Romansa Sagara Dea

Romansa Sagara Dea
S2 Enak


__ADS_3

Makanan dihidangkan di atas meja. Aroma khas dari soto Makasar tercium di ruangan makan, begitu menggugah selera.


Aromanya itu bahkan sudah memancing sang Adam yang langsung melek begitu mencium aroma masakan yang begitu lezat.


“ Mika apa kau yang masak? Wangi sekali? Tumben kau bisa masak!” celetuk Adam yang keluar dari ruang baca tanpa harus dipanggil.


Jujur saja dia sudah sangat kelaparan.


“ Apa sewangi itu pak presdir?” tanya Mika yang menantikan reaksi Adam atas semua masakan Karina.


Gadis desa itu sedang membersihkan diri di toilet.


“ Hu umm, ini benar benar wangi, sesuai seleraku, kau benar benar mengejutkan, kapan kau belajar masak?” tanya Adam penasaran sambil menatap masakan itu dengan berbinar binar.


“ Bos, saya ragu kalau ini masakan si jelmaan laki laki ini!” celetuk Leo dengan wajah curiga menatap Mika.


Adam tak peduli dengan ucapan Leo, dia langsung saja mengambil sendok dan menyeruput kuah soto yang ada di depannya. Rasa rempah yang beragam, pecah memenuhi rongga mulut Adam.


Perpaduan bumbu, daging, dan santan yang begitu sempurna berhasil membuat Adam terpikat dengan masakan itu.


Mika tersenyum sambil menahan tawanya, di saat yang sama si gadis desa itu keluar dari kamarnya dengan penampilan kasual yang lebih segar dan bersih.


Rambut panjangnya dia cepol ke atas, kacamatanya bertengger di hidungnya, kaos oblong putih kebesaran dengan celana pendek selutut dia kenakan, membuat penampilannya begitu menggemaskan seperti sebuah boneka mainan yang cantik dan polos.


“ Karina, kata pak presdir, masakan kamu enak!” ucap Mika sambil merangkul Karina yang begitu cantik dengan wajah polosnya.


“ Uhuk!”


Adam tersedak saking terkejutnya dengan kata kata Mika, cepat cepat dia mengambil air minumnya sambil menoleh ke arah Mika dan Karina.


Prrfftthhh...


Uhuk uhuk uhuk!


Belum sempat dia lega karena tersedak, dia malah tersedak lagi saat melihat penampilan Karina yang begitu segar dan tentu saja menarik perhatiannya.


“ Arkhh uhuk uhuk.. uhuk!!!” Adam terbatuk batuk di depan mereka semua. Leo dan Mika saling lirik sambil mengulum senyum melihat kelakuan presdir mereka yang jarang jarang bisa seperti ini.


“ Mas Adam hati hati atuh minumnya, kan jadi tersedak!” ucap Karina sambil mendekati pria itu.


Harum bunga mawar dari tubuh Karina tercium di hidung Adam, membuat pria itu tertegun. Dia benar benar sudah kehilangan kewarasannya saat melihat penampilan Karina yang begitu menggoda bagi seorang pria dewasa. Atau mungkin kepala Adam yang mulai berpikiran liar terhadap Karina?

__ADS_1


“ Dasar gadis udik, menjauh sana!” Adam sedikit mendorong gadis itu, dia tak bisa menahan dirinya ketika melihat penampilan Karina yang menurutnya sangat menggoda.


“Pantas keselek, marah marah terus, wlekk, rasain itu!” Karina menjulurkan lidahnya ke arah Adam dan memilih duduk di samping Mika,” kita makan saja kak, gak usah hiraukan mas Adam,” celetuk Karina.


“ Hahhaa... baiklah, sesuai permintaanmu nona,” ucap Mika sambil menahan tawa.


Ini pertama kali begi mereka melihat Adma yang salah tingkah di hadapan seorang gadis, belum lagi gadis itu berbeda belasan tahun dengan dirinya. Seperti seorang paman yang dikerjai keponakannya.


Adam bangkit berdiri lalu cepat cepat pergi ke kamar mandi untuk membersihkan wajahnya, dia menatap dirinya di cermin,” hah kau gila Adam, ada apa denganmu?” dia berbicara pada dirinya sendiri. Benar benar heran dengan dirinya yang tiba tiba bereaksi berlebihan seperti tadi.


Bayang bayang penampilan sederhana Karian tadi membuat tubuhnya bergejolak,” dia masih bocah, apa yang aku pikirkan bodoh!” Adam menatap ke bawah seolah menghardik sesuatu yang hendak bangun di bawah sana.


Adam menarik nafas dalam dalam, menetralkan otaknya dan kembali jadi Adam yang tenang dan berkharisma.


“ Huffthh.. ini benar benar cobaan berat!” batin pria itu sambil melangkah keluar dari kamar mandi.


