Romansa Sagara Dea

Romansa Sagara Dea
Romansa Sagara Dea 28


__ADS_3

Dea langsung berlari ke arah Sagara dengan senyuman jahil. Dia menatap semua pelayan yang ketakutan," kalian semua kembali lah!" Ucap Dea dengan senyuman manis.


"Terimakasih nyonya!!' ucap Mereka yang menuruti perintah Dea.


" Jangan ada satupun yang melangkahkan kakinya dari tempat ini!" Ucap Sagara dengan mode serigala beringas.


Semuanya gemetar ketakutan," Tuan muda Sagara kening anda terluka, sepertinya otak anda juga ikut geser, mari saya obati!!" Ucap Dea sambil tersenyum semanis mungkin.


Bagaikan dihipnotis, Sagara terdiam membisu saat melihat senyuman cantik di wajah lembut mempesona itu.


" Kalian semua, tuan bilang cepat lari dari sini!!!" Teriak Dea sambil menahan tawanya.


" Terimakasih tuan, nyonya!!" Seru mereka semua sambil berlari terbirit-birit sebelum tuan muda mereka mengeluarkan titah kematian lagi.


" SIAPA SU.."belum selesai bicara, mulut Sagara dibungkam oleh tangan Dea.


"Shuuttt... Jangan bicara lagi. Ayo sini ku obati!!" Ucap Dea dengan senyuman memikatnya yang berhasil membuat seorang tuan Sagara terdiam.


Dea menarik tangan pria itu, membawanya berjalan menuju ruangan Sagara.


Sagara duduk di kursi rotan dalam bangsalnya. Sambil menatap kedua kaki kecil Dea yang melangkah ke sana kemari dengan cepat.


Gadis itu mengambil sebuah wadah berdiri air hangat dan juga obat untuk luka memar. Siapa sangka buah yang dia lempar malah membuat kening Sagara bengkak dan merah?


Dea duduk di atas kursi di samping Sagara sambil senyum senyum sendiri melihat tanda merah di kening Sagara.


"Mau apa kau!?' tanya Sagara dengan ketus sambil menahan tangan Dea dan tentu saja dengan tatapan mautnya yang menyeramkan.


Dea menenggak salivanya dengan kuat, dia jelas tahu pria kaku yang sedang dia hadapi. Tapi niatnya untuk menjalin hubungan baik sebagai rekan bisnis masa depan dengan pria mapan itu tidak akan berhenti di awal jalan.


" Tenang Dea, demi bisnis di masa depan, harus jalin hubungan baik dengan semua orang!! " Batin Dea menenangkan dirinya.


Dea tersenyum lalu menarik tangannya dari genggaman Sagara.


"Mau mengobati pak suami!!" Celetuk Dea sambil tersenyum manis.


"Boleh kan?" Ucap gadis itu sambil terus menatap Sagara tanpa segan.


Sagara yang ditatap begitu malah merasakan getaran aneh di dadanya


"Ada apa ini? Apa penyakitku kambuh? Kenapa juga aku merasa panas!?" Batin Sagara.


Dea dengan lembut mengusap kening Sagara yang terluka karena ulahnya.


"Kenapa kau mudah sekali dilukai sih?" Gumam Dea.

__ADS_1


"Beberapa hari lalu tanganmu yang robek seperti dicabik-cabik, tubuhmu juga penuh luka , dan sekarang keningmu kena lempar," ucap Dea sembari mengolesi salep memar ke kening Sagara dengan lembut.


Dea menatap pria itu sambil tersenyum lagi," ini akan segera sembuh!" Ucapnya sambil meniup kening Sagara.


Deg deg deg!!


Jantung Sagara rasanya sangat tidak aman. Entah kenapa dia merasa aneh seperti ini, apa yang salah dengan dirinya? Kenapa dia sampai merasa sesak dan berdebar?


"Barak, apa kau salah diagnosa lagi!?" Batin Sagara yang berpikir kalau dia sedang sakit parah.


"Bagaimana keadaan tangan mu? Sepertinya hari ini sudah waktunya ganti perban," ucap Dea.


Sagara hanya diam dan menatap Dea yang sedang melakukan semuanya. Sikapnya ini justru membuat Sang sekretaris yang berdiri di luar semakin merasa aneh dengan kelakuan tuan mudanya yang di luar prediksi.


"Tidak biasanya tuan muda seperti ini?" Batin Lin sambil mengintip ke dalam bangsal, tak berani masuk karena Sagara tampaknya sedang dalam keadaan tidak bisa diganggu.


