyroth kau masih bisa bercanda sekarang!?" Yefta menatap kesal pada pria itu.


Dyroth tertawa cekikikan, dia benar benar berhasil mengalahkan seorang pria licik dengan kotoran anjing.


Sungguh apes nasib tuan Eldrich dan Gita, mereka dibekuk begitu saja. Tapi jangan sebut Tuan Eldrich licik dan berotak ular, dia bisa melakukan apa pun untuk membalik keadaan.


Dyroth dan Yefta membawa kedua orang itu turun ke bawah. Mereka sebenarnya menunggu kedatangan pasukan dari kerajaan yang telah diberi kabar mengenai masalah ini.


Segala bukti sudah dikirim ke divisi keamanan kerajaan, siapapun yang ditemukan berkhianat dan terbukti menyerang keluarga pemegang pusaka, maka orang itu akan dihukum seumur hidup dalam penjara bawah tanah kerajaan.


Mati membusuk di sana tanpa bisa melihat sinar matahari lagi.


Tuan Eldrich memutar otaknya, dia tidak bisa ditangkap begitu saja sebelum semuanya jelas.


Mereka berdua ditarik keluar. Tuan Eldrich berpikir kalau anak buahnya pasti berhasil menghalau anak buah yang dibawa Yefta. Tetapi situasi di luar benar benar di luar perkiraan pria itu.

__ADS_1


" A.. apa-apaan ini!!!?" mata tuan Eldrich terbuka lebar. Seluruh anak buahnya, tim elit dibekuk dan diikat di tengah lapangan, dijejerkan bak tahanan.


"Wah sudah selesai rupanya!?" ucap Dyroth sambil meregangkan lehernya.


" Kak Dea cepat sekali!!" seru Dyroth.


Dea hanya mengangkat tangannya, perempuan itu bersama asistennya tengah memeriksa kondisi Albert saat ini.


Tuan Eldrich tampak tidak merasa bersalah. Sejak tadi gelagatnya.menunjukkan hal mencurigakan. Dia terus menerus menatap Albert dengan senyuman ipis di bibirnya.


" Heheheh... beberapa menit lagi, senjata manusia paling ampuh akan muncul, kalian semua akan mati di tangannya, hihihihi....." tuan Eldrich tersenyum licik.


Wajahnya seperti penyihir jahat yang tengah menyeringai dengan segala persiapannya yang matang.


Sekalipun Dea membawa pasukan besar, dia telah mempersiapkan sesuatu yang benar benar di luar dugaan semua orang.


Dia menatap Clara, Gita dan Alexander, ketiga anaknya yang selalu setia mengikuti nya.


Dia melemparkan pandangannya pada sepuluh orang anggota tim elitnya.


"Obat itu akan segera bereaksi, dan akan terjadi fenomena pasukan zombi yang tak akan pernah mati!!" tuan Eldrich duduk berlutut sambil tersenyum sinis.


Selama dua tahun terakhir dia sudah mempersiapkan segala bentuk rencana pemusnahan sisa keturunan bangsawan Yale dan juga pemusnahan keluarga utama Kerajaan di Eropa Barat.


Persiapannya dimulai puluhan tahun lalu dengan rencana besar.


Tuan Eldrich, tanpa segan menjadikan seluruh pasukan elit bahkan anak anak kandungnya sendiri sebagai media penelitiannya dengan menggunakan darah mendiang kedua istrinya sendiri.


Kematian istrinya bukan disebabkan penyakit atau kecelakaan seperti yang diketahui orang-orang. Rahasia besar dibalik kematian mereka adalah konspirasi dari kegilaan dan keserakahan tuan Eldrich.


Kedua istrinya menjadi kelinci percobaannya untuk menciptakan serum Zombi yang dapat menciptakan pasukan elit dengan kekuatan yang tak terkalahkan.


Mirisnya, tuan Eldrich telah memasukkan serum zombi itu menjadi suplemen utama yang dikonsumsi oleh sepuluh tim elit dan anak anaknya.


Melihat reaksi tun Eldrich, Yefta merasa ada yang tidak beres.


"Ada yang tidak beres dengan bajingan ini!!" batin Yefta.


