
Seluruh perusahaan dihebohkan dengan kejadian barusan. Sagara yang sedang bekerja langsung berlari dari ruangannya menuju lobi saat mendengar kalau istrinya di tampar oleh seseorang.
Lobi menjadi ramai, dan di saat seperti ini Dea menjalankan aksinya, mencari anak buah dalang utama di balik kejadian aneh itu.
Dia menatap semua orang, mencurigai siapapun itu. Reaksi berlebihan, mimik wajah bahkan cara merawat berbicara dipelajari oleh Dea dengan cepat.
" Anna.. Ti.... Tidak mungkin!" batin Dea..
Wanita itu syok, dia benar benar tidak menyangka dengan apa yang baru saja dia temukan.
Anna bukanlah Anna yang sebenarnya!
"Apa apaan ini, segera bawa dia!" senggak Sagara.
Para penjaga langsung mengamankan perempuan Nyang berteriak histeris dengan wajah pucat pasi itu.
Bahkan Frederick pun turut terpukul saat melihat tingkah gila gadis itu.
" A.. Apa apaan ini Dea!?' ucap Frederick dengan wajah pucat.
Dea menatap Frederick," Aku juga tidak tahu Fred.. Maafkan aku..." ucap Dea yang masih terpukul.
Ovi diamankan oleh penjaga. Di sisi lain Yefta dan Dyroth sudah menunggu di posisi mereka masing-masing untuk membawa Ovi ke markas mereka.
Frederick sebagai tamu sampai syok, dia bahkan terlalu terkejut untuk bisa berdiri dengan tegap.
"Bubar, semuanya bubar!" ucap Sekretaris Lin.
Seluruh karyawan kembali sambil berbisik-bisik dengan apa yang baru saja mereka lihat dan dengarkan.
Ini bukan kali pertama, tetapi setiap Dea ada di perusahaan pasti akan terjadi hal seperti ini.
" Sayang, wajahmu..." Sagara langsung merangkul istrinya.
" Sa.. Sayang aku harus bicara denganmu!!" bisik Dea.
Dia terus mengamati Anna, perilaku Anna yang aneh, bahkan terkesan begitu dingin terhadap kembarannya sendiri.
Sekretaris Lin menghampiri Anna dan menatapnya dengan wajah khawatir," kak kau tidak apa apa?" tanya Lin.
" Haha.. Aku baik baik saja," ucap Anna lalu pergi dari sana tanpa mengatakan apapun lagi.
Sekretaris Lin sampai dibuat melongo dengan reaksi kembarannya yang datar dan dingin.
"Kita ke ruanganku dulu," ucap Sagara sambil membawa istrinya.
Sementara itu, Di luar gedung grup Sagara, Dyroth dan Yefta telah menunggu di posisi mereka masing-masing untuk segera membawa perempuan yang mengamuk tadi.
Dyroth mengawas dari arah Utara dan Yefta di bagian selatan gedung itu dengan beberapa anak buah mereka yang tersebar.
Ovi diboyong oleh dua petugas keamanan untuk segera dibawa ke rumah sakit, karena perempuan itu tampak tidak sehat dan terkulai lemas.
Saat mereka membawanya, tiba-tiba mobil Van misterius berhenti tak jauh dari gedung grup Sagara.
__ADS_1
Kedua petugas itu terus berjalan dan membawa Ovi menuju mobil Van itu. Padahal seharusnya mereka membawa gadis itu ke rumah sakit atau mengirim nya ke pihak berwajib.
" Kak Yefta kau lihat itu!?" ucap Dyroth dari seberang sana dengan menggunakan earphone yang terhubung satu sama lain.
" Tenanglah, masalah ini tampaknya semakin besar!" ucap Yefta seraya mengeraskan rahangnya saat melihat Van misterius itu.
Gadis itu dimasukkan ke dalam Van itu lalu pergi dari sana. Sedang kedua petugas itu kembali ke gedung grup Sagara seolah tak terjadi apa-apa.
Yefta dan Dyroth terdiam sejenak, mereka berdiri di tempat mereka masing-masing sambil menatap gedung itu.
" Grup Sagara sepertinya sudah disabotase !" ucap Yefta sambil menggertakkan giginya.
" Sialan!!" umpat Dyroth.
Melihat mobil Van tadi, kecurigaan Dea telah berhasil dibuktikan. Penyusup telah memasukkan anggotanya ke dalam perusahaan itu dengan tujuan yang belum diketahui pasti penyebabnya.
" Kita lapor pada kak Dea!" ucap Dyroth.
"Jangan gegabah, jangan percayai siapapun di sekeliling mu Dyroth sekalipun itu adalah keluarga terdekat Dea, sahabatnya atau siapapun yang ada di sisinya!" ucap Yefta.
" Apa kau mencurigai salah satu rekan kak Dea?" tanya Dyroth.
