
“ Wahhh hari yang begitu cerah!” Seru Dea sambil merentangkan kedua tangannya menatap selendang biru yang terbentang luas di hadapan mereka di hiasi dengan buntalan buntalan kapas yang indah dan menawan.
“ Wahhh Cerah Sekali!” seru Lucy yang berdiri di samping Dea,
“ tentu saja!” Imbuh Anna sambil tersenyum.
“ Siang-siang begini enak makan es krim!” celetuk Ruka.
Ketiga gadis itu berdiri berbaris di depan rumah sakit sambil menatap jauh ke luar.
“ Nyonya Muda awas, jangan dekat dekat Anna dia belum mandi tiga hari!” teriak Sekretaris Lin yang sedang membawa barang barang tuan mudanya ke dalam mobil. Anna datang ke tempat itu sebagai teman baiknya Lucy Venxana dan tentu punya hubungan baik dengan Sagara dan teman-temannya.
“ Anna kau belum mandi?” Ruka, Dea dan Lucy menatap gadis itu dengan mata membulat sempurna.
“ Astaga, apa kalian percaya dengan kata kata si bodoh itu? “ Anna geleng geleng kepala seraya menepuk jidatnya.
“pffhttt hahhaha..” Dea dan kedua gadis itu tertawa cekikikan melihat wajah Anna yang kesal.
“ Lin dasar tuyul kurang asam, Siapa yang lima hari lalu menangis sesenggukan di pinggir kolam setelah mabuk dan menonton melodrama!!! Dasar tidak tahu malu, pecinta dangdut, sana kau joget joget di panggung!!” teriak Anna membalas perbuatan Sekretaris Lin.
Mendengar rahasia besarnya dibocorkan, Sekretaris Lin langsung berlari mengejar Anna dengan wajah kesal dan marah,” ANNA KAU SUDAH BERJANJI!!!” teriak pria itu dengan amukannya yang tak tertahan.
“ Wleekkk salah sendiri, dasar manusia kolot, tidur saja masih ngiler!!” teriak Anna semakin mengejek dan membuat panas hati Sekretaris Lin dengan teriakan mautnya.
Keduanya malah jadi kejar kejaran di halaman rumah sakit itu dan jadi bahan tontonan orang orang. Teman teman mereka tertawa melihat keduanya yang tak pernah bisa akur.
“ Kenapa mereka bisa sedekat itu? Apa mereka sepasang kekasih?” tanah dea pada Ruka dan Lucy.
“ Mereka bukan kekasih, tapi saudara kembar!” Imbuh Bima yang baru bergabung dengan mereka bersama Sagara dan Dokter Barak yang sudah menyelesaikan urusan mereka di rumah sakit itu.
“ Saudara kembar?” Dea berbalik dengan mata membulat sempurna tak menyangka dengan jawaban Bima.
Bima mengangguk sambil tersenyum,” yap, mereka bersaudara sama seperti aku dengan si jelek itu!” ucap Bma seraya menunjuk Ruka dnegan bibirnya.
“ jelek? Kau yang jelek dasar kurang ajar, adikmu sendiri kau ejek!” ketus Ruka.
“ Apa kau bilang aku jelek? Maka kau itu lebih jelek dari sekedar jelek, dasar kakak kurang ajar!” ketus Ruka dengan wajah cemberut.
Dea sangat terkejut, sampai dia tak bisa berkata kata setelah mengetahui hubungan orang orang di dekatnya itu. Dia tidak menyangka sama sekali kalau Sekretaris Lin yang super dingin dan kaku memiliki saudara kembar yang berbanding terbalik dengan dirinya. Lalu Bima dan Ruka, mereka memang memiliki karakter yang mirip, tapi kenapa Ruka menjadi pelayan di mansion?
“ Ruka adik Bima tapi kenapa bekerja jadi pelayan di mansion?”tanya Dea.
__ADS_1
Di saat yang sama Sagara datang dan menggenggam tangan Dea,” Karena aku yang memintanya untuk menjagamu,” ucap Sagara sambil tersenyum seraya mengecup punggung tangan istrinya dan menatapnya dengan tatapan penuh cinta.
Bima menatap keduanya, rasanya sesak dan sakit, tapi apa yang bisa dia perbuat sebagai pria yang jatuh cinta pada istri orang.
Bima tersenyum dan berharap akan kebahagiaan mereka meski hatinya terasa pedih. Melihat reaksi Bima, Lucy dan Ruka saling melirik lalu mendekati pria itu.
“ Kenapa? Ada yang panas kak? Sakit ya? Kasihan..” bisik Ruka dengan jahil.
“jaga ekspresinya kak, kelihatan banget,” bisik Lucy.
Bima memutar malas kedua bola matanya setelah mendengar ejekan kedua gadis itu.
"Dasar gadis gadis jelek cerewet!! diam kalian!!" Bima mengapit kepala kedua gadis itu di bawah ketiaknya.
