Romansa Sagara Dea

Romansa Sagara Dea
Romansa Sagara Dea 114


__ADS_3

Enam tahun yang lalu,


Sekretaris Lin bersimpuh di samping brankar pembaringan Sagara dengan ponsel Sagara yang terus memutar rekaman suara istri dan detak jantung janin yang dikandung istrinya.


Dengan segala harapan yang tersisa, Lin berharap Sagara kembali untuk Dea dan keluarganya.


Di saat tak ada lagi harapan, di saat semuanya telah menyerah, Lin yakin tuan mudanya kan kembali.


"Tuan muda tidak selemah itu, Tuan muda pasti kembali!!" pekik Lin sambil menangis sampai kedua kakinya lemas, tak.labu sanggup berdiri.


Suasana hening, yang terdengar hanya suara rekaman itu. Semuanya menunduk sambil menangis, menyerah dengan takdir.


Hingga suara monitor detak jantung menunjukkan bahwa tak ada yang mustahil bagi sang Pencipta.


Tikk..tikk.. tikk..


Detak jantung Sagara kembali, keajaiban dan mukjizat yang nyata terjadi di depan mata mereka.


Sekretaris Lin terkesiap demikian para dokter. Hal yang sama sekali tidak dapat dijelaskan dengan kata kata terjadi.


"Tuan kembali!!! tu.. tuan muda hidup kembali!!!!" seru Lin sambil melompat bahagia dengan air mata bercucuran.


Para dokter juga dibuat tak bisa berkata-kata, mereka langsung menangani Sagara. Siapa pun tak bisa menjelaskan keadaan ini.


" Ini jelas di luar kemampuan para ahli sekalipun. Ini jelas sebuah keajaiban, tuan muda kembali karena keluarganya!!" ucap Dokter Arthur.


Setelah kejadian itu masih tak mudah bagi keluarga Sagara. Pria itu masih mengalami koma selama hampir dua tahun. Benar benar masa yang membuat mereka hampir berpikir untuk merelakan Sagara.


Tetapi atas keinginan Dea, mereka bertahan, atas keinginan keluarga Maureer semuanya bersabar menunggu dengan harapan yang tidak pasti.


Dea melahirkan tanpa suaminya. Anak-anak nya tumbuh tanpa melihat ayah mereka secara langsung.


Hingga suatu kali Sagara sadar, namun seolah bukan dirinya. Berbagai cobaan masih terus menghadang mereka. Bahkan yang paling mengerikan, tumor itu tiba-tiba kembali.


Akhirnya Sagara menghabiskan enam tahun hidupnya di laboratorium. Hingga dia benar benar pulih total dan bisa kembali ke keluarga nya.


Meski keadaannya membaik, dia belum menyampaikan kabar apa pun pada istrinya, dia meminta rekan rekannya menyembunyikan dari keluarga bahkan sampai mengirim Bim, Lin dan Barak kembali ke tanah air.


Satu tahun belakangan, Sagara menyelesaikan semua masalah pada tubuhnya dan mempersiapkan kepulangannya dengan hati yang berdebar.


Hari ini di kembali ke mansion Tulip sebagai jiwa yang baru. Tubuhnya sangat bugar bahkan dia terlihat berbeda dengan dirinya enam tahun lalu. Penampilannya berubah total.


Sagara kembali, di memasuki mansion dengan hati berdebar. Membayangkan istrinya juga anak nya yang belum dia ketahui apakah kembar atau tidak.


Begitu masuk ke dalam mansion, sekujur tubuhnya berdesir, semuanya tampak sama hanya lebih indah dan berwarna.


Hingga dia menemukan sosok yang membawanya kembali ke dunia ini. Dea, istrinya tengah duduk di atas ayunan sambil terlelap.

__ADS_1


Melihat Dea untuk pertama kali setelah bertahun-tahun, jantung Sagara berdegup kencang, darahnya berdesir hebat, gejolak membara itu memenuhi hatinya.


Dia duduk di samping Dea yang tiba-tiba memeluknya dalam kondisi terlelap.


Hingga dia dikejutkan dengan tiga orang bocah yang tengah berdiri di hadapannya saat ini.


" Kalian ini bagaimana!? itu papa kalian!!" seru Robert sambil menepuk pucuk kepala si kembar.


" Papa!?" Gege dan Rara memiringkan kepala mereka ke arah yang berlawanan, menatap heran pada Sagara yang berbeda dengan foto ayah yang sering mereka tatap.


Sagara tertegun, tiga bocah itu sudah bisa dia tebak milik siapa.


Dia menatap Robert terlebih dahulu, anak yang tampak lebih dewasa meski seumuran dengan si kembar," Nak, apa kau putra Kak Yonatan?" tanya Sagara dengan suara beratnya yang bergetar.


Robert mengangguk," benar paman, saya putra Papa kodok tukang ngorok itu!!" celetuk Robert dengan nada ketus.


