Romansa Sagara Dea

Romansa Sagara Dea
Romansa Sagara Dea 103


__ADS_3

Yefta menatap seluruh warga yang menghakiminya dengan wajah masam dan marah.


"Kalian sudah dengar tidak!!!" pekik Yefta dengan suara melengking .


Seluruh warga sontak terdiam dengan wajah bersalah.


" Itu ulahmu, kau yang bilang dia pelakunya! sekarang bagaimana!"


"Kalian juga menyebutnya pelaku!!"


" ini salah kalian!!"


Para pedagang mulai saling menyalahkan satu sama lain sambil tertunduk malu karena perbuatan mereka.


Anak gadis berkepang dua dengan pakaian warna warni yang menghentikan para warga tadi langsung turun dari atas truk dan menghampiri Yefta dengan wajah menyesal.


" Pak maafkan kami, kami kira tadi bapak itu politikus yang berjanji aka memperbaiki selokan dan pembuangan air, kami memilihnya menjadi pemimpin tapi malah tak berbuat apa-apa, kebetulan sangat mirip dengan anda pak," tutur gadis itu sambil menunjukkan wajah seorang pria yang memiliki sedikit kemiripan dengan Yefta.


" Bapak!? sejak kapan aku menikahi mamak kau!?" ketus Yefta.


"Aku akan menuntut kalian!!" teriak Yefta sambil menatap seluruh pedagang itu.


" Tu.. tuan!! jangan!!!" balas mereka dengan wajah menyesal.


" Govan kau sudah rekam kan!?" teriak Yefta menatap Ajudannya.


" Sudah tuan, kita punya bukti yang lebih dari cukup, saya akan segera proses ke hadapan hukum!!" teriak Govan yang berdiri dengan kamera ponsel di atas mobil.


"To... tolong maafkan kami tuan, kami mengaku salah!! kami mengaku salah!!!" ucap para pedagang dengan wajah menyesal.


Yefta berdecak kesal, dia membuat semua kotoran dan melepaskan sepatu botnya yang sudah kemasukan air got yang baunya minta ampun.


" aku akan menuntut kalian, kalian membuatku malu bahkan menuduhku!!" terik Yefta.


" Sekarang kalian ketakutan, mana keberanian kalian tadi hah!!!" kesal Yefta.


Seketika area itu hening. Semuanya menunduk menyesal karena telah main hakim sendiri tanpa menanyakan kebenarannya.


" Pak.. to.. tolong jangan tuntut kami, kaki sudah mengaku salah!!" ucap gadis kecil di depan pria itu.


" Aku tidak menuntut mu nona kecil karena matamu masih jernih, bisa membedakan yang salah dengan benar!!" kesal Yefta.


" Tapi aku akan menuntut mereka yang suka main hakim sendiri!! bagaimana kalau aku sampai mati di tangan mereka!? bahkan kau pun bisa terlibat sebagai pelaku pembunuhan!!" kesal pria itu .


"Tuan!! saya salah mohon ampun, tolong jangan tuntut kami, kami salah, tolong tuan!! kami akan melakukan apapun selama anda tidak menuntut kami karena telah memukuli anda!!!" teriak salah satu pedagang itu.


"Heh... tunggu dulu, aku tidak akan menuntut kalian karena pemukulan tadi!!" ketus Yefta.


Para pedagang itu malah semakin kebingungan dengan maksud Yefta.


" Ja...jadi atas dasar apa anda menuntutnya kami tuan?" tanya gadis kecil itu.


Yefta mengangkat selebaran berisi wajah pelaku sebenarnya.


"Aku dihajar mereka sampai babak belur, bagaimana bis kalian tidak mengenali pemimpin yang kalian pilih sendiri!? jelas jelas ini beda!!!" protes Yefta sembari menjejerkan selebaran itu dengan wajahnya.


"Aku marah karena kalian menyamakan diriku yang TAMPAN PARIPURNA ini dengan manusia berwajah BUNGKUS IKAN ASIN ini!!" tegas Yefta sambil memelototi mereka dengan mata membulat sempurna.


"Pftrrrhhh... bhahahahahahaha....." Mendengar penuturan Yefta sontak para warga tertawa terbahak-bahak apalagi melihat wajah kesal Yefta.

__ADS_1


" Kalian tertawa hah!? dasar tidak punya hati nurani!!!" kesal Yefta dengan wajah kecut.


" jadi anda marah karena Maslaah wajah ini pak?" tanya gadis kecil itu.


Yefta menatap nona kecil di depannya itu," Iya, dan kau siapa namamu!?" ketus Yefta.


" Saya Celine pak, " balas nona kecil itu.


" Celine berhenti memanggilku bapak, aku bukan bapakmu atau bapak siapapun, aku masih lajang original, asli dan perjaka , belum jadi bapak siapapun!!" ketus Yefta.


" Pfthh babhahahahaha...." seluruh pedagang di sana malah tertawa dengan tingkah kocak Yefta.


Dikira Yefta akan menuntut mereka karena masalah pemukulan itu. Tapi nyatanya Yefta mengamuk karena masalah wajah tampannya yang dinistakan.


" Maafkan kami tuan, kami benar benar salah orang, sampai menyakiti pria baik hati seperti dirimu, kaki benar benar menyesal, kami terlalu marah karena pembangunan pasar ini sangat lambat," tutur seorang nenek berwajah sendu, yang menghampiri Yefta sambil menatapnya dengan penyesalan.


" Kami semua dipaksa bayar pajak tinggi, kami melakukan semua perintah mereka berharap semua janji mereka terealisasi, tetapi sampai hampir habis masa jabatan, sama sekali tak ada janji yang terpenuhi,"tutur si nenek sambil menangis sedih.