Dia kembali bergabung ke meja makan, bagiannya sudah dipisahkan khusus oleh Karina dengan porsi yang lebih banyak.


“ kalau Mas suka bilang saja, nanti Karina masak lebih banyak lagi!” ucap Karina.


“Biasa saja, gak enak!” ucap Adam dnegan angkuh sambil menatap soto itu dnegan wajah kelaparan.


“ Ehh mau dibawa ke mana, letakkan, jangan mengambil makananku dasar bodoh!” Adam menahan tangan Karina . gadis itu sontak berhenti di hadapan Adam dengan kedua netra saling menatap satu sama lain.


Deg deg deg..


Jantung Adam berdegup kencang, dia menatap Karina dengan tatapan yang begitu teduh sampai membuat gadis di hadapannya itu terbuai dengan keteduhan yang hangat itu.


“ jantung Karina seperti meletup letup Mas, kenapa kalau Mas pegang Karina jadi begitu? Apa Karina sakit?” celetuk gadis itu tiba tiba sambil memegang dadanya yang berdebar keras.


Pletak!!


Satu sentilan mendarat di kening Karina,” banyak omong, makan saja dengan tenang, itu berdegup degup karena kau masih hidup, kalau gak berdegup kau sudah mati!” ketus Adam yang berusaha kerasa menyembunyikan wajahnya yang gugup saat di dekat Karina.


Mika dan Leo benar benar puas har ini. Mereka melihat drama pasangan muda yang tengah memupuk benih benih cinta di hati mereka yang akan segera mekar dan tak akan pernah layu untuk selamanya.


Makan malam itu berlangsung dengan lancar sampai semua orang tampak begitu kenyang dan puas dengan makan malam hari ini.


Adam yang biasanya sangat pemilih soal makanan tampaknya begitu puas dengan makanan Karina yang cocok dengan lidahnya.


“ Bos, kami kembali dulu ya, sudah sangat larut, sampai jumpa di kantor besok,” ucap Leo dan Mika yang harus segera kembali.

__ADS_1


Adam mengangguk,” pergilah,” ucapnya dengan wajah mengantuk karena kekenyangan.


Mika dan Leo tersenyum simpul,” semoga rumah tangganya langgeng bos hahahahaha.....” seru mereka sebelum keduanya menghilang di balik pintu.


Karina terkekeh, dia bertemu dengan orang orang unik dalam beberapa hari ini.


“Mas Adam suka soto nya?” tanya Karina berharap dirinya mendapat pujian dari Adam.


“ emm...” Adam menatap gadis itu,” lumayan,” jawabnya singkat.


Masih saja dia mementingkan gengsi daripada harus mengalah dengan seorang gadis kecil dari kampung.


“ Apa benar benar kurang enak?”tanya Karina.


Adam terdiam sejenak, rasanya sedikit tak tega melihat wajah lugu itu menahan tangis,” Enak, cocok dengan lidahku, sudahlah, aku mau istirahat!” ucap Adam sambil beranjak dari sana menuju kamarnya.


Karina tersenyum bahagia, masakannya diakui oleh pria itu, bibir gadis itu tak berhenti tersenyum, hanya mendengar sedikit pujian itu saja dia sudah sangat bahagia.


Karina juga masuk ke dalam kamarnya dengan wajah berseri-seri, ini rasanya memiliki keluarga,” Karina bahagia sekali kek, Karina punya keluarga, teman teman dan juga punya kamar yang luas,” ucap Karina sambil menitikkan air mata.


Dia begitu bahagia sampai ingin rasanya dia menangis dan berteriak di sana.


Air mata Karina tak terbendung, dia begitu menderita selama ini, mengurus sang kakek seorang diri, mengorbankan cita-cita dan kesempatannya untuk berkuliah di kota besar, melepaskan kesempatan kerja, melepaskan impian dan harapannya hanya untuk merawat kakek, satu satunya orang yang menganggapnya keluarga.


Karina menangis tersedu-sedu, bahagia dan rindu bercampur aduk. Anak gadis yang selama ini dipaksa untuk hidup kuat dan mandiri begitu diberikan perhatian langsung luluh dan bergetar hatinya.


Di sudut pintu, Adam mengintip gadis itu. Dia hendak memanggil Karina karena sang Ibu menghubunginya, tak dia sangka dia melihat Karina sedang menangis di kamarnya.


“ ma, dia sudah tidur, besok saja ya,” ucap Adam pelan.


“ baiklah, jaga baik baik Karina sayang, dia kekurangan kasih sayang selama dia di kampung, dia menjalani hidup yang berat, jangan sampai dia menderita gara gara kamu!” ucap nyonya Maureer.


“ Iya Ma, Adam janji akan jaga dia baik baik,” ucap Adam sambil menutup pintu perlahan, memberikan ruang bagi Karina untuk menuntaskan tangisannya.


.


.


.


Like, vote dan komen

__ADS_1


__ADS_2