Romansa Sagara Dea

Romansa Sagara Dea
Romansa Sagara Dea 21


__ADS_3

Langit malam yang cukup tenang dan indah, cuaca hari ini juga sangat mendukung. Tampaknya seluruh pelayan sangat menikmati malam itu. Meskipun dikurung selama berhari-hari oleh pemilik kediaman itu, ternyata ada hal baik yang bisa mereka semua dapatkan.


Mereka semua duduk mengelilingi api unggun. Mendengarkan suara lantunan gitar yang dimainkan oleh Luhan yang mengiringi nyanyian merdu dari nyonya muda mereka.


Semuanya menikmati malam itu dengan bahagia, bahkan Kevin si kepala pelayan yang merasa posisinya terancam langsung tertunduk malu karena ditampar oleh kenyataan bahwa Nyonya muda yang harus dia layani adalah sosok yang sangat baik.


Dea menuntaskan nyanyiannya dan diakhiri dengan tepuk tangan meriah dari seluruh pelayan.


"Terimakasih semuanya," ucap gadis itu sambil tersenyum dan membungkuk bak seorang putri.


"Nyonya muda, terimakasih banyak untuk malam ini!!" Seru Siska sambil berdiri. Dia menatap Dea dengan mata berkaca-kaca.


Pelayan lain pun sama, mereka begitu terharu dengan kebersamaan malam ini.


"Benar nyonya, padahal kami jahat pada nyonya, tapi nyonya sangat baik pada kami," ucap yang lain.


"Dan lagi, saya belum pernah makan daging seenak masakan nyonya, steak ya namanya ya!? Itu sangat enak nyonya!! seumur hidup ini pertama kalinya saya makan makanan seperti itu!!" Seru pelayan lain.


" Benar benar!! Sangat enak!!" Sahut yang lain.


Semuanya tampak sangat puas dan bahagia. Melihat senyuman dan kebahagiaan sederhana di wajah mereka jelas membuat hati Dea terharu.


"Memanusiakan manusia adalah hal yang harus dipelajari oleh orang orang kaya di negeri ini!" Batin Dea.


" Ayolah, nggak perlu sungkan, kita semua kan teman, ke depannya mari kita hidup bahagia, damai, saling membantu dan melindungi satu sama lain!!" Ucap Dea sambil merangkul Ruka dan Luhan yang duduk di sisinya.


" Yeaayyy.... Terimakasih nyonya!!" Sorak mereka sambil bertepuk tangan meriah.


Tiba-tiba...


Kevin berdiri dengan wajah pias," Nyonya muda saya mohon maaf!!" Ucap pria itu sebelum dia langsung duduk berlutut penuh penyesalan.


" Cihh... Dasar kepala pelayan jahat!!" Ketus Siska.


" Ehh gak boleh begitu!" Tegur Dea.


"Tapi dia jahat nyonya, apa coba salah nyonya sampai dia mau melukai nyonya!? Orang orang seperti dia harus di hukum!!" Kesal Siska.


Dea terkekeh, dia mengetuk pucuk kepala gadis itu," dasar kamu cerewet!" Celetuk Dea.


Gadis itu berdiri dan mendekati Kevin yang sedang duduk menyesal.


" Nyonya jangan dekati dia, siapa yang tahu apa rencananya selanjutnya!" Ruka langsung menarik Dea menjauhkan gadis itu dari Kevin.


"Sudah tenang saja, aku tidak selemah itu," bisik Dea sambil mengedipkan sebelah matanya.


" Tapi nyonya...


"Sudah tenang lah!" Ucap Dea lagi.

__ADS_1


Dea mendekati Kevin, dia menepuk bahu pria itu dan mencengkramnya dengan sedikit lebih kuat.


"Kevin, kalau kau menyesal, besok siang datang ke bangsalku, bawa seluruh peraturan tertulis yang ditetapkan monster itu!" Ucap Dea.


" Monster?" Tanya Kevin.


"Ahh tuanmu, maksudku tuan muda Sagara, bawa seluruh peraturan aneh yang ditetapkannya," ucap Dea.


" Lalu... " Dea melirik pria itu.


"Cobalah untuk mempercayai orang-orang di sekeliling mu," Dea menatapnya dengan tajam.


"ku lihat kau tadi bahkan tak mau membantu pelayan hanya untuk mengangkat satu buah kursi,"


" kau harus jadi contoh karena kau adalah pemimpin mereka, aku orang baru di mansion ini, aku tidak tahu bagaimana memimpin mereka, sedangkan dirimu, sudah bertahun-tahun bekerja di sini, jangan jadikan dirimu manusia yang tidak punya perasaan!" sindir gadis itu.


"Tunjukkan kalau dirimu memang layak disebut sebagai pemimpin, kepala pelayan yang manusiawi, jika tidak, maka bersiaplah mereka semua hanya akan tunduk padaku dan posisi mu tak berguna lagi!" Ancam Dea .


Glek!!


Semua yang melihat Dea berbicara dan mendekati Kevin menelan saliva mereka dengan kasar. Meski terlihat sangat cantik dan lembut seperti merpati, tetapi sosok di balik itu ada seekor naga monster yang tajam dan tegas.


