
Sagara membawa ketiga bocah itu kembali ke sekolah di mana Dea dan yang lainnya menunggu.
Sagara berjalan dengan gagah, sambil membawa ketiga bocah itu dalam pangkuannya.
Dari dalam ruang keamanan dengan hati berdebar Dea menatap suaminya dengan mata berkaca-kaca.
"Kak, apa yang kakak katakan tadi tidak benar, kakak ipar hampir gila karena kehilangan mereka, aku merekam semuanya," Dyroth menunjukkan video ketika Sagara menggila karena tak kunjung menemukan anak-anaknya.
Dea terhenyak, pikirannya yang kacau membuatnya salah paham dengan sifat dingin suaminya. Siapa sangka Sagara yang terlihat sangat tenang di luar ternyata menyimpan kekhawatiran yang teramat besar.
Sagara menghampiri mereka sambil tersenyum menatap istrinya dengan wajah berbinar-binar.
Wajah Sagara memancarkan kasih yang begitu dalam terhadap keluarganya. Berbeda dengan sosok Sagara beberapa saat lalu, seolah mereka salah dua kepribadian yang berbeda.
"Kami pulang sayang," ucap Sagara sambil menghampiri Dea.
Dea hanya diam, dia menatap suaminya dengan wajah datar. Entah apa yang sedang dipikirkan oleh wanita itu.
Hari ini dia sangat syok karena mendengar anak anaknya hilang. Namun fakta bahwa anak anak itu memang sengaja keluar sekolah membuat perasaan Dea tak tentu.
Padahal sudah berkali-kali dia mengingatkan mereka untuk tidak bertindak sembarangan apalagi sampai membuat orang lain khawatir.
Si kembar dan Robert menatap Dea dengan wajah sumringah. Mereka telah menemukan penemuan besar, berharap ibu mereka akan memuji mereka atas penemuan mereka itu.
Anak anak yang polos ini terlalu pintar namun juga tak mendengar nasihat.Tentu saja Dea menjadi sedih karena hal itu.
"Mama!! Kami menemukan sesuatu yang mengejutkan di dalam hutan!!" seru Rere dengan wajah sumringah.
" Ma!! Tadi di dalam hutan kami melihat..." Gege berhenti bicara saat Dea memotong kata-katanya.
" Baguslah kalian kembali dengan selamat, kita pulang!" ucap Dea dengan nada datar.
Dia tengah menahan dirinya agar tidak mengamuk di depan anak-anaknya. Karena dia tahu tekanan mental seperti apa yang akan didapatkan anak anak itu jika dia mengamuk.
Dea menahan kemarahannya, berusaha sekuat tenaga untuk menahan dirinya agar tidak hilang kendali.
Lelah secara mental, Dea juga lelah secara fisik. Hatinya terus diuji sebagai seorang ibu.
Dalam sekejap ruangan itu menjadi hening. Si kembar bahkan tak lagi melanjutkan kata-katanya saat tahu ibu mereka sedang berusaha dengan baik agar dia tidak meledak di hadapan mereka.
Anak anak itu turun dari pangkuan Sagara. Pria itu menatap istrinya, dia sadar rasa lelah yang diderita Dea telah membuat istrinya itu menderita.
Merawat anak seorang diri adalah hal yang sulit, tetapi Dea selalu melakukan yang terbaik untuk anak-anaknya. Namun ketika dia dikecewakan atas sifat nakal anak-anaknya, Dea merasa dirinya tidak berguna sebagai seorang ibu.
"Dyroth bawa anak-anak bersamamu," ucap Dea sambil menarik lengan suaminya dan memeluk lengan itu dengan erat.
Sagara sadar kalau Dea tengah berusaha keras untuk menahan amarahnya.
__ADS_1
Ketiga bocah itu dibawa oleh Dyroth. Seluruh anak buah kembali ke markas masing-masing, keheningan membuat tak seorang pun berani bicara.
" Kak Dea kalau sudah diam rasanya lebih menyeramkan daripada ketika dia mengamuk!!" ucap Dyroth pada Sekretaris Lin.
" Kau benar, aku belum pernah melihatnya benar benar marah," ucap Bima.
" Jangan menginginkan hal itu, kau bisa mati membisu kalau dia sampai meledakkan amarahnya," ucap Dyroth.
" Nyonya Muda sudah terlalu sabar, nyonya terlalu lelah, tapi kalian malah banyak tingkah," ucap Sekretaris Lin seraya menatap ketiga bocah itu.
Gege, Rere dan Robert hanya menunduk diam dengan wajah sedih. Mereka benar benar salah kali ini.
Dyroth membawa anak anak kembali ke mansion Tulip.
Sedang Sagara membawa istrinya ke arah lain. Dea tampak terus diam membisu. Wanita itu bahkan tak bertanya ke mana Sagara ingin membawanya.
Sagara mengemudikan mobilnya sambil melirik istrinya," Sayang...sayang aku harus tolong ambilkan minum dong!" ucap Sagara.
