Romansa Sagara Dea

Romansa Sagara Dea
Romansa Sagara Dea 64


__ADS_3

Dokter Barak dan anak buah Sagara membawa pria itu keluar dari gedung atas perintah Dea. Gadis itu masih tinggal di dalam gedung tersebut.


Sekretaris Lin dan Bima berdiri di samping Dea dengan mulut terbungkam. Mereka berada di lantai kedua, tepat satu lantai di atas aula acara.


Dea menarik nafas dalam-dalam, meredam kemarahannya dan berusaha untuk tetap tenang. Orang yang tidak mengenalnya hanya tahu kalau dia seorang gadis lemah yang tidak bisa apa-apa.


Namun di balik sisi dirinya yang disebut lemah dan pembawa sial, orang terdekatnya tahu sosok perempuan menyeramkan seperti apa yang ada di balik wajah cantik itu.


"Nyonya..."


"Diam kau!" bentak Dea dengan tatapan penuh amarah terhadap Lin.


Gadis itu mengeraskan rahangnya, dia benar benar sangat marah saat ini.


"Kalian bahkan tidak bisa menjaganya dari orang-orang itu!? kenapa kalian membiarkan dia bertengkar dengan saudara-saudara nya yang gila itu!?" Dea mengamuk.


" Dea tenanglah dahulu, ini semua sudah ada dalam rencana Sagara," jelas Bima.


Mendengar kejadian ini adalah rencana Sagara tentu saja membuat Dea terkejut tidak percaya. Bagaimana mungkin seseorang merencanakan bahaya atas dirinya sendiri.


" Rencana apa!? apa dia sudah gila sampa merencanakan kecelakaan untuk dirinya sendiri!?" Dea menatap Bima dengan tatapan heran.


" Benar nyonya, ini semua sudah direncanakan oleh tuan muda sejak jauh hari, kami hanya bisa menurut, anda tahu sendiri tempramen tuan muda," jelas Lin.


Keributan hari ini memang sudah direncanakan oleh Sagara dengan resiko tinggi kalau dia akan berhadapan dengan traumanya sendiri.


Itu sebabnya dia meminta Dokter Barak untuk mempersiapkan pertemuan dengan dokter Arthur, dokter spesialis jantung yang merawatnya selama ini.


Sagara tidak bisa dibantah, Sekretaris Lin, Bima dan Dokter Barak bahkan tak bisa melarang tindakan gila pria itu. Demi menyakiti hati kedua orangtuanya, demi mengingatkan mereka akan luka masa lalu yang tak kunjung hilang, Sagara rela membuat dirinya dalam keadaan bahaya.


Bima dan Lin menjelaskan semuanya dengan detail pada Dea. Hal ini tentu saja menjadi kejutan besar bagi gadis itu. Tidak pernah dia sangka kalau Sagara akan melakukan hal senekat ini untuk membalaskan dendam pada ayah dan ibunya.


Dea menghela nafas kesal," Kita ke rumah sakit!" ucap Dea.


Mereka turun ke lantai satu. Berjalan dengan cepat tanpa peduli dengan tatapan orang-orang yang penasaran dengan sosok Dea, perempuan yang berani meneriaki kedua putra keluarga Maureer.


Gadis itu berjalan tergesa-gesa, hingga dia mendapati Anna dan Lucy yang berjalan menjauh dari acara itu.

__ADS_1


" Lucy!? Anna? mereka di sini, apa yang terjadi pada Lucy!?" tanya Dea saat melihat Lucy tampak pucat dan lemah.


" Mereka juga tamu undangan nyonya," ucap Sekretaris Lin.


" Lin bawa mereka, aku akan berangkat bersama Ruka dan kak Bima!" ucap gadis itu.


" Baik nyonya!"


Sekretaris Lin menghampiri Lucy dan Anna seperti perintah nyonya mudanya. Ruka dan Bima mendampingi gadis itu menuju rumah sakit mengejar mobil Barak yang membawa Sagara.


Dea melangkah dengan cepat, namun suara seseorang menghentikan langkah kaki mereka.


" Tunggu dulu!"


Belum mereka keluar dari gedung itu mereka dihentikan oleh suara tuan Maureer.


Mereka berbalik dan mendapati tuan besar Maureer dan Istrinya berjalan menghampiri mereka.


" Apa kau..."


