
Bugh!!!
Satu tendangan melesat ke perut pria aneh itu. Sagara murka saat melihat pria gila itu menarik tangan istrinya dengan paksa. Dia mencoba menahan dirinya saat melihat Dea berusaha menangani pria itu.
Tapi semakin dibiarkan, amarah Sagara malah semakin memuncak. Tak sabar dengan kelakuan pria itu Sagara menendang perut pria aneh itu sampai dia terpental jauh.
"Arrkhhh.... Ke...parat sialan!!!" pekik pria itu sambil meringkuk kesakitan di atas lantai seraya menatap Sagara dengan wajah murka.
" Kau baik-baik saja sayang!? Apa yang dia katakan!? Apa dia menyakitimu!?" Sagara tampak sangat khawatir, dia memeriksa tubuh istrinya dengan serius.Wajahnya mengatakan kalau dia benar benar khawatir atas keadaan Dea saat ini.
" Aku baik-baik saja, pria itu sangat aneh," ucap Dea sambil mendekap lengan suaminya. Menatap kesal pada pria yang tergeletak di atas lantai.
Petugas keamanan tiba dan mendekati pria itu. Menangkapnya dan meringkuknya dengan seksama agar dia tidak melarikan diri.
"Sialan, aku hanya mau bertanggungjawab, tapi kau sok jual mahal, dasar perempuan sialan!!" pekik pria itu sambil menatap ke arah Dea dengan tatapan tajam
Mendengar istrinya direndahkan seperti itu, tentu saja Sagara tak terima. Rahang pria itu mengeras, wajahnya memerah, amarahnya membara.
"Apa kau bilang!? Sekali lagi katakan!!! Apa yang kau katakan tadi keparat!!" senggak Sagara.
Cepat-cepat Dea menahan tangan suaminya agar pria itu tak melepaskan amarahnya di tengah tengah kerumunan orang itu.
" Sayang sudahlah, hanya orang tidak beres, jangan memperpanjang masalah," ucap Dea sembari menarik tangan Sagara agar tidak melakukan hal yang tidak diperlukan di sana.
"Tapi dia sudah menyakitimu,.aku harus menghajar keparat itu!!!" geram Sagara.
Jelas sekali di wajahnya kalau dirinya marah besar karena ulah pria itu.
Sagara mana tahan ketika orang lain merendahkan istrinya.
Namun bagi Dea, tak ada gunanya bagi mereka untuk lanjut berdebat dengan orang seperti pria itu. Hanya masalah yang akan mereka dapatkan.
" Sudahlah, jangan mengurusi pria itu lagi, biar petugas yang mengurusnya," ucap Dea.
" Tapi yang... Dia sudah menghina kamu, menghina istriku, aku mana terima!!" ucap Agar dengan tegas. Dia menatap pria itu dengan tatapan penuh kebencian.
"Bukan masalah penting sayang, biarkan saja petugas yang membawanya, aku sedikit pusing, kamu temani aku,"bujuk Dea.
Sagara hanya menghela nafas berat
__ADS_1
" Pak bawa pria itu, jangan biarkan orang seperti dia masuk ke ruang publik seperti hari ini. Sangat berbahaya!" ucap Dea dengan serius.
"Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan nya nyonya, kami akan segera mengurus pria ini!" ucap kedua petugas itu dengan serius.
"Sialan lepaskan aku, aku harus bertanggung jawab!! Awrkhhhh keparat!!!" pekik pria itu.
Dia mengamuk seperti orang kesetanan, meronta-ronta dan meraung-raung bagaikan hewan liar yang ditangkap oleh pemburu.
Dea membawa suaminya pergi dari area itu. Di tahu suaminya tidak akan dapat menahan amarahnya lagi jika mereka tetap berada di sana.
Saat mereka berjalan, Dea menoleh ke arah belakang, mengamati pria aneh tadi.
Dan di saat yang sama ada dua pria berpakaian serba cokelat menghampiri kedua letusan tadi dan mengambil alih pria aneh itu.
Tiba tiba salah satu dari mereka menyuntikkan sesuatu ke leher pria itu dan dalam sekejap dia berubah seperti patung, berdiri tegap, tak memberontak dan tampak mengikuti instruksi kedua orang misterius.
"Siapa mereka!? Dan apa yang mereka lakukan?" pikir Dea.
