
Setelah mengunjungi dan berbincang dengan Adik iparnya. Yonatan bergegas ke bangsal tamu di mana kamar dia dan istrinya berada.
Dia sudah tahu semua informasi tentang Amira.
" Masa yang telah lalu akan ku tebus dengan janji masa depan yang pasti Amira, aku akan menjagamu dan keluarga kecil kita!" tekad Yonatan sudah bulat.
Meski belum dapat memastikan dia memiliki rasa cinta terhadap Amira,satu hal yang pasti adalah bahwa dirinya sedang berjalan mencapai tujuan itu.
Belajar mencintai Amira dan hidup berdampingan dengan istrinya adalah tujuan utama Yonatan saat ini.
"Bersyukur Sagara mengijinkan kami tinggal di sini, jika di mansion Lili, Amira hanya akan kesepian," gumam Yonatan.
Dia juga memiliki mansion nya sendiri, Mansion Lili adalah nama tempat tinggalnya. Berbeda dengan kediaman Sagara, mansion itu lebih seperti tempat pertemuan bisnis dengan rekan rekan dan anak buah Yonatan.
Jika menempatkan Amira di sana, takutnya musuh dalam selimut memanfaatkan keadaan dan menusuk mereka dari belakang.
Dengan tinggal di kediaman Sagara, Yonatan dapat menyelesaikan pekerjaannya yang tertunda, istrinya dalam keadaan aman bersama orang yang dia percaya.
Pria itu masuk ke dalam kamar. Di tatapnya Amira yang terlelap dengan tenang di atas kasur.
"Sejak kapan kau menjadi bagian terpenting di hidupku Amira? instingku untuk melindungimu semakin hari semakin kuat," gumam Yonatan yang merasa aneh dengan hatinya.
Namun saat ini pikiran Yonatan sedang fokus terhadap organisasi dunia bawah yang dia dan adiknya kelola bersama.
Kelompok dunia bawah yan menjadi pusat kekuatan perusahaan yang dipimpin oleh mereka masing-masing.
Kelompok ini dikena dengan nama tim Elf. Kelompok Elf yang dikenal dalam dunia bawah sebagai bom waktu yang tak bisa diprediksi akan meledak.
Mereka memberantas para pelaku kecurangan dan merampas seluruh aset milik musuh.
Harta yang dirampas tentu saja aset berharga yang menjadi barang selundupan, hasil korupsi dan aset aset yang diperoleh dengan cara ilegal.
Beberapa diantaranya akan mereka kembalikan jika tak ada resiko, dan sisanya akan disimpan dalam bank aset mereka.
Saat ini keadaan dunia bawah dalam posisi yang tidak bisa ditebak.
Beberapa musuh tampak diam tak berkutik, kelompok yang mereka serang beberapa waktu lalu kini tidak menunjukkan pergerakan sama sekali sejak kematian pemimpin mereka karena konspirasi internal.
__ADS_1
Yonatan takut, konspirasi itu malah menuduh Kelompok Elf sebagai pelaku di balik kematian misterius pemimpin grup Hanbu.
Pria itu duduk di kursi dalam ruang baca. Mengeluarkan laptop dan ponselnya untuk mengecek pekerjaannya.
Dia menghubungi seseorang di seberang sana.
" Apa kalian sudah menerima titah Sagara!?" ucap pria itu dengan tatapan mata tajam.
" Tim Elf sudah menerima perintah dari tuan Sagara, kami sedang melaksanakan misi," jelas orang itu di seberang sana.
" Apa ada pergerakan mencurigakan dari kelompok itu!?" tanya Yonatan.
" Sampai detik ini, mereka belum melakukan apa pun, sepertinya perkiraan tuan Sagara benar, kelompok itu akan Hiatus bertahun-tahun!" ujarnya.
" Ucapan kalian benar, pimpinan mereka baru saja meninggal, mencari pemimpin baru yang memiliki kekuatan seimbang sangat sulit, katakan pada Bima dan tim untuk mengosongkan basecamp sampai kami kembali, pastikan anak buah menutupi identitas masing-masing!" titah Yonatan.
" Baik tuan!" balas orang itu dengan tegas.
Yonatan mengeraskan rahangnya. Dia mengepalkan kedua tangannya dengan erat," jangan sampai mereka bergerak saat Sagara tidak aktif!" gumam Yonatan.
"Keamanan di sekitar Mansion juga harus diperketat, akan bahaya jika mereka sampai tahu identitas asli kami!" batin pria itu.