"Saya istri tuan muda Sagara," ucap gadis itu lagi seraya melirik Gita yang berdiri di antara orang-orang itu. Adam dan Mike juga di sana menatap Dea dengan tatapan aneh.


" Apa benar ini anak bungsu di keluarga kalian!? kenapa dia berbeda dengan kalian!?" bisik Adam ke telinga Gita.


" Justru karena berbeda lah menunjukkan statusnya sebagai pembawa sial!" balas Gita dengan sinis.


Nyonya Maureer dan tuan Maureer serta anggota keluarga yang lain cukup terkejut dengan sosok sebenarnya dari Dea yang disebut si pembawa sial dari keluarga bangsawan Eldrich.


Siapa yang menyangka sosok pembawa sial itu adalah gadis muda yang cantik dan berwibawa.


"Nak, kami adalah mertuamu, sungguh senang bisa bertemu dengan kamu, maaf karena pertama kali datang ke acara keluarga malah melihat pemandangan seperti tadi," nyonya Maureer menggenggam tangan Dea.


"Saya tahu nyonya, maka lain kali saya tidak akan datang ke acara seperti ini, " Dea menatap ke arah Mike dan Adam.


"Bagaimana mungkin kalian tidak tahu akan traumanya, dan dengan bodohnya mengantarkan nyawa adik kalian sendiri ke jurang kematian dengan mendorongnya ke dalam lift!" sindir Dea sembari melepaskan genggaman tangan nyonya Maureer dari tangannya.


Tentu mereka semua terkejut. Mereka pikir, Sagara hanya punya ketakutan kecil terhadap lift karena kejadian di masa lalu.

__ADS_1


Mike dan Adam tak tahu kalau saudaranya tidak bisa menaiki lift.


"Tuan, nyonya saya harus menemui suami saya, ke depannya mari kita tidak saling bertemu jika masih menyimpan kebencian tak beralasan, padahal punya saudara tapi seolah tak punya, seharusnya kalian kakak kakaknya yang melindunginya, tapi kalian malah hampir membunuhnya!" ucap Dea dengan nada dingin.


Gadis itu pergi begitu saja. Tuan Maureer, istrinya dan kedua anaknya tak bisa berucap lagi. Di depan mata mereka, jelas mereka melihat bagaimana Sagara terkapar saat dilemparkan ke dalam lift.


" Apa yang sudah aku lakukan?" gumam Mike seraya menatap tangannya sendiri.


Adam sendiri hanya terdiam membisu, memandangi kepergian Dea tanpa mengatakan satu kata pun.


"Tuan, bagaimana rencana kita? apa semua sudah disiapkan? aku akan membawa Dea kembali ke kediaman bangsawan Eldrich," bisik Gita seraya mengelus lengan Adam Maureer.


Ptas!!


Pria itu menepis tangan Gita,lalu menatapnya dengan tatapan penuh kebencian, " Kau mau mati!?" ucap Adam dengan suara gertakan gigi yang sangat menyeramkan.


Nyali Gita seketika menciut. Dia terdiam di tempat setelah dibentak oleh Adam.


Pesta ulangtahun yang seharusnya menjadi hari bahagia, melah berubah menjadi malam penuh duka. Satu fakta baru tentang Sagara yang tidak mereka ketahui bertahun-tahun akhirnya terungkap.


" Pa... jadi ini alasan seluruh perusahaan milik Sagara dipasang eskalator di dalamnya? bagaimana dia melewati itu semua selama ini!?" nyonya Maureer menangis.


Tuan besar Maureer hanya bisa merangkul dan memeluk istrinya. Kesalahan mereka telah menghancurkan kehidupan putra mereka. Kesalahan mereka telah merusak hubungan anak anak mereka.


Mike dan Adam keluar dari gedung itu dengan perasaan bercampur aduk. Ucapan Dea tadi seolah melibas hati mereka dan menghancurkan mereka hingga berkeping-keping.


Selama ini mereka membenci Sagara karena menjadi pembangkang tanpa tahu alasan di baliknya. Selama ini mereka tidak mempedulikan Sagara karena pria itu selalu mengungguli mereka.


Rasa bersalah menggerogoti hati kedua pria itu. Hanya karena rasa marah dan ego sesaat, keduanya melupakan hubungan darah dan ikatan saudara yang ada di antara mereka.


.


.


.


Like, vote dan komen 🤗

__ADS_1


__ADS_2