Romansa Sagara Dea

Romansa Sagara Dea
S2 Red Dress


__ADS_3

Adam tampak sangat menikmati sarapan paginya. Dia yang biasanya makan di kafe, atau hanya makan sepotong roti kini bisa menikmati makan pagi yang begitu menyenangkan.


Piringnya sampai bersih, masakan Karina habis dilahap oleh pria tampan itu.


"Bagaimana mas? Enak?" tanya Karina dengan mata berbinar.


"Nggak enak! " jawab Adam dengan ketus seraya melirik Karina.


Gadis itu belum selesai makan, dia malah asik memperhatikan Adam tanpa menghiraukan sarapannya.


"gak enak? Maaf ya Mas, Karina kurang paham selera Mas gimana," ucapnya dengan nada sedih.


Wajah cemberutnya tampak begitu menggemaskan. Bibir Adam melengkung ke atas dengan sempurna, lengkap sudah apa yang ingin dia rasakan pagi ini.


"Dasar bocah!" Adam menepuk pucuk kepala Karina.


Dia berdiri dan membawa piring kotor itu.


" Mas?"


"letakkan saja, biar Karina yang bersihkan, sekalian dapur," ucap gadis itu.


" Makan sarapanmu, setelah itu bersiap, kau ikut aku ke perusahaan," ucap Adam.


" Emm?? Karina boleh ikut?" balasnya dengan wajah terkejut.


Adam menatapnya," Apa kau keberatan nona!?" pria itu mendekatkan wajahnya pada Karina.


Kedua netra mereka saling menatap satu sama lain. Karina terkesiap, ini pertama kali dia berada di posisi sedekat itu dengan seorang pria.


"Jawab Mas, apa kau keberatan?" tanya Adam.


Suaranya saja sangat tampan, apalagi wajahnya.


"Ng-nggak keberatan Mas, ta- tapi...." Karina tampak sangat gugup, bahkan pipinya sampai memerah saking salah tingkahnya.


"Kenapa hmm?" tanya Adam dengan deep voice nya yang menggoda.


" Em.. I.. Itu.. Ma..Mas gak malu emang bawa Karina ke Kantor?" ucapnya pelan sambil menunduk.


Pasalnya selama dia hidup, begitu sedikit orang yang peduli padanya. Ketika ada acara di sekolah maupun keluarga, dia tidak pernah diajak karena dianggap tidak tahu apa apa dan memalukan.


Adam menatapnya dengan tatapan yang tak bisa diartikan.


" Jangan banyak berpikir, dan bersiap ikut aku ke kantor!" ucap nya sambil menegakkan tubuhnya.


Karina menahan tangan pria itu lalu menengadah seperti anak kecil," jawab dulu Mas, apa Mas gak malu? "


Adam menghela nafas," Malu karena apa hmm? Ngapain Mas Malu bawa kamu keluar?" balas pria itu seraya menyerngitkan keningnya.


Seketika bibir Karina melengkung begitu indah, sontak dia berdiri sambil menggenggam lengan Adam.


" Yeaayy... Terimakasih Mas!!" seru gadis itu sambil memeluk lengan Adam lalu berlari dengan riang gembira menuju kamarnya.

__ADS_1


Adam terdiam dengan wajah kaku saat melihat tingkah menggemaskan gadis itu.


Deg deg deg...


Jantungnya sampai berdebar begitu kencang karena ulah Karina yang sangat menggemaskan.


Mata Adam tak bisa lepas dari gadis itu, dia terus menatap Karina dengan wajah kagum.


"wah... Apa apaan tadi itu!?" gumam Adam seraya mengusap tengkuknya.


Dia membereskan dapur, ditatapnya sarapan Karina yang belum selesai.


Dia tersenyum lagi," seperti ini rasanya mengurus bocah," gumamnya sambil mengambil sarapan Karina.


Dengan penuh perhatian dia memasukkan sisa sarapan itu ke dalam wadah bekal untuk dibawa di perjalanan siapa tahu Karina akan lapar.


Dia bereskan semuanya dengan rapi.


"Dia bisa memasak dengan sangat rapi, benar benar bertalenta!" batin Adam.


Masakan Karina cocok untuk lidahnya, gaya hidup Karina yang pembersih sangat sesuai dengan Adam yang perfeksionis. Entah kenapa Adam merasa sangat nyaman ada gadis mungil itu di sisinya.


Setelah beberes, dia menunggu Karina di ruang depan sambil menatap layar ponselnya yang diisi dengan grafik grafik perkembangan investasi miliknya.


Semua bisnis nya berjalan dengan lancar, yang tidak lancar hanya hubungan percintaannya dan hubungannya dengan manusia Lain.


Adam termasuk pria yang suka menghindar dari keramaian, dia akan merasa sangat tenang jika sekelilingnya diam dan sepi.