" Sejujurnya aku mencurigai Sagara, dia kembali begitu lama, siapa yang tahu dia merencanakan apa di tempat dia bersembunyi selama ini!" jelas Yefta seraya menghela nafas berat.
" Tidak mungkin!!" bantah Dyroth dengan tegas.
" Kakak iparku tidak seperti itu!!" tukas pria itu sambil menatap kesal pada Yefta.
" Cihh iya aku tahu, kau diam lah!" kesal Yefta.
"Kau melapor pada Dea, aku akan mengikuti mobil itu!" ucap Yefta dengan wajah serius.
Pria itu diam-diam membuntuti mobil Van misterius itu.Tentu saja dia melakukannya dengan penyamaran yang sudah dipersiapkan dengan matang.
Berpura-pura menjadi seorang kakek, dengan wig putih, wajah keriput menaiki sepeda motor butut, terus-menerus membuntuti mobil itu.
Dia sangat penasaran, apa yang terjadi di dalam mobil itu. Karena sekilas dia dapat melihat seseorang melakukan perlawanan dan dapat ditebak kalau Ovi yang tengah melakukan perlawanan di sana.
" Sepertinya aku harus menyelamatkan gadis itu!" insting penyelamat Yefta berkobar. Dia menginjak pedal gas sepeda motor nya hingga benda itu melaju begitu kencang saat berada di tikungan.
Dan.
Ckiiittt!!!!
Brakk!!
Sepeda motor Yefta berhenti mendadak bahkan sampai terlempar ke atas jalanan.
Semua orang terkejut saat melihat kecelakaan itu. Belum lagi seorang kakek menjadi korbannya di sini.
" ada kecelakaan!! Panggil polis!!
"Cepat cegat mobil itu!!"
__ADS_1
" Hey kalian turun, bertanggungjawab atas kecelakaan ini!"
Orang-orang mengerumuni Van itu. Yefta sendiri melanjutkan aktingnya yang mumpuni sambil terus berpura-pura kesakitan padahal benturan sekecil itu tak bisa menyakitinya.
" Aduhhhh... Aduhuuuhhh.... Addduuuhhh..... Kakiku patah!!!! limpaku pecah!!!!" teriak Yefta sambil memegangi perutnya seolah olah dia sangat kesakitan.
"Aduuuhhh... Bawa aku ke rumah sakit!!!" teriaknya lagi sambil meraung-raung kesakitan.
Sementara itu, di dalam mobil, Ovi telah mendapatkan kembali kesadarannya.Efek obat itu telah menghilang.
" Tolong aku!!! Tolong aku!!!" pekik Ovi sambil memukuli kaca jendela mobil itu.Dia menatap di luar begitu banyak orang, dia berusaha untuk mendapatkan bantuan dari orang-orang itu.
" Diam kau sialan!!!" pekik salah satu penjahat itu.
Bugh!!
Kepala Ovi dipukul, gadis malang itu pingsan.
Sebenarnya pagi tadi dia tak berniat ikut dengan Frederick ke Grup Sagara. Tetapi saat dia tengah merias diri, tiba-tiba seseorang datang ke ruangannya dan membekap mulutnya lalu menyuntikkan sesuatu ke lehernya.
Beberapa saat dia melupakan kejadian itu, obat aneh mempengaruhi dirinya serta moodnya.
Dia bagai dikendalikan sampai tidak bisa sadar dari kebingungannya.
Padahal, gadis itu adalah gadis baik-baik. Hanya saja dia bertingkah angkuh untuk menghindari perjodohan dengan Frederick.
Dan saat ini, Ovi malah terjebak dalam rencana seseorang yang sudah menargetkan Dea sejak lama.
" Cepat turun! Urus kakek tua sialan itu, bawa saja dia ke dalam mobil! Kita lenyapkan bersama wanita ini!" tukas si supir berkepala botak itu.
" Siap bos!" jawab anak buahnya.
Seperti yang direncanakan, Yefta diangkat ke dalam mobil, mereka bertindak seolah olah mereka akan bertanggung jawab.
Yefta tersenyum sinis,dari terus melenguh kesakitan sampai dia dimasukkan ke dalam mobil dan...
Brukk!!
Yefta berpura-pura tidak sadarkan diri.
" Bos sepertinya dia mau mati!!" ucap anak buahnya.
" Hahh... Baguslah, kita kubur bersama jal4ng sialan itu!!" ketus orang itu.
Mobil Van itu melaju dengan kencang.
Ovi dan Yefta dibekuk di bagian belakang Van. Tanpa mereka sadari Yefta telah mengaktifkan pelacak dan membuat posisi mereka terekspos di menara pelacakan grup Macron.
" Siapa dalangnya!? pasti akan kutemukan!" batin Yefta.
.
.
__ADS_1
Like, vote dan komen 🤗