
Tidak disangka, Dyroth adalah bocah kurus yang Dea ajarkan seni bela diri sekitar tujuh tahun lalu. Saat itu Dyroth masih berusia 18 dan keadaannya sangat menyedihkan.
Dyroth adalah korban keserakahan orangtuanya, dia di yang setelah mendapatkan kekerasan bahkan yang paling parahnya adalah salah satu ginjalnya telah dijual oleh Kedua orangtuanya untuk melunasi utang mereka.
Saat itu Dyroth sakit sakitan karena kehilangan salah satu ginjalnya. Tubuhnya kurus kering, badannya kerdil dan tak ada semangat untuk hidup.
Hingga dia bertemu malaikat penyelamatnya yang menolong dia dan menyelamatkan hidupnya yang sengsara.
Kejadian 8 tahun yang lalu,
Dea masih menjadi seorang mahasiswi di sebuah universitas terkenal di Tiongkok. Sebenarnya Dea jauh jauh kuliah di negeri itu tak lebih dari sekedar pengasingan yang dilakukan oleh keluarganya.
Dea diasingkan seorang diri ke negeri Tiongkok tanpa tahu kalau gadis itu telah memiliki begitu banyak pengikut di usianya yang masih muda.
"Kita akan mengelilingi area jembatan ini sekali lagi, pastikan kalian menemukan barang itu!" titah Dea pada anak buahnya.
" Baik nona Lora!" seru anak buah Dea.
" Apa kau yakin ingin memasuki jembatan itu? di sana banyak hal berbahaya, preman, pencuri, gelandangan dan orang orang aneh berkumpul di sana, kau seorang gadis Dea!" Yefta menghalangi Dea untuk pergi.
"Ayolah Yefta, aku bisa mengendalikan pria pria liar ini, hanya sebuah jembatan apa masalah nya? kau meragukan kemampuan ku!?" kesal Dea.
" Yahh... ya sudahlah, tapi aku tak bisa ikut, aku harus terbang ke Shanghai hari ini, " ucap Yefta.
Dea mengangguk paham," hmmm lakukan bisnismu, aku akan mengurus di sini!" ucap Dea.
Dea dan anak buahnya serta ketua kelompok dalam organisasi Macron berangkat menuju jembatan yang dimaksud. Sangat sedikit jumlah perempuan dalam kelompok itu, tetapi semuanya adalah perempuan hebat.
Mereka menjalankan misi mencari barang selundupan yang kabarnya berisi barang berharga dari keluarga bangsawan Eldrich, tempat di mana Dea tumbuh.
Jembatan gantung yang sudah cukup tua masih berdiri kokoh menjadi penghubung antara daratan yang satu dengan yang lain.
Di sini jembatan itu banyak gelandangan dan orang asing yang terdampar dan hidup seadanya di sana.
Dea menyusuri area itu. Dia memakai topeng untuk menyamarkan identitasnya.
"Kalian carilah dulu, aku duduk sebentar!" ucap Dea sambil menatap anak buahnya yang kini menyebar di seluruh area itu.
Dea duduk di atas batu besar sambil menatap area itu. Banyak gelandangan dan orang tua yang lemah duduk dan tergeletak di sana, di bawah panasnya matahari.
Saat Dea sedang duduk dengan wajah lelah tiba-tiba seseorang berjalan ke arahnya dengan wajah pucat pasi. Tubuhnya kurus kering, dia berjalan terseok-seok sambil membawa sebuah kantongan hitam.
" Ka... Kak... to... tolong!!" gumam pria itu.
"To... tolong aku!!!" ucapnya dengan suara serak.
Dea sangat terkejut, pria itu tiba tiba jatuh di hadapannya .
__ADS_1
Bruk!!
"Hey ada apa denganmu!!" Dea berteriak panik. Dia segera mendekati pria itu.
Ditatapnya wajah itu, sangat menyedihkan.
"To... tolong aku kak..." ucap ya sambil menggenggam tangan Dea dengan sisa kekuatan yang dia miliki.
" Siapapun bantu aku!!" teriak Dea. Jelas dia melihat bercak darah dan cairan kekuningan di area perut bagian bawah pria itu yang menembus kaosnya yang sudah robek di sana sini.
Segera anak buah gadis itu berkumpul dan mengangkat pria itu.
Dea mengambil kantong plastik yang dibawa oleh pria itu.
"Apa yang terjadi padanya!?" gumam Dea sambil membuka plastik hitam itu.
Dea sangat terkejut saat melihat barang yang dia dan kelompoknya cari ada di sana.
" Macron hentikan pencarian, kita kembali ke markas!!! barangnya sudah kutemukan!" teriak Dea.
Seluruh anak buah Dea Kemabli. Dea berada di mobil yang sama dengan Dyroth. Gadis itu membawa anak laki laki itu ke rumah sakit dan langsung ditangani.
Dea menunggu sampai anak laki laki itu benar benar sadar. Dyroth dirawat selama berminggu-minggu di rumah sakit dan Dea yang menjaganya di sana.
Dyroth telah menjadi gelandangan dengan luka bekas operasi yang telah membengkak bahkan sampai bernanah.
