
Dea tidak menyangka kalau dia akan melihat pria yang berstatus sebagai suaminya berduaan di dalam ruang ganti bersama seorang gadis cantik yang memang sangat menarik.
Istri mana yang tidak sakit hati jika melihat suaminya berduaan dengan perempuan lain, sekalipun pernikahan itu hanya pernikahan paksa.
Dea merasa harga dirinya terluka, hatinya sakit saat melihat Sagara tampak nyaman dengan perempuan lain belum lagi mereka bersembunyi di dalam ruang ganti.
Wajah gadis itu memerah, dia kesal dan marah di saat yang sama. Tanpa dia sadari rasa cemburu membakar hatinya. Bibirnya saja yang mengatakan tidak menyukai Sagara, tapi hatinya telah menyiapkan ruangan khusus bagi pria itu.
"Aku mau pulang!" ucap Dea sekali lagi. Dia berbalik dengan wajah kecewa.
"Apa dia menganggapku sampah!? aku istrinya tapi dia secara terang-terangan malah bermesraan dengan gadis lain!" kesal gadis itu sambil menahan air matanya .
Sagara tertegun, Lucy yang untuk pertama kali melihat penampilan istri pria itu juga dibuat tertegun dengan wajah melongo.
Penampilan Dea sangat jauh dari apa yang Lucy bayangkan. Dia seolah telah melihat malaikat di depan matanya, sangat cantik juga menggemaskan terutama saat dia kesal dan marah.
Plak!! Plak!! Plak!!
Tangan Lucy segera mendarat di lengan Sagara, memukuli pria itu dengan wajah sumringah sambil menatap punggung Dea.
" Kak! kak! kak!! itu istrimu!!? yang benar saja!!!" Lucy berseru kegirangan sambil menghentak hentakkan kedua kakinya dengan penuh semangat saat pertama kali dia melihat penampilan istri Sagara.
Sagara yang ditepuk tepuk dengan kuat oleh Lucy malah tak menjawab. Pria itu terhipnotis dengan penampilan istrinya yang sangat cantik bak seorang peri taman. Begitu memikat sampai membuat tuan muda Sagara terdiam bagaikan patung batu yang keras.
Lucy berbinar-binar, dia menatap Sagara yang menatap Dea dengan mulut menganga.
" pffthh hahaha... aku yang perempuan saja jatuh cinta dengan sosoknya, apalagi kau suaminya!!" ucap Lucy sambil tertawa cekikikan melihat wajah Sagara.
Untuk pertama kali dalam hidupnya dia melihat Sagara yang biasanya murung, pemarah, pendiam dan sangat dingin malah menunjukkan ekspresi konyol terhadap Dea.
Lucy tersenyum bahagia, dia menatap Sagara dengan mata berkaca-kaca.
Dia tahu bagaimana perjuangan Sagara selama ini, dia tahu bagaimana Sagara menjalani hidupnya dengan keras dan menghukum dirinya atas apa yang terjadi pada kedua sahabatnya.
Lucy paham, dan itu alasan Lucy ingin melindungi Sagara.
Tetapi hari ini, dia telah melihat seorang malaikat cantik yang telah menarik Sagara dari lembah kekelaman menuju jalan kehidupan yang terang dan damai.
Dea Eldrich, gadis yang disebut orang sebagai anak pembawa sial justru membawa keberuntungan bagi Sagara dan orang-orang yang menyukainya.
__ADS_1
" Akhirnya ada seseorang yang menghangatkan hatimu yang sudah membeku itu, aku melihat harapan pada gadis itu," batin Lucy sambil menatap Sagara dengan mata berkaca-kaca.
Hingga dia tersadar kalau Dea senang kesal di luar ruangan itu.
Plak!!
" Sadar kak!" ucap Lucy sambil menepuk lengan Sagara dengan kencang.
Sagara tersadar, "Di mana Dea!?" tanya pria itu dengan wajah panik.
Sontak dia keluar dari balik tirai itu mengejar istrinya yang sedang salah paham dan dibakar api cemburu.
Langkah Sagara tergesa-gesa membuat Lucy tertawa cekikikan di belakang pria itu.
Cinta bisa mengubah kepribadian seseorang, tidak terkecuali tuan muda Sagara yang telah dibuat jatuh cinta oleh istrinya sendiri.
Sagara berjalan dengan cepat menuju ruangan di mana Dea sedang menggerutu.
" Cih... apa dia membawaku ke sini hanya untuk menunjukkan hubungannya dengan gadis lain!? dia tidak malu!?" kesal gadis itu.