" nenek jangan menangis, kita akan menanggung ini bersama-sama," ucap Celine sambil memeluk nenek itu dari samping.


Para pedagang juga menangis. Mereka terlalu sabar dengan segala bujuk dan rayuan para pemimpin gadungan itu.


Semuanya kesulitan, harga di pasar tidak stabil, pajak tinggi, pungli tinggi dan banyak masalah lain. Itu sebabnya saat melihat Yefta yang mereka pikir pelakunya, mereka langsung mengamuk dan me terang Yefta.


" Haihhh!! sudahlah sudah, aku tidak akan menuntut kalian, lain kali berhati-hati!!" ucap Yefta sambil menghela nafas berat.


" Be.. benarkan tuan??" tanya Celine dengan wajah berbinar demikian para warga.


"Iya, aku tidak akan menuntut kalian, sudahlah kembalilah bekerja," ucap Yefta .


"Huwaaa!!!!! terimakasih tuan!!!" para pedagang berteriak keras sambil menangis bahagia saking senangnya karena Yefta membatalkan niatnya.


Tanpa sadar malah membuat nona kecil tadi terdesak dan dipeluk oleh Yefta.


" Ma.. maaf tuan, saya terdesak!" ucap Celine.


Yefta menghela nafas sambil menahan tawa, rasanya sangat lucu melihat reaksi para warga itu.


" Sudahlah sudah, anggap saja angin lalu!!" ucap Yefta.


" Apa yang bisa kami lakukan tuan, kami akan membantu anda, anda bebas belanja apapun gratis di pasar ini!!" ucap para pedagang.


"Emm sebenarnya aku datang ke sini karena mencari makanan ibu hamil yang tengah mengidam!" tutur Yefta.


" Istri anda sedang mengidam!? butuh apa tuan!!" tanya Para warga.


" Bukan istri,aku masih lajang pak, aku mau cari kerupuk udang super dari pantai selatan dan manisan mangga muda yang langkah itu, adikku sedang mengidam, suaminya jauh, jadi aku harus menjaganya dengan baik, bisakah temukan untukku? aku sedang terburu-buru, dia sedang sedih saat ku tinggalkan tadi!" tutur Yefta.


" Tuan saya punya kerupuk udangnya, sebentar saya ambil, ada beberapa bungkus lagi!!!" teriak pedagang di sana yang langsung berlari ke tokonya.


"Manisan mangga ada di tokoku tuan, tunggu sebentar, akan saya ambilkan!!" seru Celine yang juga langsung berlari.


Para pedagang lain tampak langsung heboh mengambil apa saja yang bisa mereka berikan pada Yefta.


" Tuan ini barangnya!!" teriak penjual kerupuk. Celine juga berlari dengan penuh semangat membawakan manisan mangga muda yang langka karena cara pembuatannya yang sulit dan berbeda dari manisan umumnya.


"Tuan ini Manisannya dan handuk untuk anda!!" seru Celine.


" Tuan terimalah juga ini, kami memberikannya untuk nda!!" ucap para pedagang.

__ADS_1


Yefta terdesak lagi," HENTIKAN!!" Pekik pria itu.


seketika semuanya berhenti.


" Hahh.. aku hanya ingin mengambil ini, Manisan dan kerupuknya, itu saja cukup, yang lain simpan saja!!" ucap Yefta.


" Ba.. baiklah tuan!!" ucap mereka.


"Sudah sana bubar, semuanya bubar, atau aku akan menuntut kalian!!" ancam Yefta.


"terimakasih tuan muda!!!!" seru mereka sambil berlarian kabur dari sana.


"Gavin ambil barangnya, masukkan dalam kontainer makanan, jangan sampai kotor! " tegas Yefta.


Gavin dengan cepat menyimpan pesanan Dea itu.


" nona kecil kemari kau!" panggil Yefta seraya menatap Celine.


" A.. ada apa tuan?" tanya Celine.


" Berikan aku nomor rekening mu!" ucap Yefta.


" re.. rekening? buat apa tuan?" tanya Celine bingung.


" Cepat berikan, atau kau mau aku menuntut mereka!?" ketus Yefta.


" ba.. baik, ku berikan tapi jangan dituntut tuan!!" ucap Celine langsung mengambil kertas dan pulpen menulis nomor rekeningnya.


Yefta menerima kertas itu, dia menatap Celine sejenak," Bekerjalah dengan baik, semua akan selesai dengan cepat!" ucap Yefta seraya menepuk pucuk kepala gadis itu lalu pergi dari sana tanpa mengatakan apapun.


Celine terdiam menatap Yefta yang berjalan tanpa alas kaki, pakaian compang-camping, dengan handuk di kepalanya.


Ting!


Sebuah pesan masuk ke ponselnya.


"Dana sebesar 50 juta masuk ke rekening anda atas nama Yefta....."


"Tu.. tuan apa ini!!!" pekik Celine yang langsung berlari menuju Yefta.


" Bagikan pada para warga, perbaiki yang rusak, aku yakin kau bisa mengelolanya dengan baik nona kecil, semoga ada waktu kita berjumpa lagi!!" teriak Yefta dari dalam mobil sambil melambai.


" Tuan!! tuan!!!" pekik gadis itu.


...****************...


Yefta menceritakan kejadian itu sambil tersenyum bangga dengan wajah bonyoknya itu.


" Jadi kakak dapat semua karena dikira penjahat!?" tanya Dea.


" Hu um, tapi tak apa, aku belajar hal baru dari pasar itu, mereka hanya warga yang butuh keadilan!" ucap Yefta sambil tertawa.


" Wahhh kau benar benar luar biasa tuan Yefta!!" celetuk Anna seraya memberikan jari jempolnya.


.


.


.

__ADS_1


Like, vote dan komen 🤗


__ADS_2