Romansa Sagara Dea

Romansa Sagara Dea
Romansa Sagara Dea 24


__ADS_3

Errrghhhkkk... Hoaaaammmm......


"Hidup di sini sangat tenang, aku bisa terlambat bangun sesukaku hyaahhhh......" Dea meregangkan tubuhnya, bangkit dari Sofa panjang di mana dia berbaring sambil mengawasi Sagara yang berbaring di ranjang pasien.


Dea menyeret kakinya, melangkah dengan mata bengkak, bagaimana tidak bengkak, gadis itu menghabiskan dua mangkuk mi instan di dalam sana karena tenaganya terkuras habis merawat Sagara. Menikmati mie instan sambil menonton film horor melalui ponsel Lin yang dia pinjam, sampai akhirnya ketiduran di sana.


"Ughh... Perutku..." Gumam Dea sambil menggaruk-garuk perutnya. Mata pandanya terlihat jelas di sana, dia tampak seperti seekor induk panda yang baru bangun.


Kakinya melangkah dengan perlahan, mendayu lembut mendekati pria tampan yang berbaring di seberang sana.


Senyuman nakal tergambar di wajah gadis itu, " apa monsternya sudah aktif!? " Celetuk Dea sambil melirik ke kanan dan kiri. Tak ada orang lain selain dirinya dan Sagara di sana.


Dia berjinjit dengan pelan dan menatap wajah Sagara di sana.


"Waahhh... Bahkan saat tidur pun dia terlihat sangat sangat dan sangat tampan!" Celetuk Dea.


Kapan lagi ada kesempatan menatap wajah tampan tapi kejam itu. Bagaikan pahatan mahakarya agung, wajah itu benar benar sangat cocok dengan tipe ideal Dea.


Tentu saja tidak berhubungan dengan percintaan manusia, tetapi untuk keuntungan dirinya dan bisnis masa depan yang sedang sia persiapkan.


Saking takjubnya dengan wajah itu, Dea sampai mendekat dan mengamatinya dari jarak yang begitu dekat.


Mata ke mata, hidung ke hidung, mulut ke mulut, demikian posisi mereka saat ini.


" Uwahh!!' seru Dea sambil menggerakkan jari jarinya di depan wajah Sagara seolah wajah pria itu adalah Harta Karun.


" Aku pasti akan sukses besar jika menggunakan wajah ini sebagai model pertama peluncuran kosmetikku, wahh ini luar biasa!!" Batin Dea sambil menggerakkan jari jarinya.


Perlahan satu jari turun mengusap alis tebal dengan bentuk indah seperti pahatan itu.


"Hitam dan tebal, alisnya bahkan sangat kharismatik!" Celetuk Dea .


Lalu perlahan jarinya turun ke kelopak mata yang tertutup, mengusap lembut bulu mata lentik milik Sagara.


Sampai Dea tersadar sesuatu," kenapa bulu mataku tidak selentik miliknya!? Aku perempuan dan dia laki-laki, ahh jadi ini tujuan kosmetik diciptakan!" Celetuk Dea sambil menarik pelan bulu matanya yang tak sepanjang bulu mata Sagara.


Dia mendekat lagi, sampai tak sadar kalau posisinya benar benar berada di atas tubuh Sagara.


Jari jari nakalnya mendarat lagi di atas hidung mancung pria itu, bahkan tak ada setitik pori pori besar terlihat, wajah Sagara sangat mulus.


Lalu terakhir tangan nakal itu mendarat di bibir berbentuk hati milik Sagara. Warnanya merah muda, begitu segar, bila dibuat iklan lipstik pencerah bibir akan sangat laris manis.


"ahh benar juga, produk kosmetik untuk pria dan wanita, itu akan menjadi keluaran terbaik!!" Seru Dea yang mendapat ide lagi.


Gadis itu tersenyum, sama sekali tak ada takutnya mendekati Sagara. Padahal Barak dan Lin yang mengintip dari luar saja sudah menenggak saliva mereka dengan kasar kala melihat wajah Dea dan Sagara yang tanpa jarak itu.

__ADS_1


Dea mengamati keindahan ciptaan Tuhan, tapi bodohnya, dia malah terlihat seperti orang mesum. Tangannya lagi lagi menari dan siap mendarat di dada bidang nan kekar suaminya.


"wahh roti sobek!!" Gumam Dea sambil menatap perut kotak-kotak Sagara dengan mata berbinar-binar.


jarinya bergerak mendekat dan...


Hap!


"Jangan sampai air liurmu menetes menatap tubuhku!" Suara berat dari sang tuan muda Sagara terdengar.


Deg.. deg... Deg!


Jantung Dea berdegup kencang, pipinya memerah seperti tomat. Dia terdiam membeku, kedua netranya bergera melirik Sagara yang baru saja bangun dari tidurnya.


"Eh... Heheheh..." Dea langsung menarik tangannya dari tubuh Sagara dan buru buru bangkit berdiri dengan wajah panik dan gugup sampai sampai dia terhuyung dan kehilangan keseimbangannya hingga...


brukk!!


