Romansa Sagara Dea

Romansa Sagara Dea
Romansa Sagara Dea 42


__ADS_3

Sagara berjalan dengan langkahnya yang panjang, diikuti oleh si kaki pendek yang malah seperti sedang berlari mengejar Sagara untuk mengimbangi langkah kaki pria tinggi bak tiang listrik itu.


"Hey tuan tiang listrik, bisa tidak langkahnya diperlambat, hah... haahhh...hah!!!"Dea berteriak dengan nafas ngos-ngosan.


Sagara tersenyum tipis sambil melirik gadis itu dari ekor matanya.


Dea berjalan secepat yang dia bisa agar tidak ketinggalan langkah si pria garang di depannya itu.


" Aku sampai sesak nafas gara gara kakimu terlalu panjang !!" ucap Dea yang sedang berjalan dengan cepat berusaha mengejar Sagara.


Sagara tiba tiba berbalik dan..


bruk!!


Gadis itu menabrak tubuh Sagara karena Sagara tiba-tiba berbalik.


"Eh.. eh.. eh.... jatuh!! aku jatuh arrkhhh!!!!"


Grep... Hap!!


" Siapa bilang kau jatuh hmmm?" Sagara menarik tubuh Dea dan menangkap gadis itu dalam genggaman tangannya. Pinggang Dea yang kecil sangat pas dalam pelukan tangan Sagara.


Dea terhenyak, lagi lagi dia dibuat terpana dengan pesona ketampanan paripurna seorang tuan muda Sagara, suaminya sendiri.


Mereka berada dalam posisi itu, seolah membeku tak bisa bergerak.


Dea menatap wajah tampan pria itu," wahh.... tampan sekali, " gumam gadis itu sambil mengangkat tangannya dan ..


Syuut...


Dia mengelus wajah tampan Sagara yang sangat lembut dan bersih. Padahal Sagara adalah seorang workaholic, kapan dia melakukan perawatan terhadap wajahnya?


"Lembut, kenyal dan lembab, uwaahhhh wajahmu ini sangat berharga tuan, mau jadi modelku tidak!?" celetuk Dea seraya mengedipkan kedua matanya menikmati ketampanan suaminya.


Sagara yang mendengar celotehan aneh keluar dari bibir gadis itu langsung menarik posisi Dea dan melepaskan istrinya yang jahil itu.


"Kau sedang memikirkan apa hmm!?" Ucap Sagara sambil menyentil kening gadis itu.


" Heheheh...." Dea terkekeh sambil senyum senyum manis menatap suaminya.


"Ck... ck.. ck.. masih muda sudah begitu, apa kaki pendek selalu sebodoh ini?" ejek Sagara.


" Cihh... aku bukan kaki pendek, kakimu saja yang kelebihan panjang, dasar kejam!!" balas gadis itu.


"Kau si kaki pendek ceroboh, dengan kedua kakimu itu, apa coba yang bisa kau lakukan, menaiki tangga saja kau pasti sudah kelelahan!" celetuk Sagara.


" Siapa bilang!? kakiku tidak pendek, dasar tiang listrik jelek!!' balas Dea.


"Kalau begitu kau adalah si kaki pendek istri si tiang listrik Jelek ini, " ucap Sagara.


Dea mendengus kesal, mengerucutkan bibirnya dengan wajah cemberut.


"Dasar jahat!!"

__ADS_1


"Diamlah kaki pendek!"


Mereka berdua berjalan sambil berdebat satu sama lain. Hal langka yang tidak pernah terjadi di mansion itu, tuan muda mansion Tulip telah tersenyum kembali, tertawa dan mulai menemukan semangat baru bagi hidupnya.


Para pelayan berdiri di balik bangunan mengintip tuan dan nyonya muda mereka yang sedang berjalan menuju paviliun Utara, di mana Sagara sering duduk merenung dan menyendiri dengan semua pekerjaannya.


"Lihatlah, sebentar lagi mansion ini akan berubah menjadi surga!" celetuk Luhan sambil menarik nafas dalam dalam, menghirup aroma dedauan yang baru saja diguyur hujan.


"Kau benar Luhan, kedatangan nyonya muda membawa banyak perubahan bagi mansion ini!!" balas Friska yang dianggukkan oleh pelayan lain.


"Tapi.... aku takut setelah hari bahagia ini, perang akan terjadi!" tukas salah satu pengawal.


"Apa maksudmu?" tanya Luhan.


" Kita jelas tahu, nona Lucy akan segera kembali, nona Lucy sudah sangat jelas menaruh hati pada tuan muda, dan tuan muda juga menyayangi nona Lucy, bukankah nyonya muda akan sangat sakit hati jika tuan muda mencampakkannya begitu nona Lucy datang?" ucap pelayan itu.


Pelayan lain juga setuju dengan ucapan rekan mereka. Jika benar demikian adanya, maka mereka akan melihat pertarungan antara dua cinta di dalam mansion itu.


" Ini akan jadi masalah yang berat, tuan muda juga tampaknya sangat menjaga dan melindungi nona Lucy!' ucap Luhan.


"Hahh... sudahlah, apa pun yang terjadi nanti, kita sepakat akan membela nyonya muda!" ucap Luhan.


"Bagaimana? kalian setuju?" tanya pria itu.


"Setuju! " seru mereka.


"Lagi pula nona muda tidak seramah nyonya Dea!" tukas yang lain.


