Romansa Sagara Dea

Romansa Sagara Dea
Romansa Sagara Dea 115


__ADS_3

Sagara dan Dea berpelukan bersama kedua anak mereka sambil menangis tersedu-sedu. Siapa yang akan menyangka kalau Sagara kembali dalam keadaan yang benar benar sehat.


Pria itu memeluk istri dan anak-anaknya. Rasa bersalah di hatinya membuat dia semakin sedih.


Hatinya terasa pedih, apalagi ketika dia melihat putra dan putrinya yang memanggilnya dengan sebutan Papa. Dua anak yang lahir tanpa dampingan ayah mereka dan tumbuh sampai sebesar itu tanpa diketahui oleh Sagara.


Dia menatap istrinya, dia merasa bersalah pada Dea karena telah pergi untuk waktu yang sangat lama. Dia merasa sedih karena harus meninggalkan istrinya dan menjaga anak anak mereka seorang diri.


Sagara menatap mereka, tiba tiba dia duduk berlutut di hadapan Dea dan si kembar.


Seluruh penghuni Mansion Tulip menyaksikan ha ini. Bahkan Lin, Bima dan Barak tertegun melihat tuan muda mereka yang tiba tiba kembali tanpa pemberitahuan sebelumnya.


Sagara menggenggam tangan istrinya, duduk bersimpuh d dekat kaki Dea, menatap Dea dengan perasaan bersalah yang menyelimuti hatinya.


Dia juga menatap putra dan Putri yang duduk di samping Dea, menatapnya sambil menangis sesenggukan.


" Hah... sudah sangat lama...." ucap Sagara.


Dia berusaha menahan air matanya, tapi sayangnya air matanya terus bercucuran.


"Sudah sangat lama aku pergi... Sudah sangat lama... arhhkk sampai aku... aku melewatkan banyak momen..." Ucap Sagara sambil mengusap sesenggukan. Dia menggenggam tangan istrinya sambil gemetaran.


Dia sadar telah melewatkan begitu banyak momen bersama keluarganya.


" Aku tahu....aku mungkin tidak termaafkan..." ucap Sagara.


Dea menggelengkan kepalanya sambil menangis, dia mengusap wajah suaminya," tidak sayang... ini sepadan... ini sepadan sayang hiks hiks hiks... jangan merasa bersalah..." ucap Dea .


Sagara menatap istrinya lagi, perempuan yang sangat kuat, perempuan yang selalu membuatnya ingin kembali ke rumah.


Meski Sagara meninggalkan nya lagi selama enam tahun, Dea teta setia dan menunggunya di sana.


"Maafkan aku...." Sagara tak sanggup melanjutkan kata-katanya, dia memeluk Dea dengan begitu erat. Air matanya sampai membasahi pakaian Dea.


Semuanya menangis sesenggukan. Hati mereka bergetar hebat. Rasanya campur aduk ketika mereka bertemu kembali setelah bertahun-tahun berlalu.


Dea benar benar bahagia. Baginya, penantiannya selama ini sepadan dengan kembalinya Sagara dalam keadaan sehat.


Dia masih ingat jelas saat pihak pengurus Sagara di New York menyampaikan kabar buruk tentang kematian Sagara.


Kala itu, Dea hampir kehilangan seluruh hidupnya bahkan janinnya. Dia benar benar putus harapan saat itu.


Namun takdir tak mempermainkannya, beberapa menit setelah kabar itu, kematian Sagara tak lagi menjadi duka sebab pria itu kembali dari kematian untuk istri dan anak anaknya.


Dea semakin dikuatkan untuk tetap bertahan terutama ketika dia tahu kalau dia mengandung anak kembar.


Saat melahirkan memang sangat menyedihkan karena suaminya tak disisinya. Namun, harapan akan kembalinya Sagara memberinya semangat untuk berjuang.

__ADS_1


Semua dia lakukan dengan penuh perjuangan. Meski sakit, dia memilih menjalaninya dengan bersukacita walaupun semua itu sangat sulit untuk dilakukan.


"Kau kembali... itu sudah lebih dari cukup, penantianku, penantian anak anak kita, penantian keluarga kita telah dibayar lunas sayang," ucap Dea sambil menangkupkan kedua tangannya di wajah Sagara.


Sagara tak bisa berkata-kata, dia hanya memeluk keluarga kecilnya sambil menangis.


" Ahhh... terimakasih... terimakasih banyak Dea.. terimakasih banyak, mulai hari ini aku tidak akan pernah meninggalkan kalian lagi!!" ucap Sagara.


" Jadi sekarang kami punya Papa!!?" celetuk si kembar yang berdiri di masing-masing sisi Dea, menatap Dea dan Sagara dengan wajah berbinar-binar.


"Tentu saja sayang, sejak dulu juga kalian punya papa!!" ucap Dea sambil tertawa.


" Yeaaayyy!!!" seru si kembar yang langsung melompat ke pelukan Sagara.


Cup!!Cup!!


Keduanya mengecup pipi Sagara dengan raut wajah yang begitu bahagia.


" Papa kembali, Papa pulang!!!!" seru Gege.


