
Suasana menegangkan menyelimuti area kumuh itu.
Sekitar tujuh orang pria berbadan besar menghadang mobil Van yang ditumpangi Dea dan teman temannya.
"Nyonya muda, ini berbahaya, mereka itu pasti gangster!!" ucap Ruka sambil menatap pria pria bertubuh kekar itu.
"Aku tahu!" balas Dea seraya mengeraskan rahangnya. Dia menatap orang-orang itu, jelas dia lihat sesuatu yang aneh dari orang orang itu.
" Ini orang orang dari kediaman bangsawan Eldrich!" batin Dea tak menyangka.
" Apa yang mereka lakukan di sini!?" pikir Dea.
" Itu mereka!! dua pria yang ada di sana pernah mengikuti ku kak!" lucy menunjuk pria di barisan depan itu dengan wajah terkejut.
Tak disangka mereka adalah orang yang sama yang mengikuti Lucy beberapa waktu lalu.
" Orang Kediaman Eldrich mengejar Lucy!? untuk apa!?" batin Dea sambil menatap Yefta dengan wajah penasaran.
Pria itu juga memikirkan hal yang sama, dia menatap Dea tanpa berbicara.
" Orang orang ini aneh, kenapa mereka menargetkan Lucy!?" batin Yefta.
Mereka tetap diam di dalam mobil. Di barisan belakang sekitar lima orang pria keluar dari mobil yang mengikuti mereka tadi.
"Mau apa kalian!!" teriak salah satu pria di barisan belakang.
" Jangan ikut campur atau kau menjumpai kuburanmu hari ini!!" balas pria dari kelompok bangsawan Eldrich.
" Membawa kepalaku!?" pria itu menaikan sebelah alisnya.
" Jangan harap keparat!" ucapnya dengan angkuh.
Tiba-tiba salah satu dari pria suruhan bangsawan Eldrich mendekati mobil Van itu.
" Lucy Vexana, keluar kau atau mobil ini kami hancurkan!!!" terima pernah itu sambil mengarang pistol ke mobil Van tersebut.
" Mereka mencariku!!!' ucap Lucy dengan wajah pucat pasi.
" Ka.. kakak... mereka mengejarku!!" Lucy menatap Dea dengan tubuh gemetaran.
" Tenanglah Lucy,kita akan baik baik saja!" ucap Dea.
Suasana di luar begitu menegangkan, barisan pria misterius yang mengikuti Van itu tampak marah.
" Serang mereka!!" titah pimpinan mereka.
Perkelahian tak terelakkan. Terjadi perang lima lawan tujuh di arena itu.
Terlihat jelas sekali kalau orang orang itu melindungi Lucy dan seisi mobil tersebut. Tetapi Dea dan Yefta tak tahu dari kelompok mana para pria yang menjaga Lucy itu.
Brak!! Brak!! Brak!!
" Lucy Vexana keluar kau!! atau ku tembak mobil ini!!!" salah satu dari barisan anak buah bangsawan Eldrich megancma.mobil tersebut.
__ADS_1
" Nyonya ini berbahaya, sebaiknya kita pergi!!" ucap Ruka.
Dea mengangkat tangannya," jangan gegabah, orang orang ini dari kediaman bangsawan Eldrich, aku yakin di ujung sana masih ada anggota mereka, jangan terkecoh dan tetap tenang sambil memikirkan cara melawan mereka!!" ucap Dea.
" Tapi nyonya, tak mungkin ada lagi!!!" ucap Ruka.
"Kita harus segera pergi, di sini berbahaya, semua tempat bisa saja disisipi oleh orang jahat!!" desak Ruka
" Kau tidak tahu Ruka!!" senggak Dea.
" Anak buah bangsawan Eldrich adalah tim Elit, mereka punya persiapan, sepertinya Lucy telah menjadi target karena perbuatan Gita Eldrich!! dia meras dipermalukan karena nama Lucy naik begitu saja setelah namanya hancur dalam dunia hiburan!" tukas Dea.
" Jika aku tidak salah tebak, maka beberapa menit lagi anak buah yang lain akan keluar dari sarangnya, target mereka adalah Lucy, mungkin saja ada hubungannya dengan Sagara dan diriku!" jelas Dea.
" Tapi nyonya, ini berbahaya, kita harus segera pergi!!" desak Ruka.
" DIAMLAH!" kali ini Yefta angkat bicara.
" Kau tidak tampak seperti komandan pasukan elit, di mana ketenanganmu saat menjalankan misi!? kau mempermalukan kelompok Elf!!" senggak Yefta lagi sambil menatap kesal pada Ruka .
Ruka terdiam membeku," Ba.. bagaimana ka.. kau tau!? siapa kau!?' Ruka terkejut bukan main.
Bagaimana bisa Yefta tahu identitasnya sebagai komandan pasukan di kelompok Elf.
"Siapa kau sebenarnya!?" tanya Ruka.
Dea menatap Ruka dengan tatapan tajam.
Bugh!!
" kau terllau banyak bicara Ruka, kenapa kau hilang kendali di saat genting begini!?" kesal Dea .
