
Sagara duduk di dalam ruangan kantornya bersama Adam yang baru tiba dari perjalanan bisnis. Hari ini dia aka menyerahkan seluruh manajemen grup Sagara pada pemilik perusahaan itu.
" Kau sudah kembali, saatnya bagiku untuk istirahat!" ucap Adam sambil menghela nafas lega.
Dia meregangkan tubuhnya, rasanya sangat melelahkan ketika dia harus mengurus beberapa perusahaan sekaligus, apalagi cabang bisnis Sagara begitu luas.
" Tapi pekerjaan mu sangat bagus kak, kau sangat cocok dengan pekerjaan ini!" puji Sagara yang tersenyum dengan semua pencapaian kakaknya selama membantunya memimpin perusahaan.
" Apanya yang hasil kerjaku Sagara, semua ini berhasil karena tekad istrimu, dia benar benar wanita yang sempurna!" ungkap Adam.
" Apa hubungannya dengan Dea?" tanya Sagara.
" Dia ibarat seorang Dewi yang mempunyai kemampuan memberi semangat dan menyebarkan aura positif pada karyawan, semua sangat menyukainya, kau beruntung mendapatkan perempuan pekerja keras seperti dia!" ucap Adam.
" Selain itu, Yonathan, Papa dan Mama, serta Mike juga membantu kami mengawasi cabang bisnismu, semua ini berjalan lancar karena bantuan mereka!" ungkap Adam.
Sagara menatap kakaknya sambil tersenyum tipis. Enam tahun tidak bertemu, pria itu sudah berubah menjadi pria bijaksana. Bukan lagi pria dengan tempramen buruk yang sangat mudah marah bahkan sering kali menjadi lawan bicara Sagara sampai adu tinju.
Adam berbicara panjang lebar, bahkan Tampak lebih rileks dan nyaman ketika dia bercerita. Tampaknya waktu telah mengubah pria itu, berbagai kesibukan telah membangun karakter Adam.
" Siapa yang membuatmu berubah seperti ini kak?" tanya Sagara sambil terus bangga.
Adam berhenti bicara sambil menatap adiknya dengan wajah heran," Kau sudah gila!? Apa yang berubah!? Aku masih sama bodoh," ucap Adam sambil mengerutkan wajahnya.
" Hahaha... Kau benar benar berubah banyak kak, enam tahun ini pasti terjadi banyak hal," ucap Sagara sambil menepuk bahu Kakaknya.
" Ahahah...apanya yang banyak berubah, aku hanya semakin sibuk dan mengerti arti hidup, mungkin jika sedikit berubah itu karena aku punya adik ipar dan dua keponakan nakal yang harus kujaga selama kau pergi," tutur pria itu sambil tertawa.
Adam membantu mengelola perusahaan Sagara sembari menjalankan bisnisnya sendiri. Saat dia mengelola semua bisnis itu, Adam menyadari bahwa keserakahannya dahulu hanya akan menghancurkan hidupnya dan keluarganya.
Saat mereka asik berbincang di dalam ruangan itu, Sekretaris Lin bersama Anna dan Bima tiba dengan beberapa laporan di tangan mereka.
" Selamat siang tuan muda, " sapa Sekretaris Lin.
"Dasar manusia kaku," celetuk Bima sambil duduk di atas sofa dengan kedua kaki diangkat ke atas.
__ADS_1
" Di mana Barak? Apa dia belum selesai?" tanya Sagara.
" Masih bertugas di rumah sakit, dia cukup sibuk belakangan ini," jelas Bima.
" Tuan muda, terkait dengan karyawan yang berperilaku aneh itu, beberapa di antara mereka telah dilaporkan hilang beberapa bulan yang lalu dan beberapa lainnya telah dinyatakan meninggal dunia," jelas Sekretaris Lin sambil memberikan dokumen yang sudah dia susun terkait informasi para karyawan yang berperilaku aneh hari itu.
" Apa tidak ada satupun yang bisa kalian temukan?" tanya Sagara.
Bima dan Lin menggelengkan kepala mereka, tak satu pun dari karyawan itu yang bisa mereka temui. Dan anehnya semua yang tertangkap kamera melakukan hal aneh, seolah menghilang tanpa jejak.
" Ini benar benar aneh tuan muda, karena semua karyawan yang telah dipecat itu tak bisa ditemukan!" tukas Anna.
Sagara mengeraskan rahangnya. Masalah ini malah semakin rumit. Para karyawan itu sama sekali tidak dapat ditemukan.
