Romansa Sagara Dea

Romansa Sagara Dea
S2 Cerewet


__ADS_3

Karina menatap ponselnya dengan wajah sembab. Semalam dia menangis sesenggukan sampai tertidur di atas kasur.


Pagi ini dia malah terlambat bangun.


" Waduh, Mas Adam pasti sudah bangun!!" batin Karina sambil bangkit berdiri.


Dia membersihkan tubuhnya terlebih dahulu dan mengganti pakaiannya dengan memilih pakaian acak dari dalam lemarinya.


Dia memilih sebuah gaun bermotif bunga kecil dengan warna dasar merah muda.


Rambutnya dia kepang dua, kacamatanya terus bertengger di wajahnya, tak memakai bedak apapun, dia terlihat segar dan sangat manis dengan gaun yang cocok untuknya itu.


Karina berjalan keluar menatap ke kiri dan kanan, mencari keberadaan Adam.


" Apa mas Adam belum bangun? Tapi ini sudah jam 7 pagi," Karina bergumam.


Dia menatap kamar Adam, pintunya sedikit terbuka.


Dengan langkah perlahan gadis itu mendekati kamar Adam. Didorongnya pelan pintu kamar itu, kepalanya masuk terlebih dahulu, mengintip kamar yang beraroma maskulin itu.


" Mas Adam!?" Karina berbisik.


Selama di rumah sakit, dia sedikit banyak mengetahui jadwal Adam. Biasanya Adam akan pergi ke kantor setiap pukul 7 lewat, dia akan melewatkan sarapan dan hanya menenggak air putih.


Karina merasa bersalah karena tak bangun lebih cepat. Seharusnya hari ini Adam berangkat tepat waktu.


Mata Karina tertuju ke tumpukan dokumen di atas meja, laptop dan ponsel pria itu juga tergeletak begitu saja di atas meja. Terlihat berantakan tetapi Karina tak berani langsung menyentuh nya.


Dia menatap ke atas kasur, tampak Adam masih terlelap di dalam selimut tebal yang membungkus tubuhnya seperti kepompong.


Kamar berantakan, lampu yang tidak dimatikan, dokumen yang berserakan bahkan sepatu yang belum dilepas dari kaki, Adam benar benar kacau.


" Apa semalam Mas Adam keluar lagi? Apa jadi Presdir itu selelah ini?" pikir Karina.


Dia menatap wajah lelah Adam, deru nafas Adam yang tenang membuat Karina tak berani mengganggu Adam.


" Kasihan Mas Adam, pasti lelah sekali," batin Karina.


Gadis itu menatap sekeliling, ingin dia rasanya membersihkan semuanya, tapi di takut kalau dia salah menyentuh dokumen yang mengakibatkan Adam sulit mencari keberadaan dokumennya.


Drrrt... Drrrt...


Di saat yang sama ponsel Adam bergetar. Karina sedikit terkejut, sontak dia mengambil ponsel Adam, tertera nama Leo di sana.


Dengan langkah perlahan dan hati-hati agar tak membangunkan Adam, Karina keluar dari dalam kamar itu.


" Halo Kak Leo, ini Karina," gadis itu menjawab.


" Ehh, nona ya, Pak Presdir di mana Non? " tanya Leo.


" Mas Adam masih tidur, sepertinya kelelahan sekali, ada apa ya Kak? Apa ada yang mau disampaikan? " tanya Karina.


" Ahh... tadinya Saya mau bilang agar pak presdir tak datang ke kantor, masalah sudah ditangani dengan baik, Pak Presdir boleh beristirahat lebih lama," jelas Leo.


" Owhhh... Apa pekerjaan Mas Adam sangat banyak? Sepertinya tidak terurus dengan baik, kesehatan Mas Adam juga penting," tutur Karina.

__ADS_1


" Emm...namanya juga pimpinan non, Pak Presdir memegang tanggung jawab atas 9000 pegawai lebih, itu sebabnya Pak Presdir kerja keras," jelas Leo.


" wah..Mas Adam hebat ya, tapi Karin kasihan, apa yang bisa Karina bantu? Setidaknya Mas Adam tidak kesulitan," tanya Gadis itu dengan tulus.


Hanya mendengar nadanya saja, Leo tahu kalau Karina sangat perhatian dan penuh kasih sayang.


" Emm.. begini saja Nona, anda kan tunangan Pak Presdir, Anda boleh membantunya menyiapkan segala keperluan mulai dari pakaian, makan, minum, suplemen dan hal hal kecil yang tidak akan diperhatikan oleh Pak Presdir,"


"Setidaknya, tubuh Presdir lebih terawat dengan adanya nona di sisi Presdir," usul Leo.


Karina mengangguk paham," Tapi, apakah Mas Adam tidak akan terganggu? Karina masih belum terbiasa, tapi secepatnya akan belajar!" ucap gadis itu.


"Tak usah gugup Nona, Pak Presdir sebenarnya orang baik, hanya saja dia harus bersikap tegas dan garang agar bawahannya tidak main-main!" jelas Leo.


