
Sagara berdiri di paviliunnya sambil menatap punggung Dea yang sudah berjalan menjauh dari dirinya. Ternyata Bima dan Lin juga ada di sekitar paviliun itu dan mendengar semuanya.
"Lin bagaimana ini, Sagara sepertinya sangat kecewa " ucap Bima.
Sekretaris memijit pelipisnya," Cinta memang rumit, saya tidak tahu harus berbuat apa. ini lebih rumit dari menjalin bisnis dengan pihak Dubai!" ucap Lin sambil menghela nafas kasar.
Mereka berdua berdiri di sisi lain paviliun itu, hanya menatap Sagara dan Dea yang sudah berpisah bahkan sebelum hubungan mereka dimulai.
Mereka mengasihani Sagara, belakangan sifat pria itu benar benar telah berubah banyak karena kehadiran Dea. Tapi tampaknya hal itu tidak akan bertahan lama.
Sagara berdiri di paviliunnya sambil menatap danau buatan di hadapannya. Ucapan Dea tadi masih terus terulang di kepalanya, bahwa gadis itu ternyata mencarinya dan mengingat janji mereka sampai saat ini.
Sagara menghela nafas,” dia mengingatnya,” gumam Sagara sambil tersenyum. Kedua netranya tertuju ke arah langit, menatap betapa indahnya langit pagi setelah hujan hari ini.
Terbayang kembali bagaimana Dea menyelamatkan jiwa mudanya yang sempat terombang ambingkan oleh kemelut dunia yang harus dia hadapi.
Setelah kematian kedua sahabatnya dalam kebakaran gedung grup Maureen belasan tahun lalu, seluruh kehidupan Sagara berubah.
Satu tahun setelah kematian kedua sahabatnya, tampak jelas perubahan besar pada Sagara terutama pada tubuhnya. Dia berubah menjadi anak yang mengalami obesitas.
Stress dan depresi yang dia alami dia lampiaskan dengan menyiksa dirinya. Memakan semua makanan yang tidak sehat sampai akhirnya dia mengalami obesitas dan kelainan pada jantungnya.
Itu sebabnya Dea tidak mengenali Sagara, meskipun dia sudah melihat foto masa kecil Sagara yang dipajang di kamar pria itu. Mereka bertemu setelah Sagara mengalami obesitas yang tidak terkendali.
Saat itu kesehatan Sagara tidak baik, dia mengalami penyempitan pada jantung setelah obesitas parah yang dia alami. Sulit bernafas, berjalan saja dia sudah kelelahan sampai beberapa kali pingsan di sekolah.
Namun pertemuannya dengan Dea mengubah segala sesuatunya di dalam hidup pria itu. Dea adalah pendekar kecil yang selalu melindungi dirinya yang hancur dan terpuruk selama periode trauma beratnya.
Dia bisa bangkit karena mengingat kata kata pendekar kecilnya yang selalu membuatnya termotivasi.
16 tahun yang lalu,
Gadis kecil yang baru memasuki usia remaja awal, berjalan dengan senyuman riang sambil menggendong tasnya, berjalan kaki menuju sekolah sambil menikmati hari harinya sebagai putri yang tidak dianggap di rumahnya.
Dea berjalan dengan riang, mengambil beberapa bunga liar dan membawanya berjalan di sepanjang jalan menuju sekolah menengah di mana dia menempuh pendidikan sebagai siswa baru.
__ADS_1
Sembari berjalan menuju gerbang sekolah, kedua matanya melihat pria bertubuh gemuk dan tinggi sedang berjalan dengan menenteng plastik kresek bening berisi semua jajanan tidak sehat, memasuki sekolah sambil mengunyah cemilan apa pun yang bisa dia makan saat itu.
Rambutnya berbentuk mangkok, kulitnya putih tapi terkesan pucat dan dia tampaknya sangat sulit bernafas karena kelebihan berat badan yang tidak terkendali.
Pria itu adalah teman sekelas Dea di SMP swasta tempat dia bersekolah . Anak laki laki yang dikenal sangat bodoh dan sudah tidak naik kelas sampai tiga kali. Seharusnya dia sudah duduk di bangku SMA kelas 2, tetapi dia masih duduk di kelas 2 SMP dengan tubuhnya yang sudah beranjak dewasa itu.
Dea yang cerdasnya di luar perkiraan adalah murid kelas 2 SMP itu. Dia baru saja di pindahkan dari sekolah lama karena membuat masalah di SMPNya dulu.
Sagara Maureer, dia dikenal sebagai siswa bodoh dan tukang makan. Sering diejek dan dibully oleh seisi sekolah karena tak kunjung lulus dari sekolah itu. Semua memandang rendah dirinya yang dianggap sebagai anak terbodoh dari keluarga Maureer.
