Romansa Sagara Dea

Romansa Sagara Dea
Romansa Sagara Dea 95


__ADS_3

Takdir memang tak bisa ditebak sama sekali. Orang-orang yang bertemu hari ini memiliki masa lalu yang menyakitkan bahkan sangat ingin mereka hapus dari memori mereka.


Kehidupan mereka sangat kelam, masa lalu mereka menyakitkan sampai membuat mereka tak ingin mengingatnya.


Dyroth, Dea dan Lucy berjuang keras untuk mengubah garis hidup mereka dan kini mereka berhasil mengubah hidup mereka, membawa jalur kehidupan mereka menuju jalur yang sesuai dengan keinginan mereka, jalur yang membuat mereka bahagia dan merasakan kebebasan yang mereka dambakan.


“ Apa kau yang menjagaku selama bertahun tahun ? sejak karirku dimulai?” tanya Lucy sambil menatap Dyroth dengan penasaran.


Dyroth mengangguk sambil tersenyum,” aku orang yang tahu balas budi, aku akan menjagamu sama seperti kau menyerahkan nyawamu hanya untuk menyelamatkanku saat itu, maaf tidak memberitahumu, tapi kita beberapa kali bertemu dan kau sama sekali tidak mengenaliku,” jelas Dyroth dengan jujur.


“ Maaf, aku benar-benar tidak mengenalimu setelah dewasa,” balas Lucy sambil tersenyum kikuk.


Dea menatap Dyroth dan Lucy. Dia bisa melihat tatapan Dyroth terhadap Lucy sangat berbeda. Dyroth menatap Lucy dengan wajah berbinar binar dan penuh semangat. Bahkan terlihat sekali dari kedua netranya bahwa setiap melihat Lucy pria itu bahagia.


Senyum Dyroth juga melambangkan sesuatu yang lain, sesuatu yang berhubungan dengan perasaan antara pria dan wanita dewasa.


“ Sepertinya Dyroth menyukai Lucy, untuk sementara akan ku cari tahu dulu kehidupan bocah ini, jika dia aman, maka tak ada salahnya mempercayakan Lucy pada Dyroth!” batin Dea dengan rencana besarnya.


“ Dyroth, aku ingin bicara banyak denganmu, adakah waktumu untuk ikut denganku ke kediaman kami?” tanya Dea.


Dyroh menatap guru sekaligus kakaknya,” Sepertinya akan jadi pembicara yang panjang, malam ini aku ada acara penting, bagaimana kalau kita bertemu tiga hari lagi, aku bisa menceritakan semuanya padamu, kualifikasiku dan kelayakanku untuk menjaga nona lucy!” ucap Dyroth blak blakan.


Dia sangat mengenal Dea, dia tahu jalan pikiran perempuan itu. Dea bukan orang yang begitu saja menyerahkan keselamatan seseorang pada orang lain sekalipun orang itu sangat dia percayai.


“ Kau benar benar bisa membaca isi pikiranku, baiklah tiga hari lagi datanglah ke kediaman kami, tak perlu ku beritahu alamatnya kan? “ ucap dea.


Dyrtoh mengangguk,” akan ku penuhi kak, kita sepertinya akan berbincang banyak tentang masa lalu, sekarang dan masa depan,” ucap Dyrtoh.


“ Baiklah, kembalilah, aku juga harus melakukan urusanku,” ucap Dea.


“ kakak mau ke mana? Aku menumpang dengan kalian boleh, kita sambil berbincang sedikit,” ucap Dyroth.


“ ke rumah sakit, kau mau ikut?” tanya Dea.

__ADS_1


“Rumah sakit? Siapa yang sakit,apa perempuan yang sedang tidur itu?” tanya Dyroth seraya menatap Ruka yang terlelap di bangku belakang.


“Bukan, aku mau melihat keponakanmu,” ucap Dea sambil menepuk perutnya.


Mata Dyroth membulat,” kakak sedang mengandung? Siapa suamimu kak? Memangnya ada yang mau pada preman seperti kakak, atau kalian berdua...” Dyroth menunjuk Dea dan Yefta .


Plakk..


Dea memukul kepala pria itu,” dasar bodoh, kau pikir tak ada yang mau denganku? Dasar kurang ajar! Dan dia bukan suamiku, dia saudaraku bodoh!” kesal dea sambil menatap Dyroth.


“ Heheheh.. maaf maaf, lalu bayi siapa itu, siapa pria bodoh yang mau menikahi preman jembatan ini?”celetuk dyroth.


“ kakak gadis penyelamatmu, kami menikah beberapa bulan lalu tapi sudah kenal belasan tahun,” jelas Dea.


