Romansa Sagara Dea

Romansa Sagara Dea
Romansa Sagara Dea 61


__ADS_3

Untuk beberapa menit suasana mansion tampak tenang. Para pelayan telah kembali ke kamar mereka masing-masing dan bersiap untuk beristirahat setelah semua pekerjaan selesai.


“ Ruka, ikut aku!” ucap Dea sambil menarik tangan gadis itu keluar dari dalam bangsalnya.


“ kita mau ke mana nyonya? Dan kenapa Anda tidak ikut ke pesta bersama tuan muda?”tanya Ruka sembari menahan tangan Dea.


Dea menatap gadis itu,” biasalah si jago merah tiba tiba menyerang, sedikit keram tapi belum puncaknya!” celetuk Dea sambil menarik tangan gadis itu untuk mengikutinya.


Ruka paham maksud Dea, dia mengikuti gadis itu dengan polos tanpa tahu ke mana tujuan nyonya mudanya yang tengil itu.


“ kenapa kita ke bangsal tuan muda?” tanya Ruka.


“ Untuk memastikan sesuatu. Sepertinya kau tahu banyak , makanya aku membawamu, jika ada pertanyaan kau harus menjawab ku!” ucap Dea dengan tegas.


“ ta.. tapi nyonya....” Ruka terkejut.


“ Diam dan patuh, atau ku beritahu pada tuanmu kalau kau menolak permintaanku?” ancam Dea.


“tidak berani!” balas Ruka dengan cepat.


“Saya mana berani nyonya!” balas gadis itu lagi. Bisa ribet urusannya jika Dea sampai menghubungi Sagara saat ini.


Ruka menemani gadis itu memasuki bangsal Sagara. Pintu bangsal itu tidak dikunci sehingga Dea bebas memasukinya, tentu saja hanya Dea yang bebas. Meski bangsal terbuka, hanya orang orang tertentu yang bisa masuk ke sana. Sebuah peraturan tidak tertulis yang sudah harus diingat jelas oleh para pelayan jika tak ingin nyawanya melayang.


Dea melirik ke kanan dan kiri, hanya beberapa penjaga yang berdiri di sekitar sana, dia tersenyum jahil,” Ruka ayo temani aku!” ucap Dea sambil membuka pintu dan menarik Ruka masuk ke dalam bangsal Sagara.


Dia berjalan mengendap endap seperti seorang pencuri padahal tanpa harus berjalan seperti itu pun tak akan ada yang curiga padanya jika dia masuk ke dalam bangsal pemilik mansion itu.


“ Nyonya Anda tidak harus mengendap-endap seperti itu, Anda salah satu orang yang bebas keluar masuk bangsal ini bahkan menggunakan bangsal ini sesuka hati Anda,” tutur Ruka yang sedikit lelah dengan kelakuan absurd nyonya mudanya.


Dea berdiri sambil memasang wajah malu,” ekhm.. kenapa tidak bilang dari tadi, sadar menyebalkan!” celetuk Dea.


“ Hah... Anda benar benar!” Ruka memijit pelipisnya sambil geleng-geleng kepala menyaksikan kelakuan aneh gadis itu.


Ruka berdiri di sana sambil menatap apa yang dilakukan oleh Dea.

__ADS_1


Gadis itu mengelilingi ruangan besar yang hanya dipisah dengan rak buku, tirai panjang dan penyekat transparan. Dia mencari cari sesuatu di dalam sana.


“ pasti ada di sekitar sini!” batin Dea sambil menatap ke sana kemari.


“Ruka ceritakan bagaimana kehidupan tuan mudamu beberapa tahun belakangan ini!” ucap dea.


“ Emm saya tidak tahu banyak nyonya, kami bertemu sekitar 6 tahun yang lalu!” jelas Ruka.


“ tak apa, ceritakan yang kau ketahui saja, 6 tahun itu sudah waktu yang banyak untuk mengenal seseorang!” ucap Dea dengan gamblang.


Ruka memang tidak bisa menang jika berdebat dnegan nyonya mudanya,” Anda benar benar seseorang yang hebat bersilat lidah nyonya,” gumam Dea.


“ Apa Ruka? Aku tidak dengar dengan jelas!” teriak Dea yang sedang menyelinap ke bawah meja.


“ Astaga telinganya juga sangat tajam!” batin Ruka sambil mengelus dadanya berpikir kalau Dea benar benar mendengar ucapannya barusan.