Sagara tersenyum," kau benar benar mirip dengan ayahmu," ucap Sagara sambil tersenyum.


" Tidak, aku mirip Mami, aku tidak mau Mirip dengan Papi kodok!!" ketus Robert.


Hati Sagara berbunga-bunga. Lalu dia menatap si kembar dengan desiran darah yang begitu kuat. Jantungnya berdebar, dia tampak gugup untuk mengajak kedua bocah itu berbicara.


" Ka.. kalian...." Sagara menatap mereka dengan penasaran.


"Hai tuan tampan perkenalkan saya Garren Xu Maureer!" seru Gege.


"Si... siapa ayah kalian?" tanya Sagara terbata.


" Sagara Maureer!" jawab keduanya serentak.


Deghh!!


air mata Sagara mengalir begitu saja. Dia memiliki sepasang anak kembar yang begitu menggemaskan. Mereka tumbuh dengan baik meski tak ada dirinya.


" A...anak anakku..." gumam Sagara sambil menangis.


" ihh om ini cemenlah, kok malah nangis pulak!!" celetuk Gege menirukan logat tanah Batak yang dia tonton di televisi.


Geplak!!


"Bukan Om Kau Uccok, itu Bapakmu!!" celetuk Robert seraya menepuk kepala bocah itu.


" Tapi beda kak Robert, beda sama yang di foto!!" celetuk Rere tak percaya.


" Kalian tau gak sih istrilah glow up!? ya kali penampilan terus sama!? kan pasti menua!!" balas Robert tak mau kalah.


" Haihh kak Robert yang sok jagoan, kakak tahu sendiri kalau di muka bumi ini setiap orang punya tujuh kembaran!! bisa saja dia penipu!!" celetuk Rere.

__ADS_1


"haihh, kebanyakan nonton kamu!!" ketus Robert.


Mendengar kata kata Robert, Gege langsung mendekat ke Sagara dan menatapnya dengan seksama," Sepertinya memang benar! jantungku berdebar tak biasa, ini aneh!!" celetuk Gege sambil menangkupkan kedua tangannya di wajah Sagara.


Dia terus menatap Sagara, hingga semua foto Sagara berputar di kepalanya. Anak itu tahu, anak itu menyadarinya, sosok yang tadi dia lihat pertama kali, sosok yang membuat hatinya bergejolak adalah ayah kandungnya.


"Pa... Papa!!!" ucap Gege dengan suara terbata.


Rere langsung mendekat,.dan tahu kalau pria itu bukan penipu.


" Benar-benar Papa.... hiks hiks hiks...Huwaa..... Rere pasti bermimpi, huwaa.... ini mimpi kan!? ku harap bukan mimpi!!!" Rere menangis lalu memeluk lengan Sagara .


Pria itu terdiam membisu, mendengar bocah bocah itu memanggilnya Papa, membuatnya berdebar tak karuan.


" Emmm... kenapa aku tidak bisa tidur nyenyak sih!? dalam mimpi pun melihat Sagar dan anak anak yang menangis," gumam Dea yang tidurnya terganggu.


Dia menyerngitkan keningnya, di saat yang sama dia merasakan ada sosok hangat yang dia peluk dalam mimpi.


Wanita itu menatap pelan pelan ke arah Sagara, tiba tiba dia tersenyum," heh... heheh.. dalam mimpi pun aku masih melihatmu begitu tampan, Sagara.. kak Gara.. kenapa kau membuat ku semakin merindukanmu!?" ucap Dea sambil menangkupkan kedua tangannya di wajah Sagara.


Gege dan Rere masih memeluk pria itu sambil menangis.


" Mama, ini Papa!!" ucap si kembar sambil menatap Dea dengan mata berkaca-kaca.


Dea menyerngitkan keningnya,l dia pukul kepalanya karena dia pikir dia masih bermimpi," hey Dea bangun, sudah siang, kenapa mimpi ini begitu nyata!?" ucapnya.


Sagara menarik tangan wanita itu," Dea.. aku pulang!" ucap Sagara sambil menatapnya dengan tatapan kerinduan.


Degh!!


Dea terdiam membeku, ditatapnya wajah itu, disentuhnya tubuh Sagara, pria itu benar benar nyata di hadapannya.


" K.. kak... kak Ga.. Gara!!" ucap Dea dengan suara terbata-bata.


Sagara mengangguk sambil menangis," aku.. A.. aku pulang sayang, aku pulang!!" ucap Sagara.


" Kak Gara!!! " Pekik Dea sambil menghamburkan pelukannya pada Sagara sambil menangis sesenggukan dalam pelukan suaminya.


" Kak Gara hiks.hiks hiks... huwaa..... kau kembali, kau akhirnya pulaaang!!!!" Dea menangis histeris sambil memeluk erat suaminya yang dia rindukan.


.


.


.


like, vote dan komen 🤗

__ADS_1


__ADS_2