Dea yang masih diam langsung mengambil botol minum dan memberinya pada Sagara.
" Yang, gimana sih aku mengemudi, buka dong, bantu aku minum," ucap Sagara.
Dea melakukannya lagi,dia terlihat seperti robot.
Dia bantu sagara untuk minum, setelah selesai dia kembali lagi jadi mode patung membisu.
"Yang...." Sagara mencolek lengan istrinya tapi Dea tetap diam.
" Ohh sayangku, dengarlah aku...." ucap Sagara lagi.
" Ck... diamlah!" kesal Dea sambil memalingkan wajahnya ke arah lain.
Sagara tersenyum tipis," Yang... sayang... Sayangku... Jawab Abang dong dek," celetuk Sagara seraya mencolek pinggang istrinya.
" Ishh jangan colak colek!!! Menyebalkan!!!" Ketus Dea sambil merapatkan tubuhnya ke arah pintu mobil.
Sagara tersenyum," Yang... Kamu baik baik saja!? Jawab aku dong," goda Sagara.
"Masa suaminya juga dicuekin, sayang... psst... Psstt... Cewek cantik sayangnya aku... Jawab dong!!!" celetuk Sagara dengan nada kekanak-kanakan nya .
Dea terus berusaha tidak mendengar ocehan Sagara. Tapi godaan pria tampan itu malah membuatnya tak tahan apalagi saat Sagara mulai mengeluarkan gombalan anehnya itu.
" Yang sayang, kamu cantik loh, cantik banget malah, kok cantik cantik suka marah sih... Lihat aku...." panggil Sagara lagi seraya menarik tangan Dea.
" Ihh... Dasar kamu ya, istrinya lagi kesal malah digodain!!" akhirnya Dea berbicara panjang lebar setelah digoda berkali kali.
Sagara menghela nafas lega. Dia memarkir mobilnya di pinggir jalan. Lalu ditatapnya istrinya dengan senyuman di wajahnya..
__ADS_1
" Kamu baik-baik saja?" tanya Sagara dengan wajah serius.
Dea menunduk sambil menggelengkan kepalanya.
"Aku lelah, mereka... Mereka sama sekali tidak mendengarkan," ucap Dea dengan suara terbata-bata.
"Ckckckc...memang dasar ya anak anak ini nakal sekali!!" ucap Sagara tiba-tiba sambil berkancah pinggang.
"Istriku udah capek ngurus siang malam tanpa henti, sampai makan pun gak teratur, terus kerjaan kadang terbengkalai tapi mereka masih aja gak dengar perintah emaknya!!" celetuk Sagara.
Mendengar kata kata Sagara, kepala wanita itu terangkat. Dia terkejut dengan kata kata suaminya, dia pikir Sagara akan menghiburnya tapi Sagara malah marah marah seperti itu.
" Kamu capek kan!? ya pasti capeklah, maaf ya sayang, nanti pulang ke rumah kita hukum ketiganya gosok toilet selama seminggu!!" Celetuk Sagara sembari memijit-mijit lengan istrinya.
" Dasar si kembar nakal, Robert lagi ikut-ikutan, malah senang pulak mereka tersesat di hutan itu, nanti ku hukum mereka!!" ucap Sagara seraya mendengus kesal di depan istrinya.
" pftthhh.... Kamu kenapa yang? Kok malah kamu yang marah marah hahahaha...." Dea tertawa melihat tingkah suaminya.
" Aku marah loh yang, marah banget, mereka nakal nya mirip ke aku!!! Ehh kamu hukum aku juga deh, " ucap Sagara.
Dea tertawa cekikikan, Sagara membuatnya malah merasa lebih baik..
" Kita sekarang pergi jalan jalan, mereka gak usah dipedulikan!! Aku mau cari alat memukul bokong mereka itu!" ucap Sagara sambil menyalakan mesin mobilnya.
" Bwahhaha.... Kita mau ke mana!?" tanya Dea sambil tertawa.
" Mau cari penggaris untuk mukul bokongnya!!" celetuk Sagara dengan wajah marah.
" Kamu mau mukul mereka? Yakin sayang?" tanya Dea.
"Yakin banget!! Ayo kita belanja!!" teriak Sagara sambil mengangkat tangan istrinya ke atas.
" Bahahhahah..... Dasar aneh... Kamu kenapa? Kesurupan roh gunung ya!?" ucap Dea sambil tertawa terbahak-bahak.
" Coba tebak, mungkin yang di depan ini bukan suamimu, tapi genderuwo jembatan Ancol raawwwr....." balas Sagara seraya menirukan wajah seram..
"Bwahahhahah...... Genderuwo jembatan Ancol ahahahhaha...." Dea dibuat tertawa terbahak-bahak karena kelakuan suaminya.
Melihat Dea tak lagi sedih, hati Sagara akhirnya lega," Kau sudah berusaha keras sayang," batin Sagara.
.
.
.
Like, vote dan komen 🤗
__ADS_1