" Akhirnya, aku bisa pamer Papa ke teman teman di sekolah, mereka tidak akan mengejek kami lagi!!" seru Rere sambil tersenyum bahagia.


Hati Sagara bak dirobek berkali-kali mendengar ucapan polos anak-anak nya.


Dia memeluk mereka," Ini papa sayang, ini Papa kalian, maafkan Papa...maafkan papa Nak...." ucap Sagara.


Si kembar sangat bahagia, mereka tak lagi penasaran dengan sosok ayah mereka karena kini pria itu ada di hadapan mereka.


" Papa!" seru Gege sambil mencubit pipi Sagara.


" Ada apa sayang?" balas Sagara sambil menahan haru.


" Papa!" seru Rere sambil menyentuh rambut Sagara.


"Iya sayang, Papa di sini," jawabnya sambil tersenyum bahagia.


" Papaku benar benar tampan!!! beda sama yang di foto Ma!! apa ini benar benar Papa!?" celetuk Gege dengan wajah jahilnya.


" Lihat ini Ma, otot Papa besaaaar.... seperti otot lembu yang kita lihat di kebun binatang dua hari lalu!!" celetuk Rere seraya menekan nekan lengan ayahnya, membandingkan Sagara dengan lembu di kebun binatang.


" Pfthh hahhaha....kamu jahil sayang, masa Papa dibandingkan sama Lembu!?" Dea tertawa bahagia.


" Ihh tapi bener Ma, kayak daging lembu hahahhahah... keras keras lembek!!" celetuk bocah kecil itu.


" Bukan lembu Rere... tapi seperti paman Paman yang kerja di restoran Teratai, mirip relan rekannya pintu Ruruka...." celetuk Gege.


Rere menjentikkan jarinya," ahah!! benar juga Ge, mirip pengawal!!" celetuk bocah itu.

__ADS_1


" Clckckck... dasar kalian aneh, bapak sendiri dinistakan!!" celetuk Robert yang berdiri bersedekap dada menatap heran pada si kembar.


" Hahahhahahah..." Semuanya tertawa terbahak bahak mendengar celetukan bocah bocah menggemaskan yang selalu memberikan warna bagi mansion Tulip itu.


Sagara menatap kedua anaknya dan juga keponakannya yang sudah tumbuh besar.


" Kalian semua sangat cerdas, kalian tumbuh dengan hebat," puji Sagara.


"Aku yakin, istriku merawat mereka sepenuh hati," ucap Sagara sambil menatap istrinya dengan tatapan penuh cinta.


"Kami sangat menantikanmu sayang, sangat sangat merindukanmu, terimakasih sudah kembali," ucap Dea sambil memeluk suaminya dari samping.


" Terimakasih sudah bertahan sejauh ini sayang, aku kembali karena kalian," ucap Sagara sembari mengecup pucuk kepala istrinya.


" Tuan muda selamat datang kembali!!" seru Dokter Barak, Sekretaris Lin dan Bima memberikan sambutan pada Sagara.


" Selamat datang kembali tuan muda!!" para pelayan, bersama Pak Kevin juga berdiri sambil membungkuk memberikan penghormatan pada sang tuan rumah yang kembali dalam keadaan sehat.


Semuanya berseru bahagia sambil tersenyum menyambut Sagara. Bahkan ada beberapa pelayan yang menangis karena tahu perjuangan nyonya muda mereka menunggu Sagara dan tahu perjuangan Sagara di tempat asing sana.


"Terimakasih semuanya.... terimakasih banyak!" ucap Sagara sambil tersenyum bahagia. Dia telah kembali ke rumahnya, tempat ternyaman bagi nya.


Saat semuanya sedang berbahagia, tiba-tiba suara teriakan seseorang terdengar.


" Nyonya Mudaaaa!!!!! dapurnya meledak lagi!!!!!" suara teriakan Siska terdengar menggelegar sampai ke seluruh area Mansion.


"Ups!!!" Rere dan Gege saling menatap sembari menutup mulut mereka dengan wajah panik.


" GEGE RERE APA LAGI YANG KALIAN LAKUKAN!!!" teriak Dea sambil menatap kedua anaknya dengan wajah garang.


" Huwaa maaf Mama.... bahan penelitian kami pasti meledak lagi!!!" seru kedua bocah yang langsung turun merosot dari tubuh Sagara dan berlari terbirit-birit dari halaman.


" Bhahahhahahaha......." Semua orang tertawa. Tingkah random kedua bocah itu memang sangat menggambarkan ayah dan ibu mereka.


Sagara menggenggam tangan istrinya," Terimakasih sayang," ucap Sagara menenangkan Dea yang tengah marah.


"Haihh... kamu ajari anak kamu itu sayang, lihat kelakuan mereka, dapur sudah dibakar sampai berkali-kali oleh mereka!" celetuk Dea tak habis pikir.


Sagara mencolek hidung istrinya," Apa kau tidak ingat kalau dirimu juga melakukan hal yang sama di masa lalu hmm?" goda Sagara.


Dea tersipu malu," Hahaha... mereka meniru sifatku!!" ucap Dea sambil menenggelamkan kepalanya dalam pelukan suaminya.


.


.


.

__ADS_1


Like, vote dan komen 🤗


__ADS_2