"Paham!?" Tanya Dea sambil tersenyum.


"Pa.. paham nyonya, paham nyonya ,saya paham, saya minta maaf, saya minta maaf semuanya!!" Kevin langsung membungkuk meminta maaf pada nyonya dan pada semua pelayan di sana.


"Tidak apa apa pak Kevin hahahhahaha!" Seru mereka semua sambil tertawa seperti arahan nyonya mereka.


"Ka.. kalian... Hiks hiks hiks.. nyonya, kalian baik sekali... Maafkan saya!!!" Kevin menangis di depan mereka semua.


" Bahahahha....." Tawa lepas mereka terdengar begitu hangat memenuhi kediaman itu.


Semuanya tampak semakin damai dan normal di sana.


Sementara itu, suasana yang sangat menegangkan sedang terjadi di kediaman keluarga Maureer.


Brak!!!


" Sagara Maureer jaga sopan santunmu sialan!!" Pekik Adam Maureer, anak kedua tuan Maureer.


"Sopan santun?" Sagara membersihkan tangannya dengan sapu tangan, menatap wajah kesal Adam dengan tatapan sepele.


Syuung!!


Sapu tangan bekas itu dia lemprkan sampai melayang dan mendarat di bahu Adam.


"Siapa sebenarnya yang tidak punya sopan santun sampai mencampuri urusan rumah tanggaku, memikirkan masalah ranjangku, bahkan menerobos masuk ke ruanganku saat aku tak di perusahaan!? Hmm!?" Sagara menaikkan sebelah alisnya sambil tersenyum tipis.


Wajahnya sangat menyebalkan,membuat panas hati saudara saudaranya.

__ADS_1


Adam menjatuhkan kain bekas itu, mengeraskan rahangnya dan menatap Sagara dengan tatapan berapi-api.


" KEPARAT SIALAN, BERANINYA KAU PADA KAKAKMU KURANG AJAR!!" pekik Adam sambil melayangkan pukulannya ke atas meja dan...


BRAK!!!!


Pukulan keras itu menghantam meja kayu di depannya sampai piring-piring di atas berhamburan ke bawah.


" Adam, Sagara kalian tenanglah, kenapa tidak sopan di depan orang tua!!" Teriak Mike Maureer si kakak pertama.


Sagara berdiri, dia melirik Adam yang sedang berapi-api sambil tersenyum tipis.


Lalu berjalan ke arah orangtuanya yang duduk di bagian depan.


"Seperti yang saya ucapkan sebelumnya, 20% saham cabang A grup Maureer sudah saya beli dan 10 % saham tambahan dari yang tuan janjikan totalnya menjadi 30 %, dan ini artinya mulai saat ini cabang A berada di bawah naungan grup yang saya pimpin, Grup Athena! " jelas Sagara


" Omong kosong apa itu Pa, dia bahkan tidak layak mendapatkan saham itu, kenapa Papa berikan!!" Protes Adam tak setuju.


"Pa, benar kata Adam, selama ini yang mengurus perusahaan adalah saya dan Adam, kenapa tiba-tiba Papa berikan 10 % saham di cabang A!? " Protes Mike yang juga tidak setuju.


Pasalnya Cabang A dari grup Maureer adalah perusahaan di lokasi paling strategis dan menjalankan bisnis properti yang sangat menjanjikan.


Mike dan Adam sudah bekerja di bidang itu bertahun-tahun dengan harapan salah satu dari mereka akan memimpin perusahaan itu, tapi nyatanya Sagara yang mendapatkan perusahaan itu.


"Kalian masing-masing memiliki 10% saham, bahkan adik ketiga kalian menolak bagiannya, bukankah kalian semua mendapatkan saham yang sama!? Tapi Sagara bekerja lebih keras dan berhasil menjadi pemegang saham terbesar di cabang A, itu artinya perusahaan itu kini milik nya!" Tegas tuan Maureer.


"Jika sudah jelas, saya ingin pulang, banyak pekerjaan yang harus saya lakukan!" Ucap Sagara.


Dia melangkah pergi dari sana tanpa mendengar apa pun lagi.


"Sagara, sialan tunggu dulu, ini belum berakhir!!" Protes Mike.


" Pa, kenapa tidak berikan pada Adam!? Dia tidak pantas Pa!!" Ucap pria itu dengan kesal.


"Adam, Mike, dia bukan seseorang yang bisa kalian kendalikan, jika saja papa tidak memberi saham itu, mungkin perusahaan yang kalian pimpin sekarang pun akan diakuisisi oleh nya, ini untuk mengamankan kalian, dia itu monster!" Ucap tuan Maureer sambil menghela nafas berat.


Tanpa sadar semua ucapannya didengar oleh putranya yang masih berdiri di pintu keluar," jadi aku benar benar monster ya? Apa tidak salah? " Gumam pria itu.


"Lin ke apartemen!" Ucap Sagara.


"Anda tidak pulang lagi tuan? Hari ini nyonya...


"Siapa tuanmu, aku atau gadis itu!?" Kesal Sagara.


"Maaf tuan!" Ucap Lin yang langsung membukakan pintu untuk Sagara .


.


.

__ADS_1


.


Like, vote dan komen 🤗


__ADS_2