Dia mengikuti arah pandangan tuan Eldrich. Dan dia dapatkan lah sosok Albert yang sedang diperiksa oleh Dea dan dokter pasukan Macron.


Tak butuh waktu lama, anak buah Yefta menghampirinya.


" Tuan ada masalah besar, markas ini adalah markas penelitian pil Zombi!!" bisik anak buah pria itu.


Mata Yefta membulat sempurna. Pria itu terkejut bukan main saat mendengar kenyataan itu.


Dia memasang wajah panjang. "Apa sudah kalian konfirmasi!?" tanya Yefta.

__ADS_1


Anak buahnya mengangguk sembari menunjukkan beberapa bukti.


" Sialan!!!"


" Anak buah di sini sudah mengonsumsi obat itu selama dua tahun terakhir, bukan hanya mereka, bahkan anak-anak pria ini juga mengonsumsinya, hanya tinggal menunggu waktu untuk bereaksi!!" jelas pria itu.


"Orang yang disana itu juga diberi pil ini, jelas sekali di dekat tiang ada pil yang berserakan!!" jelasnya lagi.


Yefta panik, dia menatap Dea yang kini berada dalam.posisi sangat dekat dengan Albert.


" Nyonya, ada yang aneh dengan tuan muda ini, dia sama sekali tidak berada dalam kondisi krisis, sudah terluka parah begini, di masih sadar bahkan.masih bisa berbicara!" bisik dokter itu dengan wajah pias.


Dea terhenyak," apa maksudmu!? kakakku pasti sangat kuat, iya kan kak!" ucap Dea sambil mengusap lengan Albert sambil tersenyum getir.


Albert menatap adiknya dengan mata berkaca-kaca," Ma... maafkan kakak... kakak tidak bisa melindungimu sampai akhir Dea... kakak... mengecewakan mu!!" ucap Albert dengan air mata mengalir.


Dia mengusap wajah Dea dengan lembut," Kakak tidak lagi bisa bertahan, sepertinya kakak akan berubah menjadi seperti keinginan bajingan itu," jelas Albert.


"Hahaha... A.. apa maksud kakak, kakak baik baik saja, kakakku sangat kuat dan sehat, KA baik baik saja kak!!" ucap Dea sambil menangis. Dia memeluk lengan Albert sambil gemetaran.


Albert menggelengkan kepalanya," Kondisi kakak semakin kuat, ini aneh dan tidak bisa dihindari, beberapa menit lagi, kami semua anak buah keparat itu akan berubah menjadi mayat hidup!" jelas Albert.


" Dia menciptakan pil Zombi, kalian harus segera kabur dari sini dan bakar tempat ini, itu satu satunya cara agar kalian semua selamat!" jelas Albert.


Benar sekali ucapan Albert, dia benar benar tampak bugar bahkan wajahnya tak lagi pucat.Wajahnya segar dan luka lukanya seolah sembuh dengan cepat.


" Ka...kakak... aku tidak mau, ayo kita pergi bersama!!" ucap Dea.


Albert menggelengkan kepalanya," Tidak!! kau harus cepat pergi, mereka mulai bereaksi, bau keringat manusia normal adalah incaran mereka!! Cepat pergi !!' ucap Albert yang tampak panik saat melihat beberapa ana buah yang dibekuk tergeletak di atas tanah pertanda obat akan segera bereaksi.


" Tidak kak! Kakak bagaimana!!" teriak Dea sambil menangis.


" Kau pergi, jaga keponakanku!! kau sedang hamil kan!?" tanya Albert.


" Bagaimana kau tahu?" tanya Dea.


" Bau keringat, detak jantung, aliran darahmu, ini efek pil itu, indera kami semakin tajam, bahkan tahu kondisi tubuh lawan, aku akan menghalau di sini, kalian cepat pergi!!!" Albert menarik Dea dengan wajah panik.


"Hey kalian, teman teman Dea, bawa dia dari sini!! CEPAT!!!' pekik Albert sambil menarik tangan Dea untuk berlari dari sana, karena efek obat itu sudah mulai berada pada puncaknya.


.


.


.


.

__ADS_1


Like, vote dan komen 🤗


__ADS_2