" Apa dia balas dendam karena aku menceritakan tentang Kak Gara!? kan aku hanya cerita, itu pun dia yang minta, bukankah tindakannya ini sangat berlebihan!?" Dea terus menggerutu sambil menghentak-hentakkan kedua kakinya di atas lantai.
"Sekalipun aku punya pria yang ku cintai, setidaknya aku tidak sampai membawa dia bersembunyi di belakang tirai dan tertawa cekikikan di sana seperti kumpulan kuntilanak yang sedang menggosip!" ketus Dea lagi.
Gadis itu sangat kesal, tapi di saat yang sama dia juga merasa aneh pada dirinya.
" Seharusnya aku senang kan!?" gumam Dea sambil menatap ke langit-langit. Dia tidak sadar kalau Sagara sudah berdiri di belakangnya dan mendengar semua gerutunya sejak tadi.
"Benar!" seru Dea sambil menunjuk langit-langit.
" Hahahah harusnya aku bahagia, aku akan lepas dari dia, dia punya nona artis dan aku punya Kak Gara, ini sempurna, kami siap berpisah!" Dea menjentikkan jarinya saat ide luar biasa itu muncul di kepalanya.
" Hahahaha... kau hebat Dea, dengan begini hubunganmu dengan si tiang listrik itu akan berakhir dengan cepat, ayo dukung Sagara dengan nona artis!!" seru Dea sambil melompat kegirangan.
" Hahahha... aku akan bebas, aku akan bertemu kak Gara dan juga Amira, juga kak Albert yeaaayy!!!" seru gadis itu sambil berputar-putar kegirangan.
"Yeaay...... ehhh!!" Dea terdiam seketika. Kedua tangannya spontan menutup mulutnya, dan matanya membulat sempurna saat mendapati dua manusia yang sedang berdiri sambil berkancah pinggang menatap dirinya di dalam ruangan itu.
Dea terhenyak, dia langsung menunduk dengan pipi bersemu merah karena malu.
__ADS_1
" Sial, kenapa mereka harus melihat tindakan konyolku sih!? ini benar benar memalukan!! haihhsshhh... sadar Dea sadar!!" batin gadis itu seraya menepuk-nepuk kepalanya sendiri.
" Apa sudah selesai khayalannya nona!?" sindir Sagara dengan nada datar sambil menatap Dea dengan tatapan tajam.
Glek!
Gadis itu menelan salivanya sendiri, dia mengerucutkan bibirnya lalu menatap ke arah lain.
" Cih!!!" Dea berdecih kesal.
"Ha.. Hay!" Sapa Lucy dengan suara yang ceria.
Mendengar suara gadis itu tentu membuat Dea penasaran. Dia melirik Lucy dari ekor matanya sambil memasang wajah cemberut.
"Bu.. bukankah kalian berdua terlalu terang-terangan!? se.. setidaknya kalian boleh bermesraan saat tidak ada aku di sini!! mau di taruh di mana wajahku, aku masih tercatat sebagai istri tuan muda Sagara!" celetuk Dea tanpa menoleh pada mereka berdua.
Sagara tersenyum tipis, sedangkan Lucy sampai berbalik dan tertawa diam diam karena wajah kesal Dea benar benar menggemaskan.
" Ya Tuhan bagaimana bisa ada manusia yang sangat imut seperti dia!?" batin Lucy sembari mengipas kedua matanya yang terasa panas karena menahan tawa.
"Istrimu cemburu tuh!" bisik Lucy seraya menyenggol lengan Sagara.
Pria itu tersenyum," Ekhmm... apa kau marah?" tanya Sagara sambil menahan tawa.
Dea mendengus kesal," Cih.. pakai ditanya segala, bukannya sudah jelas!? kau punya ke.. kekasih yang sangat terkenal dan cantik, seharusnya kau diam diam agar tidak diliput media, lagipula aku masih istrimu, jika ingin bersama dia maka tinggalkan aku!" ucap Dea dengan ketus.
Sagara dan Lucy hampir saja tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan Dea.
Pria itu melangkah perlahan-lahan mendekati Dea. Dia berdiri di belakang Dea, lalu menunduk dan memposisikan wajahnya tepat di samping telinga Dea.
"Apa nyonya muda mulai cemburu!?" bisik Sagara dengan senyuman penuh tipu daya di wajahnya.
"Mana mungkin aku cemburu!" Protes Dea sambil berbalik dan...
Degh!!
Wajah gadis itu berada tepat di hadapan wajah tampan Sagara yang menatapnya dengan tatapan dalam.
"Ya Ampun, dia terlalu memikat!!" batin Dea berteriak kencang.
__ADS_1