Dia duduk berjam jam di depan laptopnya, menatap benda itu dengan pikirannya yang berbelit-belit.
Yang paling dia takuti adalah keselamatan istrinya dan keluarganya akan terancam jika sampai dunia bawah mengenali mereka sebagai masyarakat biasa.
Sementara itu, Sagara tampak keluar dari Mansion Tulip bersama Bima dan Barak. Jubah serba hitam mereka kenakan. Keluar melalui pintu rahasia mansion luas itu lalu berangkat menuju markas kelompok Elf.
"Tuan, apa yang akan anda lakukan? jadwal operasi akan segera tiba, kesehatan anda terus menurun, sebaiknya serahkan masalah ini pada kami!" Bujuk Lin yang tak ingin tuan mudanya bekerja terlalu keras mengingat kondisi kesehatan Sagara sangat buruk.
“ Aku harus melihat mereka, anak buahku, tim yang aku didik untuk terakhir kalinya, entah aku akan mati di atas meja operasi,” ucap Sagara .
“ Bodoh! Kenapa kau bicara seperti itu!” senggak Bima tak senang.
Sagara menatap sahabatnya sambil terkekeh,” hahah... bukankah kau akan ada kesempatan mendekati Dea jika aku mati ?” ucap Sagara dengan nada bercanda.
“ Bangsat! Kau benar-benar mengesalkan , apa kau pikir aku pria seperti itu!” kesal Bima.
__ADS_1
Sekalipun terjadi sesuatu pada Sagara, Bima tak akan melakukan hal yang disebutkan Sagara tadi sebesar apa pun rasa sukanya pada Dea. Karena jelas dia ketahui kedua insan itu saling mencintai satu sama lain.
Mereka berangkat menuju markas besar kelompok Elf. Sagara mengirim beberapa informasi mengenai posisinya pada Yonatan, mereka merahasiakan ini semau dari pihak keluarga.
Dalam waktu satu jam mereka tiba di tempat yang dimaksud. Sebuah Paviliun raksasa yang dibangun di atas danau buatan tampak berdiri begitu kokoh.
Lampu-lampu bersinar terang, bangunan yang lebih tepat disebut tempat menenangkan diri daripada markas rahasia kelompok dunia bawah yang dikenal oleh semua orang.
Sagara dan teman temannya disambut oleh lusinan pria berbaju hitam. Mereka berjalan dengan gagah menuju aula utama Paviliun Elf.
“ Selamat datang tuan muda!” ucap mereka dengan nada serentak.
Sagara mengangguk,” Selamat malam semua, “ucap Sagara sambil duduk di atas singgasananya.
Seorang perempuan bertubuh tinggi bak atlet dengan proporsi menakjubkan berjalan ke hadapan Sagara untuk menyampaikan laporan.
“ Tuan muda, sesuai dengan perintah Anda, besok paviliun akan kembali beroperasi sebagai restoran Cina seperti pertama kali dibentuk, beberapa anak buah akan pulang ke kampung mereka masing-masing dan menjalankan usaha sesuai dengan perintah Anda, pos-pos penjagaan sudah diubah sesuai dengan perintah tuan dan sudah tersebar ke seluruh titik yang telah ditetapkan!” lapor Franda, asisten perempuan terhebat yang adalah kaki tangan Sagara bersama beberapa orang lainnya termasuk Ruka dan Bima.
“ Aku sudah tahu, selanjutnya urusan Elf ku serahkan pada kalian , sepuluh orang terbesar dalam kelompok, kepemimpinan setiap bagian kuberikan pada kalian untuk kalian pertanggungjawabkan sampai lima tahun ke depan !” jelas Sagara.
“ Dan yang terutama, misi paling penting yang harus kalian lakukan adalah melindungi Mansion Tulip dan semua orang di dalamnya terutama Nyonya Muda!” tegas pria itu.
“ Siap laksanakan Tuan Muda!” jawab mereka semua dengan serentak sambil berlutut penuh hormat diikuti oleh anak buah yang lain.
Kedudukan Sagara sebagai pendiri adalah yang tertinggi diikuti Yonatan sebagai orang kedua yang berkuasa di kelompok itu.
“ Siapa pun yang memberontak akan diberikan hukuman sesuai peraturan kelompok, ku ingatkan sekali lagi dan untuk yang terakhir kalinya, Jangan main-main denganku atau kau tidak akan hidup dengan tenang!” ucap Sagara.
“Siap, kami mematuhi perintah tuan muda!” seru mereka semau dengan lantang dan penuh kesetiaan.
.
.
.
Lke, vote dan komen
__ADS_1