Ruka menceritakan bagaimana kehidupan kosong Sagara selama bertahun tahun. Semua yang dia ketahui tentang kehidupan Sagara yang suram dia beberkan pada Dea.


Semua yang Sagara hadapi seorang diri serta seluruh usahanya menjadi pengusaha misterius sesukses saat ini.


Termasuk cita cita Sagara dan harapan besar pria itu terhadap jam tangan pasangan yang bisa mengontrol kesehatan pasangan masing-masing untuk mencegah tingkat kematian yang tak diinginkan.


Selain itu Sagara juga bermimpi menciptakan lingkungan ramah bagi para penyintas penyakit kronis terutama para anak yang menurutnya memiliki masa depan yang gemilang.


Dea mendengarkan semuanya secara terperinci sambil membuka semua rekam medis yang dai temukan di laci pria itu. Selain rekam medis, Dea juga menemukan botol obat kosong yang ditumpuk sebagi bukti sudah berapa lama pria itu hidup hanya dengan mengandalkan obat obatan.


Dea menatap semuanya dengan tangan bergetar. Dia menatap foto foto yang dai temukan sebelum dan sesusah sagara mengalami obesitas, dan pria itu ternyata masih menyimpan buku catatan Dea dan foto yang disimpan gadis itu di sana. Bahkan Sagara memiliki foto masa kecil Dea di kamar itu, semuanya disimpan dengan rapi.


Dea terdiam membeku, dia mengerti satu hal. Dari sikap Sagara, Dea yakin pria itu menyembunyikan identitasnya karena penyakit kronis yang dia derita.


Jantung Dea berdegup kencang,dia sangat hapal sifat pria itu, sejak remaja, Sagara paling benci seseorang yang dekat dengannya karena unsur kasihan, dia tidak ingin merepotkan orang lain.


“ Kenapa kau menutupinya dan menanggung semuanya sendirian bodoh!” batin Dea sambil mencengkram semua rekam medis keadaan jantung Sagara saat ini.


Dea menyimpan semuanya kembali dengan rapi. Dia telah menemukan Teddy bearnya yang hilang, dia telah menemukan cinta pertamanya yang ternyata sekali lagi membuatnya jatuh cinta.

__ADS_1


Air mata Dea mengalir, dia benar benar tidak menyangka takdir begitu baik mempertemukan mereka kembali. Sagara telah menarik Dea dari kehidupannya yang pahit di kediaman bangsawan Eldrich dan kini saatnya bagi Dea membalas perbuatan baik suaminya.


“ Ruka ambilkan kunci mobil!” ucap Dea pada gadis itu.


“ Nyonya mau ke mana?” tanya Ruka.


“ Ke hotel Maureer tempat tuan berada, aku istrinya, aku harus mendampinginya, cepat!” titah gadis itu sambil menyeka kedua matanya.


Ruka patuh dan mengambil kunci mobil untuk nyonyanya. Dengan cepat Dea mengganti pakaiannya dan berubah menjadi nyonya muda yang elegan untuk membayangkan nama suaminya.


Tak butuh waktu lama, gadis itu selesai dan menjumpai Ruka di halaman depan,” mana kuncinya,” ucap Dea.


“ apa Anda akan menyetir, biar saya saja nyonya,” ucap Ruka.


“ biar aku saja, kau lanjut keterangan soal tuan muda juga keluarganya!” ucap Dea.


Keduanya berangkat dari sana, dengan hati yang bergetar, dea melaju memecah jalanan kota sambil mendengar penjelasan tentang Sagara dan juga hubungan buruk pria itu dengan keluarganya.


Dea mendengar dengan seksama, sesak hatinya saat dia tahu perbuatan bejat saudara saudara Sagara terhadap pria itu. Dia juga tahu rasanya, dikucilkan keluarga sendiri bahkan lebih tahu rasa sakit itu dari orang lain.


Air mata Dea tak berhenti mengalir, dia sangat ingin memeluk Sagara, 'Teddy Bear'-nya yang dia cintai.


"Ruka, coba hubungi Lin, sejak mereka pergi perasaanku tidak enak, tanyakan kondisi tuan muda!" ucap Dea sembari menyeka air matanya.


"Baik Nyonya," ucap Ruka.


.


.


.


.


Like, vote dan komen 🤗

__ADS_1


__ADS_2