Dea mengajari Dyroth cara bertahan hidup, cara berbisnis, dan juga seni beladiri. Dia mencari tahu kehidupan Dyroth yang sebenarnya. Dan semuanya sesuai dengan apa yang diceritakan oleh Dyroth padanya.
Hati Dea tak bisa terima, dia melihat dirinya yang kesepian dalam dir Dyroth yang menderita.
Akhirnya selama dua tahun penuh Dea membimbing Dyroth menjadi pemuda yang hebat. Dyroth cerdas dan cepat menangkap pelajaran, perlahan lahan dia menjadi anak yang bisa diandalkan.
Namun perjalanan mereka tak bisa lama. Dea ditarik kembali ke kediaman bangsawan Eldrich tepat setelah dia menyelesaikan kuliahnya di Tiongkok. Seluruh tim Macron juga berpencar dan menyembunyikan diri kala itu.
Dea berpisah dengan anggotanya dan hidup dalam kurungan bangsawan Eldrich.
Dyroth juga menjalani hidupnya dengan kedua kakinya sendiri. Selama masa Krisis itu dia berjuang tanpa memberatkan penyelamat nya dan berhasil menjadi pria sukses seperti saat ini.
" Wahh... kau bocah tengik, lama tak ada kabarmu, bagaimana keadaanmu saat ini!?" ucap Dea sambil menatap Dyroth dengan senyum yang tak luntur dari wajahnya.
" Sangat baik kak, tak ku sangka kita bertemu dengan keadaan seperti tadi, maafkan anggotaku, aku akan mendidiknya lagi!" ucap Dyroth yang tampaknya sangat nyaman bersama Dea.
" Tak apa, dia bisa kita hukum nanti!" ucap Dea.
" Tunggu dulu!!" Yefta memotong pembicaraan keduanya.
" Siapa dia sebenarnya!?" tanya Yefta heran.
__ADS_1
" Dyroth. kau tidak kenal? bocah yang menyirammu dengan air es saat minta diajari boxing tapi kau tolak," jelas Dea sambil membingkai wajah Dyroth dengan kedua tangannya.
" Bocah tengik itu!? ini dia!? hahahah tak mungkin, seingatku dia kerdil, pendek, dekil dan bodoh. Dia ini tak mungkin si hantu menyebalkan itu!!" ucap Yefta.
Dyroth tersenyum dengan seringai khasnya. gigi taringnya yang khas membuat Yefta terkejut.
" Senyuman itu... ja.. jadi kau bocah sialan itu!!" ucap Yefta.
Dyroth mengangguk sambil menyeringai seperti serigala.
" Kita bertemu lagi Kak Yefta, kau masih sama menyebalkannya!" ucap Dyroth.
" Wahhh kau benar benar mengejutkan!!" ucap Yefta tak percaya.
Dea pun sama dia cukup terkejut dengan penampilan Yefta saat ini.
"Lalu apa yang kau lakukan di sini!? apa ka mengenal adikku!?" Tanya Dea sambil memicingkan matanya menatap Dyroth.
" Lucy kau sama sekali tidak ingat dia? Mungkin kalian pernah bertemu di masa lalu! dia tidak akan melindungimu tanpa alasan yang jelas!" ucap Dea .
Lucy menggelengkan kepalanya sambil bersembunyi di balik lengan Dea," aku tidak ingat kak," ucap Lucy.
Dyroth tertawa," hahahhaha... dia tak akan ingat kak, hanya saja aku berutang nyawa padanya, aku melakukan ini untuk melindungi nyawa orang yang sudah menyelamatkan ku!" ucap Dyroth sambil tersenyum menatap Lucy.
Bughh!!!
" Bicara yang jelas Dyroth, jangan sok misterius!! dan kenapa nyawamu selalu terancam tapi masih hidup sampai sekarang!? apa kau kucing!?" ketus Dea.
" Bagaimana kau mengenal Lucy, jelaskan padaku, dia adik suamiku, jika demikian kau pasti kenal suamiku, mereka sangat dekat!!" ucap Dea.
" Nona Lucy, apakah kau tidak ingat dengan bocah yang hampir mati di sungai Kristal belasan tahun lalu? Bocah itu adalah aku, bocah yang kau selamatkan dengan taruhan nyawamu!" ucap Dyroth.
Lucy terdiam dan menatap Dyroth dengan wajah syok.
" Tu..tunggu dulu, apa kau yang tenggelam waktu itu!?" tanya Lucy.
Dyroth tersenyum sambil mengangguk," Kita bertemu lagi, hahahahah... tak ku sangka hari ini aku akan bertemu dengan dia orang yang telah menyelamatkan nyawaku, yang satu menyelamatkan ku saat tenggelam dan yang lain menyelamatkan nyawaku di jembatan, sungguh beruntung hidupku!" ucap pria itu.
" Wahh... kenapa jalan hidupmu sangat dramatis, sampai nyawamu hampir hilang berkali kali!!" celetuk Dea seraya geleng-geleng kepala menatap Dyroth.
" Namanya juga takdir kak," ucap Dyroth sambil tersenyum getir.
.
.
.
__ADS_1
Like, vote dan komen 🤗