Sementara itu, Sagara membawa Dea menuju paviliunnya. Berjalan beriringan melewati jembatan kecil menuju paviliun yang terletak di tengah tengah danau buatan di kediaman itu.


Dea belum menginjakkan kakinya ke sana, saking luasnya kediaman itu, membuat Dea berpikir kalau Paviliun itu terpisah dari mansion Sagara.


"Eh... Tuan tiang listrik, kita mau ke mana? ini kan punya orang!?" celetuk Dea sambil melirik ke sana kemari.


Sontak pria itu berbalik dan menatap heran istrinya.


" Apa kau tidak tahu?" tanya Sagara.


"Tau apa?" balas gadis itu.


"Ini paviliun mansion Tulip, milik kita!" ucap Sagara sambil menunjuk hamparan lahan luas di sekitar paviliun itu. Sangat luas, entah sampai mana batas area itu.


"Semuanya!? bukankah ini terpisah dari mansion!?" tanya Dea.


Segara terkekeh," Aku tidak semisikin itu Dea, sudah ayo ikut aku!" ucap Sagara yang tak segan segan menggenggam tangan Dea.


Gadis itu menatap tangannya yang digenggam begitu erat oleh Sagara.


Seketika sebuah perasan bersalah memenuhi hati gadis itu. Dia teringat akan janjinya di masa lalu, kalau dirinya akan menikahi Teddy bear kesayangannya, apapun yang terjadi.


" Kalau begini, aku takut jatuh cinta padamu tuan Sagara!" batin Dea yang malah tiba-tiba berhenti berjalan membuat suaminya ikut berhenti juga.


"Ada apa?" tanya Sagara.

__ADS_1


Dea menarik tangannya dari genggaman tangan pria itu.


"Maaf, aku tidak terbiasa," ucap gadis itu sambil mundur tiga langkah.


Sagara tampak bingung.


"Apa aku melakukan kesalahan lagi?" tanya Sagara.


Dea segera menggelengkan kepalanya," bukan dirimu," ucap Dea.


Gadis itu menatap Sagara. Perubahan yang pria itu lakukan beberapa waktu belakangan tanpa sadar telah menarik hati seorang gadis kecil yang haus kasih sayang.


"Maaf!" ucap Dea sambil membungkuk. Dia menggenggam tangannya dengan erat.


Pria itu hanya diam saja dan mendengarkan.


"Aku mengacaukan pekerjaanmu semalam, aku juga menuduhmu yang tidak-tidak, maafkan aku!!" ucap gadis itu dengan tulus.


"Lalu... untuk semua perbuatan baikmu, aku berterimakasih," ucap Dea.


"Tapi aku takut, aku tidak terbiasa," ucap Dea dengan suara gugup. Dia tidak ingin Sagara menaruh hati padanya, karena satu satunya yang ada di dalam hati gadis itu sampai saat ini adalah sosok remaja di masa kecilnya.


"Apa yang kau takutkan?" tanya Sagara pelan.


Dea menarik nafas dalam-dalam," Aku takut, kalau aku salah paham dan malah jatuh cinta padamu!" ucap Dea.


Dia tidak ingin hubungan itu berlanjut lebih dalam, karena dia takut apa yang tidak dia harapkan akan terjadi..


"Bukankah itu bagus? kita pasangan suami-isteri!" ucap Sagara.


Sejujurnya Sagara cukup terkejut saat mendengar ucapan Dea, tetapi dia juga merasa senang karena tindakannya membuahkan hasil.


"Tidak, itu salah, aku tidak boleh jatuh cinta padamu!! aku... aku hanya bisa memerankan istri yang baik, tapi tidak dengan jatuh cinta!!" ucap Dea sambil menahan rasa gugupnya.


Sagara terdiam membeku," kenapa? kenapa tidak boleh jatuh cinta padaku?" tanya Sagara .


"Apa kau punya seseorang yang kau cintai?" tanya Sagara. Meski dia bertanya dengan tenang, namun hatinya sudah harus siap menerima jawaban apa pun yang keluar dari bibir Dea.


"Benar! aku memiliki seseorang yang aku cintai, seseorang yang sudah ku tunggu sejak remaja, kami berjanji akan menikah, aku... aku akan mencarinya!!" ucap Dea dengan suara gugup.


"Siapa dia? apa kelebihannya dibandingkan denganku?" tanya Sagara.


Dea mencoba menatap pria itu," Di.. dia memang tidak setampan dirimu, dia seseorang yang gendut, berhati baik, penakut, sedikit cengeng, tapi di saat yang sama dia sangat melindungiku, dia teman pertamaku, dan juga... cinta pertamaku!" jelas Dea sambil tersenyum menjelaskan pria yang sudah ada di hatinya sejak dulu.


"Kami bahkan punya nama panggilan, dia menyebutku Pendekar Kecil dan aku memanggilnya Teddy Bear, aku ingin mencarinya, itu sebabnya... aku..." Dea terdiam saat mendapati raut wajah datar dari Sagara.


"Kau.... pergilah, aku ingin sendiri!" ucap Sagara dengan raut wajah datar dan dingin.


Dea terhenyak, Sagara langsung berubah," ma.. maafkan aku!" ucap gadis itu sambil membungkuk lalu pergi dari sana.


.


.

__ADS_1


.


like, vote dan komen 🤗


__ADS_2