
Tik... tak.... tik....
Suara dentingan jarum jam terdengar beraturan di dalam ruangan serba putih dengan bau obat yang menusuk.
Dea duduk di samping brankar suaminya sambil menggenggam erat tangan sagara. Kepalanya dia letakkan di bibir brankar itu. Dea terlelap di sana tak peduli tubuhnya pegal meski dia tidur dengan posisi yang tidak nyaman itu.
Dea tidak mau meninggalkan Sagara barang sedetik pun. Dia takut, dia tidak bisa membiarkan suaminya melewati semuanya sendirian lagi seperti yang terjadi belasan tahun ini.
Dea yang meninggalkan Sagara di masa lalu karena dia harus mengikuti kemauan orangtuanya, dan akhirnya Sagara juga yang datang menjemputnya kembali dari kediaman keluarga bangsawan Eldrich.
Dan kini setelah Dea mengetahui semuanya tentang Sagara, Gadis itu tidak akan pernah meninggalkan Sagara lagi apa pun yang terjadi.
Sudah berjam jam Sagara terlelap. Kondisinya membaik dengan cepat, untuk saat ini tidak diperlukan tindakan khusus untuk jantung Sagara. Dokter Arthur dan Dokter Barak sedang berdiskusi mengenai rencana operasi jantung Sagara yang harus dilakuakn dalam waktu dekat.
Di ruangan Dokter Arthur, dokter Jantung terbaik di negara itu tampaknya suaana cukup serius. Arthur adalah seorang profesor berusia kepala lima yangs sudah menangani ratusan jantung manusia. Jam terbangnya sudah tinggi dan diakui oleh banyak pasien.
Dokter Barak yang memperkenalkan pria itu kepada Sagara dan berhasil membuat Sagara yakin dengan pengobatan tuan Arthur hingga memutuskan untuk melakukan operasi besar untuk mengembalikan fungsi jantungnya seperti semula.
“ Selain karena penyempitan jantung, kita juga harus memperbaiki kesehatan mental Tuan muda Sagara,” ucap Dokter Arthur sambil menatap hasil Scan jantung Sagara.
“ Apa menurut Anda penyakit tuan muda berhubungan dengan kondisi psikisnya?” tanya Sekretaris Lin dengan serius.
Dokter Arthur mengangguk,” Sebenarnya masalahnya hanya penyempitan katup jantung yang kembali setelah beberapa tahun, tetapi rasa sakit yang dirasakan tuan Muda sepertinya tidak masuk akal!” jelas dokter Arthur.
“ Dalam konsisi sehat, bahkan tak ada gejala yang menunjukkan pengaruh dari penyempitan, Sagara mengalami kesaktian yang luar biasa yang malah berujung memicu rasa sakit di dadanya, dia sesak bahkan sampai keringat dingin, ini lebih ke masalah psikologis,” jelas Dokter Arthur.
“ Sekretaris LIn, jika dalam keadaan stress atau tertekan apakah tuan muda akan langsung kambuh?” tanya Dokter Barak seraya menatap Skretaris Lin.
Lin mengangguk,” benar Barak, setiap kali ada tekanan beliau akan langsung kesakitan, saya juga sedikit merasa aneh tetapi saya tidak paham masalah jantung, itu sebabnya saya pikir penyakti tuan muda yang kambuh, apa ini berhubungan?” tanya Lin.
“Hal ini harus segera ditangani, penyakitnya bukan lagi hanya penyakit jantung tetapi masalah mental, saya akan rekomendasikan kalian ke psikolog kenalan saya, tetapi Sagara harus menjalani perawatan selama 6 bulan untuk mengembalikan keadaan psikologisnya dan 3 bulan perawatan jantung, setidaknya dia harus beristirahat selama 1 tahun tanpa ada tekanan apa pun!” usul Dokter Arthur.
“ Apa dengan melakukan hal ini dia bisa pulih dok? Berapa besar persentase keberhasilannya?” tanya Bima penuh semangat.
“Kemunginan berhasilnya 95 %, ini angka yang besar karena kita telah menemukan masalah sesungguhnya dari penyakit tuan muda,” jelas Dokter Arthur.
“ Kami akan membicarakan hal ini pada nyonya muda terlebih dahulu, “ ucap Sekretaris Lin.
“ nyonya muda?” tanya Dokter Arthur yang belum tahu kalau Sagara sudah menikah.
“ Ahhh.... tuan muda sudah menikah, dan perempuan yang Anda lihat mengomeli kami tadi adalah istrinya,” jelas sekretaris Lin.
Dokter Arthur mengangguk paham.
__ADS_1
Pembicaraan itu berlanjut, ada harapan besar bagi Sagara untuk segera kembali pulih dan hidup seperti orang normal biasanya.
Sementara itu di kamar Sagara pria tampan itu mendapatkan kemabli kesadarannya setelah tidur semalaman.
Sagara menyerngitkan keningnya saat cahaya matahari yang lembut mendarat di wajahnya. Dia membuka matanya perlahan, tangan kirinya terasa berat karena ditimpa oleh Dea yang masih terlelap dalam posisi tidak nyaman itu.
Sagara menatap Dea, dia terkejut melihat istrinya tidur di sana.