" Bagaimana dengan pria yang mengganggu Dea? Apa kalian sudah menemukan keberadaannya!?" tanya Sagara.
Sekretaris Lin dan Bima menggelengkan kepala mereka.
" Orang aneh itu dibawa oleh beberapa pria misterius setelah diseret oleh petugas keamanan di hari dia menimbulkan masalah, setelah itu keberadaannya sama sekali tidak dapat di lacak, bahkan para pria yang membawanya itu tidak bisa ditemukan, mereka semua menghilang bagaikan ditelan ombak!" tutur Bima.
" Tuan muda, kasus ini hanya terjadi di sekitar grup Sagara, setelah saya selidiki, perusahaan Lain bahkan lingkungan masyarakat yang lain tak mengalami hal yang sama, saya pikir seseorang sedang menargetkan perusahaan!" ucap Lin.
Mereka semua terdiam, berbagai kemungkinan dapat terjadi. Siapa sebenarnya dalang di balik kejadian beruntun ini. Mereka menyadari pola kejadian yang tidak teratur, seolah membuat mereka lengah dan menganggap kalau orang orang itu hanya mengalami depresi biasa karena tekanan kerja.
" Ini disengaja, cari tahu lebih banyak, lalu untuk hutan itu, kirim beberapa orang ke sana untuk mengamati, jangan lakukan gerakan apa pun tanpa sepengetahuan ku!" titah Sagara.
" Baik bos!" seru Bima dan Lin serentak.
Misi kali ini cukup berat. Mereka sama sekali belum menemukan satu pun dari karyawan yang bertingkah aneh itu. Semuanya tampak abu-abu. Sangat sulit memastikan apa yang sebenarnya terjadi pada mereka, karena keluarga mereka sendiri hampir tidak tahu menahu tentang kehidupan mereka.
Sementara itu, di markas kelompok besar grup Macron, ketiga pilar utama grup itu tampaknya tengah serius bermain poker di tengah ruang besar aula markas.
Anak buah yang lain tampak bekerja sesuai bidang masing-masing dan tak mengusik ketiga tokoh utama grup Macron itu.
" Kak, apa menurutmu orang itu menargetkan grup Sagara?" tanya Dyroth sambil meletakkan kartunya.
__ADS_1
Dea memutar mutar kartu miliknya sambil berpikir keras," Dari semua kejadian yang terjadi, satu hal yang aku sadari adalah, mereka melakukannya saat aku ada di sekitar mereka!" ucap Dea.
Trakkk!!!
Yefta terkejut sampai menjatuhkan seluruh kartu yang dipegangnya.
" Apa maksudmu kau adalah targetnya!!" Tanya Yefta dengan mata membulat sempurna.
Dea mengangguk," benar kak, aku menyaksikan seluruh kejadian itu dengan mata kepala ku sendiri, ini artinya ada seseorang yang menargetkan aku!" ucap Dea.
" Haihh.... Siapa lagi yang kau singgung sampai ada kejadian seperti ini?" ucap Yefta sambil menghela nafas kesal.
" Kak apa kau yakin!?" tanya Dyroth dengan nada serius.
Dea mengangguk," aku yakin, dan sepertinya aku sudah punya beberapa tersangka dalam kasus aneh ini!" ucap Dea.
" Siapa!? Di mana mereka!? biar aku yang urus!" ucap Yefta dengan wajah murka.
" Tenanglah kak, ini berhubungan dengan masalah pribadiku dan rumah tanggaku, aku akan memeriksanya sendiri!" ucap Dea dengan senyuman sinis di wajahnya.
Dari ekspresi Dea, jelas kalau dia sudah menaruh curiga pada beberapa orang yang belakangan ini mulai menunjukkan taringnya di hadapan Dea.
" Lalu apa yang akan kau lakukan kak!? Menurutku, kakak ipar juga pasti sudah tahu hal ini!" ucap Dyroth.
Dea meletakkan semua kartunya," Kita buat dia menunjukkan dirinya sendiri!" ucap Dea sambil tersenyum jahat.
Yefta dan Dyroth yang melihat senyuman itu hanya bisa terhenyak. Aura bos Macron memang tak bisa dianggap main main.
Dea tahu bahwa ada beberapa orang yang telah dia singgung, namun yang paling mungkin melakukan hal ini adalah sosok yang tidak disangka-sangka oleh siapapun!
.
.
.
__ADS_1
Like, vote dan komen 🤗