Romansa Sagara Dea

Romansa Sagara Dea
Romansa Sagara Dea 59


__ADS_3

Perjalanan kedua insan itu cukup hening. Tak ada yang berbicara, keduanya terlarut dalam pikiran mereka masing-masing.


Hari juga sudah mulai gelap, Sagara mempercepat laju kendaraannya hingga mereka tiba di mansion.


Gerbang utama dibukakan oleh penjaga, mereka disambut oleh para penjaga dan pelayan yang bertugas.


Jelas sekali para pelayan sedang bersembunyi di balik pilar pilar bangunan dan menatap ke arah kedatangan mereka dengan tatapan penasaran.


Mereka mengkhawatirkan keadaan nyonya muda kesayangan mereka. Mereka penasaran dengan apa yang tuan dan nyonya mereka lakukan.


Jika mengikuti Tempramen tuan muda mereka, maka pasti terjadi sesuatu yang buruk pada nyonya muda mereka.


Sagara menghentikan mobilnya tepat di halaman depan. Di menatap Dea yang sedang melamun di sampingnya.


Puk!


Tangan pria itu mendarat di pucuk kepala Dea, dan membuat gadis itu lagi lagi teringat dengan kebiasaan Teddy Bearnya.


Dea menoleh dengan wajah terkejut, menatap Sagara dengan tatapan tak percaya ,"Ka... kak... Ga.. Gara!?" ucap Dea dengan suara terbata-bata.


Gadis itu sedang memikirkan Gara, anak laki laki di masa lalunya.


Sagar tertegun, dia tersenyum tipis," Kita sudah sampai, kenapa kau melamun?" tanya Sagara.


" Ehh... maaf," ucap Dea dengan wajah panik. Dia buru buru mengusap wajahnya, bagaimana bisa dia berpikir kalau pria yang ada di sampingnya itu adalah Gara, cinta pertamanya?


Sagara melepaskan seat belt Dea, lalu mengambil paper bag berisi barang belanjaan mereka dari toko pakaian tadi.


" Jangan melamun lagi, kita akan berangkat jam 8 nanti, segera bersiap-siap!" ucap Sagara.


Pria itu keluar dari mobil lalu membukakan pintu untuk Dea.


" Ayo keluar, kenapa kau jadi gugup begitu?" tanya Sagara sambil menatap istrinya.


Dea terdiam seribu bahasa, dia memang sangat gugup. Akhir-akhir ini, berhadapan dengan Sagara sering kali membuatnya jadi salah tingkah.


"Si.. siapa yang gugup, dasar tiang listrik menyebalkan!!" ketus Dea seraya mendorong Sagara lalu keluar dari dalam mobil itu dengan wajah Cemberut


Dia mengambil paper bagnya dan berlari menuju Bangsalnya. Pipinya bersemu merah, jantungnya berdebar kencang tak karuan.


Sagara tersenyum tipis, dia menatap Dea dengan senyuman bahagia,"betapa beruntung nya diriku memilikimu Dea,"gumam Sagara.


"Malam ini akan ku jelaskan semuanya padamu, kau sudah jatuh hati pada Sagara yang di hadapanmu ini,"batin pria itu.


Para pelayan yang melihat mereka berdua berdiri di pojokan sambil senyum-senyum sendiri melihat tuan dan nyonya muda mereka yang begitu manis.


Asmara cinta telah muncul dan terlihat semakin jelas.


Siska dan Ruka berlari menuju bangsal nyonya muda mereka, untuk membantu gadis itu bersiap dalam acara malam ini.


" Nyonya muda, Siska dan Ruka di sini!" ucap keduanya sambil saling melirik dan mengulum senyum satu sama lain.

__ADS_1


Suara langkah kaki Dea terdengar, gadis itu buru buru membuka pintu, kepalanya menjulur keluar lalu menoleh ke sana kemari mengamati situasi," Aman!" seru gadis itu seperti penjahat kecil yang sedang berulah.


Grep!!


"Kalian berdua cepat masuk!" seru Dea sambil menarik tangan mereka berdua memasuki bangsal itu.


Ruka dan Siska tentu saja dibuat terkejut dengan apa yang barusan Dea lakukan.


Dea mengunci pintunya rapat-rapat, dia merasa kalau Sagara terus mengawasinya.


"Apa kalian melihat si tiang listrik.. em maksudku tuan muda kalian ?" tanya Dea.


"Tuan seperti nya berada di Bangsalnya nyonya, saya perhatikan tadi tuan muda terus menatap bangsal anda sambil tersenyum tipis," jelas Ruka yang menambah bubuk penyedap rasa dalam kata katanya.


" Benarkah Ruka ? aku tidak... hempkhh!" Mulut Siska langsung ditutup oleh gadis itu.


"Kau mana lihat, kau asik berlari tanpa memperhatikan sekeliling!" celetuk Ruka.


"Jangan membantahku. Ini untuk hubungan masa depan tuan dan nyonya!" bisik Ruka.


" Ehh.. heheh.. be.. benar nyonya, tadi tuan muda terus menatap anda, " ucap Siska sambil tersenyum.


Mata Dea berbinar-binar," benarkah!?" tanya gadis itu dengan wajah bahagia.


Ruka dan Siska mengangguk sambil tersenyum.


Pipi Dea berubah menjadi tomat merah segar. Dia benar benar gugup sekaligus salah tingkah, benar saja aura tuan muda Sagara telah berhasil menarik perhatian gadis cantik itu.