Dea terjatuh ke atas tubuh Sagara dengan wajah saling berhadapan, beruntung gadis itu sigap menahan bobot tubuhnya agar tidak menimpa Sagara.


Wajah mereka saling berhadapan, mata mereka saling menatap. Dengan jelas Dea rasakan deru nafas pria itu tetapi di sisi lain detak jantungnya berdegup semakin kencang.


Sagara juga tertegun, dia sampai terdiam menatap wajah gadis itu, tapi lebih syoknya lagi matanya malah tak sengaja melihat dada Dea.


Gadis tengik itu malah menikmati wajah Sagara sambil tersenyum seperti orang bodoh,"Waahhh taampaann..." Batin Dea.


Degh


Sontak Dea terkejut, dia langsung bangkit dengan wajah panik dan pipi memerah Semerah tomat busuk.


" Astaga, ya maupun bagaimana bisa jadi begini, aduh... Maaf maaf!!" Dea buru-buru bangkit berdiri denga wajah gugup sambil memperbaiki pakaiannya.


Dia mengulum bibir menatap Sagara yang terdiam di atas brankar.


"Ceroboh!" Ketus Sagara dengan tatapan matanya yang dingin.


"Cih... Sok banget, dasar monster jelek!?" Gumam Dea sambil mengerucutkan bibirnya.


"Apa yang kau lakukan di sini!? Dasar mesum!" Tanya Sagara dengan ketus.


"Menikmati ciptaan Tuhan, " celetuk Dea sambil tersenyum manis.


"Keluar! Keluar dari ruangan ini!!" Teriak Sagara marah.


Dea terkejut, pria itu memang sangat aneh di matanya," cih... Dasar tidak tahu terimakasih, monster jelek! Wleekk!!" Ejek Dea sambil menjulurkan lidahnya.

__ADS_1


"Keluar sekarang, dasar perempuan mesum, kenapa kau sembarangan masuk ke ruangan ini, menatap tubuhku dengan mata keranjang mu itu, kau bisa aku tuntut atas pelecehan!" Kesal Sagara.


"Perempuan mesum!? Aku!?' Dea terbelalak tak percaya.


" Dasar monster pemarah, sudah sakit, lama pulang, mengurung orang sesuka hati, hihh dasar tidak punya hati!!!' kesal Dea.


" Rawat dirimu sendiri, Sagara bodoh!!!" Kesal Dea sambil menghentak-hentakkan kedua kakinya di atas lantai.


Kepala Sagara terasa berdenyut, dia memijit pelipisnya, melihat tingkah gadis itu membuatnya sakit.


"KELUAR SEKARANG!!!" senggak Sagara.


"Lin mana kau, segera keluarkan perempuan mesum ini dari sini!!!" Teriak Sagara.


" Cihh keleer sekereeng... Nyenyeneyeh... Dasar lemah, monster jelek, monster pemarah!!!" Dea mengejek Sagara, lalu gadis itu berjalan keluar dari ruangan itu dengan wajah kecut.


"Sudah dijaga semalaman, tapi masih marah-marah, lain kali tak akan kusia sialan bakatku ini pada orang seperti dirimu!!" Ketus gadis itu.


Dea berjalan dengan wajah kecut, padahal tidurnya sudah sangat terganggu. Semalaman dia berulangkali mengompres tubuh Sagara yang demam tinggi, menjaga pria itu tetap hangat, tapi yang dia dapat malah kemarahan tak beraturan dari Sagara.


"Lin!!' pekik Sagara lagi.


Dea yang sudah keluar menatap Lin dan Barak yang mengintip dari luar ruangan. Mereka tak berani masuk kecuali nyonya muda mengijinkan mereka.


" Lin sana masuk, kak Barak periksa dia, huh... Aku tidak peduli padanya, dasar pria jahat!" Celetuk Dea sambil mengibaskan rambutnya dan pergi dari sana.


"Jelas jelas aku merawatnya, jelas jelas aku istrinya, tapi yang dia cari malah Lin, apa mereka pasangan sebenarnya di sini!? Huh... Menyebalkan!!' gumam gadis itu sambil menendangi semua Objek yang ada di depannya.


hingga dia menendang sebuah batu kecil dan...


Syuuutt...


Batu itu melesat kencang ke arah seorang pria dan...


Tuk!!


"Arkhhh...apa.. apaan.. ke.. kepalaku!!!" Teriak orang itu kesakitan.


"Ya ampun kepalanya bolong, waduhhh salah lempar!!!" Dea terkejut, dia langsung menghampiri pria itu, berlari kelabakan karena ulahnya sendiri.


"Aduhh aduh kepalanya pasti sakit ya, sini sini bawa kepalanya!!' celetuk gadis itu sambil menarik kepala pria itu ke sembarang arah.


.


.

__ADS_1


.


Like, vote dan komen 🤗


__ADS_2