Karina mengangguk paham, dia menanyakan beberapa hal penting tentang Adam.


Gadis itu mengerti. Setelah selesai berbicara, dia mengembalikan ponsel Adam ke tempatnya dan membiarkan Adma tidur dengan tenang.


Karina tersenyum sambil menarik nafas dalam-dalam,dia akan menyiapkan masakan spesial hari ini.


Dengan penuh semangat gadis itu terlebih dahulu membersihkan rumah, mencuci pakaian, membuka jendela hingga cahaya matahari memenuhi ruangan apartemen itu.


Menyusun kembali beberapa tanaman yang terbengkalai di ruang belakang.


Menata Sofa dan memberikan sentuhan baru di ruangan apartemen itu.


Kini ruangan apartemen itu sangat hidup, tidak suram dan gelap seperti pertama kali Karina tiba.


Semua mainan Adam masih berada ditempat nya, tak disentuh sama sekali oleh Karina.


Cahaya mentari yang begitu hangat memenuhi apartemen yang selama ini selalu tertutup dan gelap itu.


Karina menyalakan musik ringan, dia memakai headset agar musiknya tak mengganggu Adam.


Dia sudah bisa menggunakan semua peralatan di rumah itu. Jika tak tahu caranya dia tinggal cari di internet.


Karina melanjutkan pekerjaannya, dia memasak dengan riang sambil menari ke sana kemari.


Aroma sedap memenuhi dapur apartemen itu. Selain itu, pekerjaannya sangat rapi dan bersih.


Pagi ini dia menyiapkan nasi goreng spesial dengan bumbu khas buatannya.


"Hmmm... Wangi sekali!!"


Karina memasak sambil bersenandung mengikuti musik yang dia dengar.


Tanpa dia sadari, dia sudah berkerja berjam-jam tanpa lelah.


Tubuhnya yang kecil itu sangat energik.


Pria tampan penghuni rumah itu sampai tersenyum melihat tingkah Karina.


Adam telah terbangun dari tidurnya sejak Karina mengembalikan ponselnya.


Dia hendak menemui Karina, tapi yang dia lihat ketika dia keluar kamar adalah Karina yang tengah sibuk dengan pekerjaan rumah.

__ADS_1


Melihat Karina yang begitu asik, membuat Adam ingin menonton pertunjukan pagi itu.


Dia mengawasi Karina melalui kamera yang terhubung di ponselnya.


Adam memang memasang kamera keamanan tersembunyi di sana.


Karina seolah tak ada lelahnya, dia melakukan semua pekerjaan nya dengan rapi dan bersih.


Adam tak tahan, dia ingin melihat langsung, itu sebabnya dia keluar kamar untuk melihat Karina.


Tanpa dia sadari, dia terhanyut dengan pesona gadis muda itu. Karina begitu manis ketika dia tersenyum, gaunnya itu begitu cocok untuk nya.


Bibir Adam tersenyum sempurna, seolah rasa lelahnya semalam tak berarti apa-apa saat melihat tingkah menggemaskan gadis itu.


" Menggemaskan!!" gumam Adam.


Karina bersenandung dan menari ke sana kemari.


Nasi goreng dan minuman segarnya dia taruh di atas meja makan.


Dilepaskannya headset lalu ditatapnya jam," saatnya membangunkan Mas Adam!" celetuk Karina sambil melompat kecil lalu berbalik dan...


Jreng!!!


Tampaklah Adam berdiri sambil menatapnya dengan tatapan tajam dengan kedua tangan yang dia lipat di depan dada. Menatap Karina dari ujung kepala sampai ujung kaki.


" Apa!?" Adam menatap gadis itu dengan mata melotot.


"Ma-Mas sudah bangun? Karina baru selesai masak, " ucap gadis itu sambil tersenyum kikuk.


"Kenapa tidak membangunkan ku!? Aku terlambat ke kantor!" ucap Adam sambil melangkah menuju meja makan.


" Itu, tadi asistennya Mas Adam bilang kalau masalahnya sudah selesai ditangani, jadi Mas Adam boleh istirahat lebih lama, Karina gak tega bangunin Mas Adam jadi tunggu Karina Masak baru Karina mau bangunin Mas,"


" Soalnya kasihan, wajah Mas lesu banget, semalam pasti begadang, kenapa gak minta bantuan Karina!?"


"Gini gini Karina pinter nyusun barang, cukup Mas ajari sedikit saja,Karina sudah bisa!" Karina berbicara panjang lebar dengan wajah serius.


"Sudah selesai bicaranya!? Kau cerewet sekali!"


"Aku mau makan!" ucap Adam dengan wajah cemberut.


Karina mengerucutkan bibirnya," Maaf mas, " ucap gadis itu pelan.


" Diam!"


Adam menatap hidangan itu, bibirnya tersenyum tipis, "Dia sangat cerewet!" batin pria itu.


.


.


.


Like, vote dan komen 🤗

__ADS_1


__ADS_2