"Ada apa Lin?" Bima berjalan ke arah pria itu dengan setumpuk laporan yang harus segera dia serahkan.


Bima penasaran kenapa Lin hanya berdiri diam di sana.


" Masuk saja, kau kenapa sih!?" Ketus Bima sambil melangkah masuk ke dalam ruangan itu.


" Tu.. tuan Bima!!" Panggil Lin, tapi sialnya Bima sudah melangkah masuk ke dalam bangsal Sagara.


"Tuan muda Sagara yang terhormat ini saya bawakan lap... Ehh..." Bima berhenti bicara saat melihat Dita sedang membalut luka Sagara.


Deg deg deg ..


Jantung Bima lagi lagi tidak normal, dia malah berdebar pada istri sahabatnya. Tapi yang namanya hati tak bisa dibohongi, tatapan Bima pada Dea sangat berbeda, jelas dia merasa bahagia dan merasa nyaman dengan gadis itu.


"Hay nona Dea, apa kau sedang sibuk? Butuh bantuan?' tanya Bima sambil menatap Dea dengan senyuman penuh pesona dari seseorang yang sedang jatuh cinta.


"Ahh tidak perlu, sedikit lagi selesai!" Ucap gadis itu sambil membalut luka Sagara dengan cepat.


Hal ini jelas dilihat oleh mata kepala si pria kaku yang sedang dirawat oleh Dea.


"Bima? Kenapa dia melihat Dea seperti itu!?" Batin pria itu seraya menyerngitkan keningnya menatap gerakan Bima yang tidak biasa.


Bima tampak terus menatap Dea dengan tatapan penuh kehangatan dan penuh kasih.


"Keluar!!" Ucap Sagara tiba-tiba.


Degh!!


Kedua orang itu terkejut bukan main. Suasana yang tadinya hangat malah tiba tiba jadi suram karena ulah Sagara.

__ADS_1


"EH... ekhmm. Baiklah aku keluar!" Ucap Bima yang merasa terciduk sedang melirik istri orang.


"Bukan kau!!" Ucap Sagara sambil menatap Dea yang sedang membalut lukanya.


Dia menarik tangannya dari Dea dan menatap kesal pada gadis itu.


"Sejak kapan kau kuijinkan memasuki bangsalku sembarangan, keluar sana!" Senggak Sagara.


Mendengar itu jelas membuat Dea terkejut. Tak ada angin tak ada guntur pria itu marah marah lagi seperti gadis yang sedang datang bulan.


"Ini belum selesai!' ucap Dea.


Tapi Sagara adalah pria kejam nan keras kepala, dia menarik tangannya dan mengangkat pembalut luka itu lalu....


Syuungg!


Benda itu terbang keluar dar jendela bangsal nya karena dicampakkan oleh Sagara padahal Dea sedikit lagi selesai.


Dea terdiam dengan hati yang terluka menatap barang barang yang dilemparkan begitu saja oleh Sagara. Padahal dia sudah menyiapkan semuanya untuk merawat Sagara, tapi tidak dihargai oleh pria itu sama sekali.


"Dasar jahat, aku mau membantumu tapi kau seperti iblis, dasar mosnter kejam!!! Hiks hiks hiks.... Aku tidak mau membantumu lagi!!" Teriak Dea sambil menangis kecewa karena Sagara membuang alat alat itu.


"Dasar Sagara jelek, Sagara jahat!!!" Teriak Dea sambil berlari dan...


Kluk!!


Dia memadamkan lampu ruangan itu lalu menutup pintu dan pergi dari sana dengan perasaan kacau.


"Kekanakan!" Ketus Sagara sambil bangkit berdiri dan menyalakan lampunya kembali.


Dia hanya menatap gadis itu keluar dari ruangannya. Lalu memerangkap Bima yang terus menatap istrinya tanpa berkedip.


"Mau ku congkel matamu?" Tanya Sagara sambil menghamburkan tubuhnya ke atas sofa dan menatap Bima dengan tatapan membunuh.


Glek!!


Bima menelan salivanya kuat kuat lalu tersenyum getir.


"Aku masih butuh mataku," ucapnya dengan suara bergetar.


Sagara memijit pelipisnya,"ada apa denganku? Aneh!!' batin Sagara. Dia melemparkan pandangannya ke luar jendela bangsal, menatap Dea yang berlari keluar dari ruangannya sambil menangis sesenggukan.


"Apa aku terlalu keras tadi?" pikir Sagara.


.

__ADS_1


.


Like, vote dan komen 🤗


__ADS_2