Dia menatap ke arah kamar Karina, tampak Karina berdiri sambil mengenakan gaun merah yang kontras dengan kulitnya.


Gaun tiga perempat yang sangat menggemaskan, berbahan lembut bak sutra yang jatuh dan melambai ketika dihembuskan angin.


Renda yang indah menutupi bahu,dan sebuah kalung cantik yang menggantung di lehernya, sangat manis dan menggemaskan.


"Mas!?" panggil Karina lagi dengan wajah bingung karena Adam tampak diam membeku di tempat duduknya.


" ekhmm.. Cocok, pakai itu saja!" ucap Adam.


"benarkah!? Wahh... Kalau begitu bantu Karina Mas,Karina gak bisa kancing sendiri!" pinta gadis itu dengan wajah memelas.


" Dasar bocah, sebentar!" Adam bangkit berdiri lalu menghampiri Karina yang kesulitan memasang gaunnya.


Gadis itu berputar, dengan tangan yang menahan gaun, dia menyisihkan rambut panjang agar Adam mudah membantunya.


Tampaklah punggung mulus Karina dengan benda pengait yang tertempel di tubuhnya. Benda yang memiliki pengait itu membuat Adam ketar ketir.


Di terkejut saat pertama kali melihat punggung seorang gadis.


Sontak dia mengalihkan pandangannya, entah kenapa dia merasa bersalah Karena menatap pemandangan indah itu dengan gratis.


Pelan pelan dia menarik kancing gaun Karina hingga tertutup dengan sempurna.


" Su.. Sudah!" ucapnya dengan pipi bersemu merah.

__ADS_1


Jantungnya tidak aman, dia merasa sangat gugup saat ini.


Dengan wajah gembira Karina mengikat pita di pinggangnya, lalu berbalik dan menatap Adam dengan wajah tersenyum begitu ceria.


" Bagaimana Mas? Cantik!?"tanya gadis itu sambil tersenyum.


Adam membeku, bibirnya Kelu untuk menjawab, matanya tak bisa dia alihkan dari gadis kecil itu.


Karina sangat cantik, seperti boneka yang hidup, begitu menggemaskan.


"Mas!?" panggil Karina sambil menatap Adam dengan wajah bingung.


Tangan gadis itu mengusap rahang Adam yang tampak sangat merah seperti kepiting rebus.


Dia berjinjit dan mendekatkan wajahnya Pada Adam, "Mas Kok Diam!?"


"Pipi Mas merah dan panas, Mas sakit ya!?"Karina tampak khawatir.


Dia menangkupkan kedua tangannya di pipi pria itu dan terus menatapnya dengan wajah panik.


Hati Adam bagai diobrak abrik, rasanya campur aduk. Gugup, panik, senang sekaligus merasa sangat aneh dengan dirinya.


" Halo Mas!? "


"Masnya rusak ya? Kok gak ngomong!?" celetuk Karina sambil menguyel uyel pipi pria itu.


Semakin berdebarlah jantung Adam,belum pernah dia merasakan gejolak aneh seperti saat ini. Karina memenuhi seluruh pandangannya, sangat menggemaskan.


" Hah... Kau benar benar membuat kesabaran ku habis!!" Adam tiba tiba mendorong gadis itu ke dinding dan mengungkungnya sambil menatap kedua netra Karina.


Dapat Karina rasakan deru nafas Adam yang menyentuh kulitnya. Dia sangat polos,sampai tidak dasar kalau barusan dia membangunkan serigala beringas dari hibernasi panjangnya.


"Ma..mas kenapa?" tanya Karina sambil menurunkan tangannya dan menatap Adam dengan wajah takut.


Adam terus menatapnya, bibir Karina,mata bulat itu, netra hitam pekat, hidung bagai jembatan emas itu, sangat mengagumkan!


Adam merasa aneh, dia menginginkan gadis itu, ini tidak benar, dia tidak boleh melakukan hal itu pada seorang gadis polos.


" Sighh!!!"


Seketika dia menjauh dari Karina dengan nafas yang tidak teratur.


Dia menatap Karina dengan wajah datarnya," Sial, aku pasti sudah gila, menginginkan seorang gadis kecil hanya karena menatap punggungnya, sadar Adam, dia sangat polos, kau bisa melukainya,dia masih tunanganmu!" batin Adam yang berusaha keras mengontrol dirinya.


Ini kali pertama dia merasakan gejolak aneh itu, rasa yang campur aduk, darah yang berdesir kencang, sangat aneh tapi terasa nyata!


.


.


^^^I am so sorry for the late update, but thank you for always waiting, i'l try to update regularly.^^^


With Sincerity, Harsie Alive.

__ADS_1


__ADS_2