Romansa Sagara Dea

Romansa Sagara Dea
Romansa Sagara Dea 93


__ADS_3

Lucy berlari keluar dari dalam mobil dan menghampiri Dea dan Yefta.


"Hentikan kak, me.. mereka orang orang yang kusebutkan itu, yang menjagaku dari penguntit!" jelas Lucy sambil menatap Para pria berbadan kekar dengan wajah garang itu.


"Cihh... sialan!" umpat Yefta.


"Nona Lucy, maaf atas ketidaknyamanan ini, tapi seperti yang anda katakan, kami menjaga anda dari orang orang berpengaruh buruk seperti mereka ini!" ucap pria yang kerap disapa Black itu.


Dea dan Yefta merasa geram dengan kata kata sarkas pria itu.


" Kau!!!"


"beraninya kau keparat!!" Geram Yefta yang kesabarannya sudah habis.


"Kalau begitu kembalilah, aku lebih percaya dengan mereka daripada kalian yang tidak ku kenal, ke depannya jangan melakukan hal ini lagi!" ucap Lucy sambil memeluk lengan Dea.


" Tapi nona, tuan kami melakukan ini untuk melindungi anda," ucap Black.


"Aku tidak mengenal kalian maupun tuan kalian, cukup sampai di sini. Kalian justru membuatku tidak nyaman karena mengikutiku setiap waktu!" ucap Lucy.


" Sudahlah, kita pergi saja kak, maaf membuat kalian kewalahan," ucap Lucy.


"Tunggu dulu!" Dea menahan tangan Lucy dan menatap gadis itu seraya memicingkan kedua matanya.


" Apa kau benar benar tidak mengenal mereka!?" tanya Dea.


Melihat reaksi Black dan anak buahnya membuat Dea penasaran dengan siapa sebenarnya sosok di balik kelompok itu, dan apa hubungannya dengan Lucy sampai orang itu mengirim lusinan anak buah untuk menjaga Lucy.


"Aku tidak kenal satu pun dari mereka, tetapi wajah mereka sering berkeliaran di sekitar ku kak, " jelas Lucy sambil menatap mereka dengan tatapan takut.


Jelas saja dia takut, pri berbadan besar itu selalu berada di sekitarnya. Meski dia aman dari celaka, siapa yang tahu apa tujuan para pria itu ?


"Katakan siapa yang mengirim kalian!?" ucap Dea sambil bersedekap dada menatap Black dan anak buahnya.


"Kami tidak dapat memberitahu kalian, lagipula kau siapa!? jangan sok memerintah dasar gadis kecil!" ketus Black yang angkuh.


" Kau!! mau cari masalah denganku keparat!!" umpat Yefta yang tak suka saudaranya di perlakukan buruk.


Dea menatap Black dengan tatapan tajam.


"Organisasi mana!? bos yang mana!? jika tak kau katakan jangan harap bisa melindungi gadis ini!! kami akan menganggap kalian musuh jika tidak mengatakannya sekarang juga!!" geram Dea.


"Jika sampai aku melihat anggotamu di sekitar Lucy, maka jangan salahkan aku mengirim kepala mereka ke tempat di mana kalian berdua!!!" ancam Dea.


Perempuan itu benar benar mendominasi bahkan sampai membuat Black dan anak buahnya terkejut. Mereka juga sudah menyaksikan keahlian bertarung Dea, jelas sekali perempuan itu sosok yang misterius dan belum pernah ditemui dalam dunia persilatan.


Jarang ada wanita dengan kemampuan bela diri sehebat Dea.

__ADS_1


"Kau bukan siapa siapa, jangan mencoba mengancam kami, kau atau siapapun yang ada di kelompokmu tak akan bisa menahan kami!!!" ucap Black dengan nada angkuh dan masih menatap Dea dengan tatapan merendahkan.


"Kau..!!" Dea menghardik pria itu.


Tetapi di saat yang sama tiba tiba seorang pri menghampiri mereka. Wajah berkharisma, tubuh tegap berotot dengan pakaian kasual berwarna cerah menghampiri Black.


Pletak!!!


"Kalau bicara jaga mulutmu Black bodoh!!!' umpat pria itu sambil memukul kepala pria itu.


"Siapa yang berani memukulku!!" teriak Black sambil berbalik dan...


" Tu.. tuan!!!" Black terkejut bukan main saat melihat tuan mudanya, Dyroth Michael berdiri di belakangnya sambil menatapnya dengan tatapan tajam mengintimidasi seperti yang diberikan Dea pada dirinya..


"Mau bicara apa bodoh!? kau tidak tahu sopan santun!!" ucap Dyroth tak senang.


Dari wajahnya, kelihatan jika dia kesal mendengar kata-kata kasar yang dilontarkan Black pada Dea.


"Tapi tuan, perempuan bodoh ini berani mengancam kit, seandainya dia tahu siapa Kuta, mulutnya yang pedas itu pasti tak bertahan lama!!" protes Black.


bughhh!!!