"Kak... di.. dia pingsan!!" Lucy tampak syok.
" Apa kau mau juga?" ucap Dea dengan nada kesal.
Lucy menggelengkan kepalanya," aku akan diam!!" ucap Lucy sambil menutup mulutnya dengan kedua tangannya.
Dea dan Yefta menatap pertarungan di luar mobil. Sesuai perkiraan Dea, anak buah bangsawan Eldrich bertambah banyak, dan orang orang misterius yang menjaga mereka semakin terdesak.
" Yefta, ini tidak boleh dibiarkan, apa kita harus turun tangan!?" tanya Dea.
"Kau sedang mengandung, itu berbahaya!" larang Yefta.
" Kandunganku baik baik saja, aku tidak bisa terus menunggu seperti ini sampai mereka membuka paksa mobil ini!!' ucap Dea.
" Lalu kau mau menyerang!? bahaya Dea!' ucap Yefta.
" Apa kau pikir aku dan anakku selemah itu!?" Dea mengeluarkan belati andalannya, belati yang bisa berubah menjadi cambuk.
"Tapi..."
"cukup bicaranya, kita bantu keadaan di luar, sepertinya mereka juga menargetkan aku, tak mungkin mereka melakukan ini hanya untuk menangkap Lucy!" tukas Dea dengan wajah datar.
__ADS_1
"Baiklah, aku akan menjagamu!!" balas Yefta.
Dea mengangguk paham. Memanggil anggota mereka akan sangat terlambat. Mereka harus segera bertindak.
" Lucy, tetap di dalam mobil!!" ucap Dea.
" Jangan pergi kak, kakak sedang hamil!!' Lucy menahan tangan Dea.
" Tenang lah, aku sudah biasa!" ucap Dea.
" Jaga mereka!' titah Dea pada anak buahnya.
" Baik nona, saya sudah menghubungi tim terdekat, bantuan akan segera tiba!" ucap supir mereka.
" Semoga saja tiba di saat yang tepat!" ucap Dea sambil memakai topengnya untuk menutupi identitasnya sama seperti Yefta.
Sementara itu di kediaman bangsawan Eldrich. Tuan besar Eldrich tengah duduk di singgasananya sambil menatap papan caturnya.
Dia memegang pion hitam, menatap area pertempuran sambil tersenyum licik.
" Dealora, tidak kusangka identitasmu begitu mengejutkan, bagaiman bisa hubungan ayah dan putri ini malah berubah menjadi hubungan Bibi dan keponakan dalam waktu sekejap!?" batin tuan besar Eldrich seraya memutar mutar pionnya itu.
"Papa, apa anak buah kita akan berhasil menangkap Dea dan si Lucy sialan itu!? aku ingin menghancurkan mereka!" ucap Gita dengan wajah penasaran, dia menemani ayahnya bermain catur bersama kakak tertuanya, Alexander.
"Tenanglah sayang, kita pasti akan mendapatkan dua perempuan itu," ucap tuan Eldrich.
" Kenapa Papa ingin menangkap adik kelima?" tanya Alexander penasaran.
"Anak durhaka yang mencelakai kakak perempuannya sendiri harus diberi hukuman," ucap tuan Eldrich.
" Dia telah menghancurkan karir putri kesayanganku, maka aku akan menghancurkan hidupnya!" ucap tuan Eldrich.
"Dia juga putri anda ayah mertua, putri yang dilahirkan oleh istri kedua anda!! " Vera istri Alexander menatap mereka dengan tajam.
Tuan besar Eldrich tertawa," Hahahahah... putriku? Menantuku, kau masih gadis kecil, belum tahu banyak, aku tidak punya putri pembawa sial seperti dirinya, kelahirannya adalah malapetaka di keluarga ini!!!" tukas tuan Eldrich.
Vera hanya diam, dia mengeraskan rahangnya dan menatap penuh kebencian pada keluarga suaminya," Cih... kenapa masih terus berpura-pura kalau kalian sudah tahu, munafik! kalian mencari masalah sendiri!! jangan meminta bantuan keluargaku saat perang itu terjadi!!" Ucap Vera sambil beranjak pergi dari ruangan itu.
"Vera!! jaga kata katamu!!" senggak Yonatan.
" Kenapa Kakak ipar selalu mencari masalah dengan kita Pa!?" tanya Gita tak suka.
" Karena dia tahu banyak hal, dia cerdas!" ucap tuan Eldrich,
" Tidak seperti kalian anak anak bodoh yang malah berada di garis keturunan ku!" lanjutnya di dalam hati.
Rahasia besar hubungan Dealora dengan keluarga bangsawan Eldrich telah terkuak.
Dealora bukanlah anak kandung tuan besar Eldrich, melainkan Bibi kecil dari tuan besar Eldrich, keturunan langsung dari bangsawan kalangan atas yang disebutkan telah kehilangan seluruh anggota keluarganya dalam pemberontakan anggota bangsawan.
.
.
__ADS_1
.
Like, vote dan komen 🤗