Lucy dan Ruka hanya bisa meronta meminta tolong yang mana jadi mengundang gelak tawa di antara mereka.
Sementara itu, kediaman Adam Maureer tampaknya tidak setenang biasanya. Sejak semalam Adam tak bisa tidur memikirkan apa yang telah dia perbuat pada adiknya, Sagara.
Dia merasa dirinya yang dia anggap hebat dan memiliki kekuasaan besar ternyata hanya seorang bajingan yang merasa terganggu dengan keunggulan milik adiknya.
Hanya karena Sagara berhasil mendapatkan perusahaan, Adam marah tanpa sebab padahal Sagara juga mendapatkan nya dengan kerja keras.
" ADAM BERHENTILAH MONDAR MANDIR!" senggak Mike yang juga berada di kediaman adiknya.
" Aku kakak yang bodoh," ucap Adam dengan wajah lesu.
" Kau pikir kau sendiri? Aku juga bodoh!" Balas Mike dengan wajah lesu yang sama.
Keduanya duduk di sana sambil merenungkan sikap mereka terhadap Sagara, belum lagi saat mereka melihat dengan kedua mata mereka saat Sagara di bawa oleh petugas medis keluar dari gedung acara itu.
"Apa kau tahu dia memiliki trauma separah itu?" Tanya Mike pada Adam.
" Aku mana tahu Mike, ku pikir dia hanya sekedar takut karena pernah terjebak di sana, tak tahunya dia malah...." Adam menghela nafas dan berhenti bicara.
Mike menatap adiknya, " Kita sama sama bodoh, lalu bagaimana menyelesaikan masalah ini? Kita harus bicara pada Papa dan Mama " ucap Mike.
Adam mengangguk " tapi ku rasa dia akan sangat membenciku, aku hampir membunuhnya," ujar Adam.
"MEMBUNUH!? APA YANG KAU LAKUKAN BODOH!?" Mike terbelalak tak percaya.
Pria di hadapannya itu menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal sambil memasang wajah menyesal," Karena kesal aku menyewa preman untuk memberinya pelajaran," ucap Adam jujur.
__ADS_1
Bughh!!
Satu pukulan kuat mendarat di kepala pria itu," adikmu sendiri mau kau bunuh, apa kau sudah gila!? Apa otakmu sudah tidak berfungsi!? Dasar kau ini!!" Mike benar benar tidak habis pikir dengan tindakan impulsif adiknya.
"Ya aku tahu salah. Tapi dia juga kurang ajar pada Papa dan Mama, tapi mereka terus membelanya, aku hanya sedikit cemburu!" Ucap Adam dengan wajah cemberutnya.
" Cemburu!? Kau tahu tidak dia sudah keluar dari rumah saat usianya 17 tahun, saat dia remaja kehidupannya tidak bahagia seperti kita, dia terus membenci Papa dan Mama karena kejadian itu, dan memang salah Papa dan Mama juga yang egois waktu itu!" Ketus Mike.
"Ck... Aku tahu aku tahu!!" Kesal Adam.
"Makanya aku sedang memikirkan cara memperbaiki hubungan yang terlanjur rusak ini!!! Sana kau pulang, aku mau tidur. Kepalaku mau pecah!!" Adam berdiri dan langsung berjalan menuju kamarnya dengan wajah kesal.
Mike menghela nafas berat, dia memijit pelipisnya," Sagara.. Sagara... Sagara... Kau juga salah, kita semua salah!" Batin nya sambil menghamburkan tubuhnya di atas sofa dan berbaring di sana.
Haaaccuhhh!!!
Haaaccuhhh!!!!
"Sial, siapa yang membicarakan aku siang bolong begini!?" Celetuk Sagara yang Baru saja bersin.
" Apa kau flu? "Tanya Dea dengan penuh perhatian.
Sagara menggelengkan kepalanya," tidak apa-apa, aku baik-baik saja," jawab Sagara.
Keduanya sedang berjalan sambil bergandengan tangan di tengah taman kota yang indah. Suasana yang hangat dan pemandangan yang asri berhasil memanjakan mata para pengunjung taman itu.
Tak terkecuali Dea dan suaminya yang sedang kencan di sana setelah rahasia lama mereka dibongkar.
" Rasanya baru tapi seperti sudah lama," ucap Dea tiba-tiba.
"Mungkin karena kita baru mengakui semuanya," balas Sagara seraya menepuk pucuk kepala istrinya, hal yang sangat menyenangkan bagi Sagara.
Tanpa mereka sadari sejak keluar dari rumah sakit, ada beberapa pria yang mengikuti mereka dan saat ini sedang mengawasi mereka dari kejauhan .
"Itu perempuan yang dimaksud oleh bos, tetap fokus dan ikuti mereka!" ucap pimpinan orang-orang itu.
.
.
.
__ADS_1
like, vote dan komen 🤗