"Nyonya ada apa?" tanya Ruka.


Dea menggigit ujung jarinya," Umm... begini, aku punya seorang teman, akhir-akhir ini dia mulai jatuh hati dengan seorang pria, tetapi di sisi lain dia punya janji dengan cinta pertamanya, menurut kalian apa yang harus dia lakukan?" tanya Dea.


Ruka tersenyum tipis, dia sudah tahu kisah Sagara dan Dea karena Sagara secara khusus memberinya misi mencari seluk beluk Dea saat mereka bertemu dulu.


"Apakah pria yang membuatnya jatuh hati itu penuh perhatian, manis, sedikit menyebalkan, dan tampan?" tanya Ruka seraya menaikkan sebelah alisnya.


"Dia perhatian, apalagi saat dia memintaku untuk duduk saat kami mengantri es krim itu sangat manis, kadang sedikit menyebalkan tapi itu yang membuat jatuh hati, dan tentu saja tampan, siapa yang tidak tahu kalau tuan Sagara itu tampan!! hahahah... ha.. ha... ha... ups!" Dea terdiam saat dia malah keceplosan dan berbicara tentang dirinya.


Ruka dan Siska tertawa cekikikan melihat tingkah nyonya muda mereka. Jelas sekali kalau Dea telah jatuh hati pada tuan muda Sagara yang sejak awal sudah dia tetapkan sebagai musuh abadinya.


Siapa yang tahu, dia jatuh cinta kembali pada Sagara dewasa. Ikatan takdir mereka berlanjut hingga saat ini.


Ruka melihat kesempatan untuk menyampaikan maksudnya, " Siska, karena nyonya akan berangkat ke pesta malam ini, tolong ambilkan sepatu dan alat rias dari ruang penyimpanan, " ucap Ruka.


"Baiklah, aku akan cepat!" ucap Siska penuh semangat.


Kini hanya Dea dan Ruka yang ada dalam ruangan itu.


Ruka menarik tangan Dea dan mengajaknya duduk.


" Nyonya, apa anda masih menyimpan nama cinta pertama anda? " tanya Ruka.

__ADS_1


" Ru.. Ruka, masalah itu,"


"Jawab saja pertanyaan saya," ucap Ruka.


Dea mengangguk pelan sambil menunduk.


Ruka tersenyum tipis," Apa anda tidak merasa kalau sebenarnya anda telah bertemu dengan dia? bukankah anda mengalami sesuatu yang disebut Deja vu setelah tiba di mansion ini?" tanya Ruka.


"itu benar, tapi tidak mungkin!" ucap Dea.


Ruka mengeluarkan kertas berisi gambar wajah mengejek yang sering digambar Sagara kala hatinya sedang kalut.


"Lalu apa anda mengenali gambar ini?" tanya Ruka.


Dea menatap benda itu, jantungnya berdebar kencang. Dia juga pernah melihat Sagara menunjukkan gambar itu padanya.


"I..ini... ba..bagaimana bisa?" Dea terdiam.


Ruka mengangguk," Orang yang anda cari sudah ada di depan mata, bagaimana bisa anda tidak mengenalinya? " ucap Ruka.


"Setiap kali tuan dalam.kondisi buruk atau bahagia, dia akan duduk di paviliun taman belakang dan mencoret-coret gambar seperti ini hingga ratusan lembar kertas, sudah bertahun-tahun seperti itu, bukankah sudah jelas kode yang tuan berikan selama ini nyonya?" Ruka menaikkan sebelah alisnya.


Dea terdiam sejenak, beberapa kali Sagara sudah memberinya kode. Beberapa kali Sagara hampir menjelaskan hubungan masa lalu mereka, tetapi selalu gagal.


Pantas saja Dea selalu merasa tidak asing dengan semua perbuatan Sagara. Belum lagi penyakit jantung yang dialami Sagara dan perilaku aneh pria itu saat berpapasan dengan lift.


"Je.. jelaskan!" ucap Dea dengan suara terbata-bata.


" Saya tidak punya hak menjelaskannya nyonya, anda tinggal datang ke bangsal tuan muda, dan mendapatkan penjelasan di sana!" ucap Ruka.


Dea terhenyak, dia tidak menyangka kalau semua yang dia rasakan saat bersama Sagara memang perasaan yang sama saat dia mengingat Sagara muda.


" Awas kau nanti Kak Gara!!!" geram gadis itu karena merasa kalau Sagara tidak jujur padanya.


"Ruka, kau juga tahu!?" Dea menatap tajam gadis itu. Tatapan beringas yang malah membuat Ruka merasa sedang berhadapan dengan tuan muda Sagara.


Dea mencengkram bahu gadis itu," Siapa lagi yang tahu masalah ini!?" tanya Dea dengan nada dingin.


Glek!!


Ruka menenggak salivanya dengan kasar,"ha.. hanya saya dan tu.. tuan muda nyonya, saya tahu karena tuan meminta saya mencari latar belakang anda saat tuan pertama kali melihat anda di pesta ulangtahun tuan Eldrich!" jelas Ruka dengan suara gugup.


"Menyebalkan!! awas kalian nanti!" ketus gadis itu sambil beranjak dari kamarnya lalu berlari ke bangsal Sagara.


"Kenapa mereka semakin lama semakin mirip!? ini menyeramkan!" Ruka menggidikkan bahunya.


.


.


.

__ADS_1


Like, vote dan komen 🤗


__ADS_2