Dea berjalan dengan cepat , karena jam belajar akan segera di mulai. Sambil berlari dia terus memperhatikan Sagara dengan wajah heran. Anak laki laki itu berusaha untuk berjalan dengan cepat tetapi siswa lain terus mengejek bahkan hampir mendorongnya.
“ Si Babi gendut hahaha... jelek sekali, gendut gendut tidak berotak, tidak tahu malu hahahhaa... dasar orang gendut penyakitan!!” para siswa memukuli tubuh anak itu sambil berlari masuk ke dalam gerbang sekolah.
“ apa yang kalian lakukan!!” guru yang melihatnya langsung menegur membuat para siswa berlari ke dalam sekolah. Sagara berjalan tengah-tengah sambil menyeret kantong plastiknya.
Satu satunya cara bagi dia untuk membalas dendam pada orangtuanya adalah dengan menghancurkan tubuhnya sendiri agar dia tumbuh tidak seperti keinginan orangtuanya .
“ Sagara cepat berlari ke dalam, kau akan dihukum jika terlambat lagi!” senggak guru pengawas.
Gadis itu tersenyum manis sambil melambaikan tangannya,” halo kak!” sapa gadis itu dengan senyumannya yang manis.
Sagara hanya menatapnya dengan tatapan dingin lalu..
bruk!
Dia mendorong tubuh gadis itu hingga Dea terpental ke belakang,” Sok cantik!” ucap nya lalu pergi dari sana.
“ Sagara!” bentak guru pengawas itu.
Dea yang di dorong cepat cepat berdiri lalu menarik tangan guru pengawas itu,” pak saya siswa pindahan, saya baru datang hari ini, tolong bantu saya pak,” ucap gadis itu sambil tersenyum manis.
Sagara yang mendengar itu berbalik sebentar dan melirik Dea yang terus tersenyum bahkan tak menangis karena dia sudah mendorong tubuh gadi situ.
Dea diantarkan ke ruang guru, sedangkan Sagara berjalan dengan lambat ke arah kelasnya. Semua orang terus mengejek dan merendahkan sagara. Anak itu tidak peduli selama dia bisa membuat masalah dan membalas dendam membuat malu kedua orangtuanya.
__ADS_1
Dea kecil diantarkan ke kelasnya yang baru, tak tahunya dia ternyata satu kelas dengan Sagara. Perkenalan pertama mereka memberikan kesan tersendiri.
Selama mengikuti pembelajaran di sekolah itu, Dea banyak mendengar ejekan dan perundungan yang terjadi pada sagara, bahkan orangtua Sagara sampai bolak balik ke sekolah karena beberapa teman mereka menjadi korban pemukulan Sagara.
Melihat cara Sagara menghajar orang lain membuat Dea mendapat ide baru untuk mencari perhatian ayahnya yang sangat membenci dia.
Dea mulai menimbulkan masalah dan membuat keributan di sekolah. Mengganggu teman temannya samapi orangtuanya di panggil.
Tetapi di hari orangtuanya di panggil ,yang dia harapkan datang adalah sang ayah tetapi yang datang malah kepala pelayan dan dia berujung dimarahi.
Gadis kecil yang berusaha mendapatkan perhatian ayahnya itu menangis dalam diam dan bersembunyi ke belakang sekolah sambil menangis sesenggukan.
Saat dia bersembunyi, Dea mendengar suara tawa anak laki laki dan juga suara teriakan dan pukulan dari seberang tempat dia bersembunyi.
Dengan memberanikan diri dia mengintip apa yang terjadi, betapa terkejutnya dia saat melihat Sagara di hajar sampai babak belur dan dikurung di kamar mandi sekolah yang sudah lama tidak di pakai.
Sagara jatuh lemas dengan dadanya yang sesak, gangguan jantungnya kambuh membuat anak anak itu panik dan berlari meninggalkan Sagara di dalam kamar mandi kecil itu tanpa tahu kalau anak itu trauma dengan ruangan kecil.
Dea berlari ke arah kamar mandi itu, dia berusaha menarik dan mendorong tubuh Sagara yang lebih besar berkali lipat dari tubuhnya yang kecil dan kakinya yang pendek.
“ Ka.. kakak.. kakak baik baik saja? Kakak sadarlah... kakak bangun kak!’ teriak Dea sambil menepuk-nepuk pipi anak laki laki itu.
Sagara akhirnya bisa bernafas lega, dia menangis sesenggukan sambil memeluk gadis kecil itu.
Dea yang dipeluk hanya bisa terdiam, dia menepuk-nepuk punggung Sagara sambil terus menghiburnya.
"Kakak anak baik, bukan salah kakak... Dea akan melindungi kakak!!" ucap gadis kecil itu.
"Aku takut hiks hiks hiks... aku takut ruangan itu!!! aku takut!!!"
.
.
.
__ADS_1
Like, vote dan komen 🤗