Dea menyimpan kecurigaannya ini di dalam hati. Karena mereka tidak mengancam nyawa Dea, Sagara maupun orang-orang di sekitarnya, Dea tak bisa asal ambil kesimpulan tentang pria itu.
"Kak Gara aku lapar," ucap Dea sambil menatap suaminya .
Sagara hanya diam, dia menarik tangan Dea dan langsung berjalan ke arah salah satu restoran mewah di mall itu.
Dea memesan makanan kesukaan suaminya dan juga pesanan untuknya. Dia terus menatap Sagara yang jelas dia ketahui sedang kesal karena kejadian di mall tadi.
Sampai makanan dihidangkan, Sagara sama sekali tidak berbicara. Dia hanya menatap makanannya dan mengaduk aduk nasi goreng di depannya itu tanpa menikmatinya sama sekali.
" Kak...." panggil Dea pelan seraya menyentuh ujung jari telunjuk suaminya.
"Kak Gara!" panggil wanita itu lagi seraya menggenggam tangan pria itu.
"Sayang bicaralah!! Kenapa kamu diam terus sejak tadi!? Apa kau sudah bisu!? Apa mulutmu hilang !? bicaralah, jangan diam begini!" desak Dea sambil menggoyangkan tangan Sagara.
Dia merasa kalau suaminya sedang marah akibat kejadian tadi.
Sagara menghela nafas berat," Makanlah," ucapnya sambil menyendokkan hidangan di depannya ke mulut Dea.
Dea mengerucutkan bibirnya," tidak mau, kau... Kau marah padaku... " ucap Dea dengan wajah cemberut sambil melepaskan tangannya dari tangan Sagara.
__ADS_1
Dia menatap ke arah lain dengan wajah cemberut.
Sagara menarik tangan istrinya lagi, segurat senyum tipis tergambar di wajah pria itu.
" Aku kesal," ucap Sagara.
Dea segera menoleh begitu suaminya mulai mengeluarkan isi hatinya. Dia menatap Sagara dengan penuh perhatian sambil berkata," aku mendengar, ceritakan lah!" dengan tegas.
Bibir Sagara melengkung, dia mengusap pucuk kepala istrinya dan menatap Dea dengan tatapan penuh cinta.
" Saat dia mengatai dirimu seperti tadi, aku marah dan kesal karena merasa tidak berguna, aku tidak bisa melindungimu, sampai membuat orang lain berbicara sembarangan terhadap dirimu," tutur Sagara.
"Owhh... jadi suamiku sedang mengkhawatirkan aku?" balas Dea dengan wajah bahagia.
"Benar, aku sangat khawatir, aku tidak tahu siapa saja yang sudah disinggung istriku ini sampai tiba tiba ada yang mengganggumu seperti itu, aku tidak punya persiapan untuk menghadapi nya!" ucap Sagara.
" Hahah.... Bagaimana kau tahu kalau aku menyinggung banyak pihak!?" celetuk Dea.
"Dari sikapmu di masa lalu, aku jelas tahu kau nona cantik bar bar yang suka cari masalah!" ucap pria itu.
Dea mengertilah kekhawatiran suaminya. Dia menarik tangan Sagara dan menggenggamnya dengan erat sambil menatap pria itu.
"Aku memang menyinggung beberapa orang, tetapi pria aneh tadi tidak tahu asal usulnya dari mana!" jelas Dea.
"Suamiku tidak perlu khawatir, karena istrimu ini juga bukan orang sembarangan!" balas Dea sambil mengedipkan sebelah matanya.
Sagara tersenyum, dia terus menatap wajah istrinya yang semakin hari semakin dewasa dan semakin mempesona.
Jantungnya berdebar tak karuan,dia jatuh cinta semakin dalam pada sang istri.
" Dea, kurasa aku sangat mencintaimu dan semakin mencintai mu lebih dari kemarin," ucap Sagara sambil menarik tengkuk istrinya, lalu membungkuk dan mengecup bibir ranum istrinya.
Dunia yang mereka lewati sangat mempesona, setiap kejadian yang mereka alami membuat rasa cinta dalam pernikahan mereka semakin kuat.
"Aku mencintaimu Dealora Yale..." ucap Sagara.
.
.
__ADS_1
.
Like, vote dan komen 🤗