“ Dea..” gumam pria itu.
Kondisinya sudah membaik.
Hati Sagara bergetar saat melihat Dea menunggu dan menjaganya semalamanan di ruangan bau obat itu.
“ apa yang Lin Lakukan sampai membiarkan istriku tidur di tempat tidak nyaman ini!” kesal Sagara yang kemabli ke dalam mode Bos Galak.
Dia duduk dan menatap wajh Dea yang tampak sangat lelah.
“ Dia pasti tidak nyaman,” batin sagara
Tangannya terangkat dan dengan lembut menyingkirkan anak rambut istrinya, menampakkan wajah cantik yang selalu memiliki tempat spesial di hari Sagara.
“ cantik,” gumam Sagara sambil tersenyum tipis.
“ Kak Gara!” Dea tersentak, dia menatap Sagara dengan mata berkaca kaca.
Semalaman dia mengkhawatirkan keadaan Sagara yang tak kunjung sadarkan diri. Dan sekarang di depannya Sagara sudah bangun dari tidurnya dan duduk di hadapannya sambil menatapnya dengan senyuman lembut di wajah tampannya yang sedikit pucat.
Hati Dea bergetar,” ka.. kak Gara bangun..” ucap Dita dnegan nada lirih. Tangannya gemetaran, dia menatap Sagara dnegan hati yang lega karena suaminya akhirnya bangun.
“ Huwaaa.. dasar orang jahat!!” teriak Dea sambil menangis dan menghamburkan pelukannya pada Sagara.
Dea tak kuasa menahan rasa sedihnya, dia menangis sesenggukan, memeluk suaminya dengan sangat erat sampai membuat Sagara yang dia peluk terkejut dengan sikap istrinya.
“ Kenapa kau baru bangun sekarang, aku takut, kau tahu tidak hah!” bentak Dea sambil menangkupkan kedua tangannya di wajah Sagara. Lelehan air mata Dea tak berhenti mengalir.
Rasanya bercampur aduk, dia sangat senang karena suaminya sudah bangun dan bisa dia omeli.
“Kenapa baru bangun sekarang jawab aku!” ucap Dea sambil menatap Sagara dengan jarak yang begitu dekat, mata mereka saling bertemu satu sama lain. Keduanya saling menatap.
Dengan jelas Sagara dapat melihat betapa khawatir istrinya terhadap keadaannya, tanpa tahu kalau Dea sudah mengetahui semua masa lalu mereka.
“ Apa kau mengkhawatirkan aku?” tanya Sagara sambil melingkarkan kedua tangannya di pinggang Dea.
__ADS_1
Dea mengangguk,” apa kau tidak bisa lihat di mataku ini sudah ada rasa khawatir yang sangat besar!” celetuk Dea dengan wajah cemberut.
Sagara tersenyum lembut,” maaf,” ucap Sagara pelan.
“ Kau sudah ketahuan sekarang dasar Teddy Bear tukang Bohong!” ketus Dea seraya mencubit pipi Sagara.
“ Teddy Bear? Apa kau?” Sagara terkejut.
“ Aku sudah tahu semuanya, dasar pembohong, kenapa kau tidak langsung bilang hah? Kau senang ya mempermainkan aku ? dasar Teddy bear jahat, aku mencarimu, aku menunggumu, bahkan bolak balik ke sekolah lama tapi tak tau kau ada di mana, dan sekarang kau berakhir menikah denganku, aku benar benar dipermainkan olehmu!” ketus Dea.
“ Jadi kau sudah tahu semaunya?” tanya Sagara lagi.
Dea mengangguk dengan mata berkaca-kaca,” kenapa tidak bilang hmm? Apa kau takut? Apa Kak Garaku ini takut?”tanya Dea dengan air mata yang mengalir di kedua pelupuk matanya.
Hati Sagara terenyuh, jelas dia takut memberitahukan kebenarannya pada Dea, di saat dia siap membongkar semuanya penyakitnya semakin parah dan tak terkendalikan.
“ Maafkan aku, kau lihat sendiri kondisiku,’ ucap Sagara.
Bugh!
“ Jangan melulu menyalahkan kondisimu! Dasar penakut, kau tahu tidak seberapa takut aku semalam hah? Kau didorong ke dalam lift itu, aku sesak Sagara, kenapa kau melakukan hal hal gila, kenapa kau merencakana hal hal bodoh yang membahayakan nyawamu, apa kau begitu ingin membuatku cepat cepat jadi janda!?!” Dea mengomel sambil menangis sesenggukan.
Rasa takutnya semalam masih belum bisa dia lupakan.
Sagara merasa bersalah, dia benar benar telah kehilangan akalnya hanya karena dendamnya yang tak kunjung berakhir hingga dia menyakiti hati perempuan yang snagat dia cintai.
Sagara menarik tengkuk gadis itu dan..
Cup!
Pria itu mengecup bibir Dea dan menatapnya,” Maafkan aku!” ucapnya.
“ Dasar jahat hiks hiks hiks...” Dea menangis semakin kencang, dia memeluk Sagara lagi dan lagi.
.
.
.
.
Like, vote dan komen
__ADS_1