“ Ohhh kalau begitu kita akan jadi saudara ipar!” celetuk Dyroth sambil tertawa nakal.


“ jangan harap!” ketus Dea.


“ Lalu di mana kakak iparku? Kenapa dia tidak menemanimu? Bukankah kalian harus cek kandungan bersama? Kenapa kau seorang saja? Apa dia jahat padamu? Atau dia pria penyakitan yang tak berani mendampingimu?” celetuk Dyroth.


“ Ehh... apa aku salah bicara?” Dyroth menutup mulutnya sambil menatap Dea yang kini berwajah cemberut.


“ Ck... dasar bocah menyebalkan, kau merusak moodnya!” kesal yefta.


Dyroth segera menutup mulutnya,” maaf,”ucap pria itu.


Dea menghela nafas,” kau sebaiknya diam saja dan jangan banyak bertanya dasar bocah tengik! Kau ikut atau tidak, jika tidak segera keluar sana!” ketus Dea.


“ikut, aku ikut, aku akan duduk dengan tenang dan diam, “ ucap Dyroth sambil duduk diam dengan patuh.


“Kakak iparmu memang sedang sakit, tapi dia bukan pria yang tidak bertanggungjawab, jangan sembarang menebak!” ucap Dea.


“ baik kak!” jawabnya lagi.

__ADS_1


Dea menatap Dyroth, pria itu masih anak yang patuh dengan kepribadian yang hangat,” dia masih sama, syukurlah, aku juga tak bisa mengawasi Lucy 24 jam penuh, jika menyerahkan Lucy padanya pasti akan aman!” batin Dea yang kini bisa setidaknya bernafas lega karena ada yang menjaga Lucy.


“ Pak kita lanjut ke rumah sakit!” ucap Dea.


Mereka melaju menuju rumah sakit, anak buah yang berada di luar di perintahkan untuk kembali ke markas masing-masing. Sebenarnya Dyroth ingin segera bercerita dan mengungkapkan semuanya di depan Dea. Tetapi akan lebih baik jika mereka menghabiskan lebih banyak waktu untuk bercerita.


Sementara itu, perjalanan Sagara tampaknya berjalan dengan lancar. Dia masih di pesawat bersama orang-orangnya dalam perjalanan panjang menuju negara di mana dia akan tinggal untuk sementara waktu berpisah jauh dari istri dan keluarganya.


Sagara menatap jauh ke arah langit yang cerah. Dia menatapnya sambil tersenyum seolah dia tengah menatap wajah istrinya yang sudah dia rindukan.


“ Lin, aku ingin menjadi seorang ayah!” ucap Sagara tiba tiba.


Mereka yang mendengar ucapan Sagara cukup terkejut. Sekretaris Lin yang duduk di kursi tepat di sampingnya langsung menatap tuan mudanya.


“ Anda pasti akan jadi ayah yang hebat tuan muda,” ucap Lin mendukung keinginan Sagara.


“ Barak, Dokter Arthur, apa aku punya kesempatan untuk menjadi seorang ayah? Sedang penyakitku kini menggeroggoti tubuhku?”tanya Sagara dengan perasaan hancur.


Dari tatapannya, suaranya dan gerak geriknya, semua yang ada di sana tahu kalau Sagara tengah dalam keadaan drop. Masa depan yang sangat mengkhawatirkan, penyakit yang menggerogoti tubuhnya tak bisa dikendalikan.


“ Jika kau mengikuti pengobatan dengan baik, kau pasti akan sembuh Sagara!” Bima menjawab pertanyaan Sagara.


“ jangan memikirkan hal konyol dan fokus pada kesehatanmu, ingat ada Dea dan keluargamu yang menunggumu, kami akan menemanimu, kami akan mendampingimu!” ucap Bima menguatkan sahabatnya.


Sagara tersenyum getir,” Aku ingin punya keluarga ku sendiri, aku ingin menjadi seorang suami yang selalu ada untuk Dea dan menjadi seorang ayah yang hebat, apa aku bisa mewujudkan ini?” ucapnya lagi.


“ Sagara semangatlah!! Kau bisa, kau pasti bisa, itu tujuan kita sampai harus ke luar negeri dan berpisah sementara dari yang lain, kau harus kuat!!” balas Barak .


Sagara menghela nafasnya, dia menatap ke luar jendela. Di saat seperti ini, dia malah semakin merindukan istrinya. Membayangkan wajah Dea saja sudah membuatnya bersemangat,” aku harus sembuh, aku harus cepat sembuh!” batin pria itu penuh tekad.


.


.

__ADS_1


.


Like, vote dan komen


__ADS_2