Dyroth memukul perut Black sambil tersenyum kikuk menatap Dea dan Lucy bergantian.


" Diam kau!" senggak Dyroth.


Belum sempat mereka masuk ke dalam mobil, Dyroth menghentikan mereka.


" Nona Lora maaf atas ketidaknyamanan ini! anak buahku sudah menyinggung bos besar Macron, ini salahku tidak mendidik nya dengan baik!" ucap Dyroth sambil membungkuk hormat.


Seketika semua orang terdiam membeku. Apalagi Black yang baru saja berkata kasar terhadap Dea yang dikenal sebagai nona Lora pimpinan kelompok Macron yang misterius.


Dea terhenyak, Yefta dan anak buah mereka juga cukup terkejut karena Dyroth mengetahui identitas mereka.


Dea berjalan menghampiri pria itu dan menatapnya dengan tatapan tajam," Ikut aku!!!" Dea menarik pria itu masuk ke dalam mobil Van miliknya.


Yefta dan Lucy juga masuk ke dalam mobil itu.


Bam!!


Pintu mobil ditutup dengan kasar.


"Apa dia adalah nona Lora dari Macron!?" mata Black membulat sempurna sambil menatap ajudan dan anak buah Dea yang berbaris rapi di sekitar Van tersebut.


" Bukankah kau sudah mendengar nya dengan jelas? siap siap menemui ajalmu!" ucap Ajudan Yefta dengan nada kesal.


Glek!!!

__ADS_1


Black dan anak buahnya menenggak saliva mereka dengan keras. Bagaimana bisa mereka berhadapan dengan sosok pemimpin dari Macron yang terkenal misterius dan jarang muncul. Hanya beberapa orang saj yang tahu identitas asli Dea dan Yefta.


"A.. apa pia di sampingnya itu adalah Tuan Dave? si pembunuh tanpa suara!?" tanya Black.


Ajudan dan anak buah Macron mengangguk serentak.


Semakin lemaslah kedua kaki Black saat mendengar kenyataannya. Dia benar benar berada dalam masalah besar, bagaimana bisa dirinya menantang dua pimpinan maut yang terkenal di dunia bawah.


" Ma.. mati aku!!" ucap pria itu yang terjatuh ke atas tanah dengan wajah pucat pasi sambil menatap mobil Van itu.


Sementara itu di dalam mobil, Dea dan Yefta menatap tajam pada pria yang duduk di depan mereka itu. Sedangkan Lucy berlindung di samping kakaknya.


" Siapa kau!? tidak sembarang orang mengenaliku! apa kau anggota organisasi besar? pernah bertemu dalam pertemuan internasional? atau kau pernah menjadi lawanku!?" tanya Dea dengan tatapan tajamnya.


Dyroth tersenyum," Saya bukan orang penting atau orang jahat nona, saya Dyroth Michael, orang biasa dari dataran tengah Tiongkok," jelas pria itu sambil tersenyum.


"Dataran tengah!?" Dea menyerngitkan keningnya sambil menatap Yefta.


Dia sangat familiar dengan kata kata itu. Dea mencoba mengingat,dia menatap wajah Dyroth dengan teliti.


"Aku pasti akan menemukanmu kak Dea!! kita pasti akan bertemu dan berduel di arena!!!" ucap Dyroth sambil menatap Dea dengan senyuman di wajahnya. Senyuman tampan yang tak pernah dia tunjukkan pada orang lain.


Seketika Dea terdiam, dia menatap pria itu dengan mata membulat.


" Kau!??" Dea mengangkat kedua alisnya, sontak dia menarik kerah baju Dyroth dan menatapnya dengan lebih dekat.


" Kita bertemu lagi Kak Dea!" seru Dyroth sambil tersenyum.


" Yaakk!!!! Bocah nakal apa yang kau lakukan di sini!!!!" pekik Dea dengan wajah terkejut bukan main saat dia menyadari siapa yang ada di hadapannya itu.


" Heheheh.... aku merindukanmu kak!!" seru Dyroth dengan senyumannya yang tampan.


Bughh!!! Bughh!! Bughh!!


"Dasar keparat! Ke mana saja kau selama ini bodoh, aku mencarimu ke mana mana, bocah tengik sialan kenapa rupamu banyak berubah, sejak kapan kau jadi setinggi ini!!!" Dea memukuli pria itu.


" Arkhh sakit kak hentikan. aku salah!! aku mengaku salah!!!" teriak Dyroth sambil tertawa.


"Masih bisa tertawa, ku habisi kau Dyroth!!!" kesal Dea sambil memukuli pria itu.


Yefta dan Lucy saling menatap satu sama lain seraya memiringkan kepala mereka," Mereka saling kenal!?" ucap keduanya dengan wajah heran.


.


.


.

__ADS_1


Like, vote dan komen 🤗


__ADS_2