Romansa Sagara Dea

Romansa Sagara Dea
Romansa Sagara Dea 134


__ADS_3

Kondisi Lin belum juga stabil. Pria itu mengalami syok berat sampai harus dirawat di rumah sakit.


"Apa rencana kalian selanjutnya!?" Adam menatap Dea dan Sagara bergantian. Dia telah mendengar kabar ini, dan dia juga merasakan hal aneh dari grup Maxim yang belakangan sering menyinggung dirinya.


" Maxim dan Montana, mereka adalah dalangnya!" ucap Sagara.


" Montana... Perempuan yang pernah dijodohkan denganmu sampai hampir membuatmu tidur dengannya, apa dia juga terlibat!?" tukas Adam.


Mata Sagara membulat saat kakaknya mengungkapkan hal itu di depan Dea.


Melihat tatapan Sagara, Sontak Adam tersadar kalau Dea di sana.


" Kak...." ucap Sagara dengan wajah kesal.


" Yahh maaf, aku sedang kesal!" bisik Adam sambil melirik Dea yang tampak acuh dengan pembicaraan mereka.


" Buat apa berbisik-bisik, aku sudah tahu!" ketus Dea.


Sagara menarik nafas dalam-dalam dan melirik istrinya dengan hati-hati.


"Jadi apa perempuan itu terlibat!?" tanya Dea sambil menatap Adam dengan tajam.


Adam dan Sagara terhenyak, sepertinya aura kecemburuan mencuat keluar dari diri wanita itu.


" Kami belum tahu," ucap Adam.


Dea mendengus kesal," Lambat!" ucapnya dengan kesal.


Dea mengambil ponselnya, membaca data dari Yefta yang saat ini sudah berada di markas penculik yang membawa Ovi secara misterius.


" Kami sudah menemukan Ovi, perempuan yang di perusahaan kemarin!" ucap Dea.


" Di mana dia!?" tanya Sagara.


" Sepertinya kau antusias sekali, apa perempuan ini menarik perhatianmu karena dia adik mantan jodohmu!?' sindir Dea.


Glek!!


Wanita memang sulit dimengerti. Sagara yang bersemangat karena menemukan titik terang kasus ini malah diserang balik oleh istrinya.


"Sa.. sayang bukan begitu, aku hanya senang karena kita akhirnya punya jawaban!" ucap Sagara sambil menatap istrinya dengan wajah pias.


Dia menatap Adam yang memulai semua ini. Adam hanya menutup mulutnya sambil menahan tawa.


Baru kali ini dia melihat sosok Sagara yang biasanya membuat bungkam lawan bicaranya malah dibungkam oleh seorang wanita.


"Sayang aku tidak seperti itu..." ucap Sagara.


" Hmm..aku tahu, sudah jangan dibahas, kita cari mereka dulu!!" ucap Dea.


Sudah katanya, tapi Dea malah meninggalkan Sagara dengan wajah jutek. Wanita itu sedikit kesal karena Sagara begitu berbinar saat membicarakan putri Montana .


" Aku harus melakukan sesuatu untuk memancing keparat itu!" batin Dea.

__ADS_1


kepalanya penuh dengan taktik. Dia akan melakukan apapun unik mencari keberadaan Anna dan menyelamatkan gadis itu.


"Lin, aku akan menemukan Anna untukmu!" batin Dea.


Dia terus melangkah keluar dari rumah sakit diikuti oleh Sagara dan Adam. Dyroth sendiri sudah kembali ke markas grup Macron atas perintah Dea sebelum menerima tugas berikutnya.


" Dea tunggu, apa kau marah!!" Sagara menarik tangan istrinya. Dea berhenti sejenak lalu berbalik," Sedikit kesal, kau sangat senang saat membicarakan dia!" balas Dea.


Sagara tersenyum, dia menarik dan memeluk Dea," Kau cemburu, ahhh aku suka ini!" ucap Sagara.


" Sayang... Aku punya rencana!" ucap Dea.


"Rencana apa?" tanya Sagara sambil menatap Dea dengan serius.


" Emm bisakah kau ikut ke markas Macron? Sebaiknya kita bicarakan di sana," ucap Dea.


" baiklah, selama aku bersama istriku tak masalah!" ucap Sagara dengan senyuman bahagia.


" Kak Adam ikutlah dengan kami, ada yang harus kita bicarakan, Kak Yonatan dan yang lainnya juga sudah berkumpul di markas!" ucap Dea.


" Baiklah, kalian pimpin jalan!" ucap Adam sambil menaiki sepeda motornya.


Mereka berangkat menuju k


Markas rahasia grup Macron. Sejujurnya, Sagara maupun Adam sama sama penasaran dengan grup Macron yang berada di bawah pimpinan Dea.


" Aku penasaran dengan grup yang dipimpin istriku," ucap Sagara.


" Kau pasti akan menyukainya sayang," balas Dea sambil tersenyum manis.


"Kita tiba," ucap Dea.


Mereka disambut oleh lusinan anak buah Dea.


Tempat itu dikelilingi dengan bambu yang menjulang tinggi, terlihat seperti rumah pertapa tua yang dirawat dengan baik mempertahankan bangunan lamanya yang antik.


"Selamat Datang nona Lora!" sapa para pengikut Dea sambil membungkuk dengan satu tangan mereka di depan dada.


Dea mengangkat tangannya sambil mengangguk, dia menuntun suami dan kakak iparnya untuk masuk ke dalam gedung itu.


Sagara dan Adam cukup takjub dengan markas grup Macron.


Markas utamanya sangat sulit ditemukan bahkan terkesan hanya seperti gubuk biasa dengan kakek nenek sebagai penghuninya.


Dea memasuki markas itu, berjalan menuju tangga bawah tanah yang terhubung langsung dengan bangunan bawah tanah yang megah dan Kokok.


Di dalam sana, Dyroth, Bima, Yonatan, Ruka dan rekan rekan penting lainnya sedang membahas rencana selanjutnya untuk membekuk Maxim dan Montana.


" Kalian sudah datang!? Cepat lihat ini!" panggil Bima sambil menunjukkan foto rekam Cctv ketika Anna diculik saat dinas ke luar kota.


" Anna!? Dia diculik saat dina!?" Adam Dan Dea terkejut.


Beberapa bulan lalu, Anna memang sedang dalam perjalanan bisnis ke kota A untuk memeriksa cabang perusahaan Sagara atas perintah Adam.

__ADS_1


Tak disangka gadis itu sudah diikuti sejak tiba di kota tersebut. Anna diculik ketika dia sedang lari pagi. hanya sedikit rekaman yang mereka dapatkan tetapi membuktikan bahwa Anna telah hilang selama enam bulan ini.


" Dia sedang dinas hari itu!" ucap Adam.


"Dia diculik oleh anak buah kelompok Hanbu yang berkhianat dan dibayar oleh Ivan Maxim untuk menjalankan rencana busuknya" jelas Bima.


" Anna diculik, setelah itu Ivan mengirim perempuan lain yang telah melakukan operasi plastik, mengganti rupanya bahkan suaranya sampai persis seperti Anna," jelas pria itu lagi.


"Lalu Anna yang asli berada di mana saat ini!?" tanya Sagara.


" Berada di tempat yang sama dengan Yefta!" ucap Dea yang baru saja menerima laporan dari Yefta terkait keberadaan nya.


Anna disekap bersama beberapa orang korban lainnya. Mereka dikurung di sebuah gudang penyimpanan bahan bakar yang dijaga ketat oleh anak buah Maxim.


" Apa rencana kalian!?" tanya Dyroth dengan serius.


Mereka menyusun rencana besar untuk mengungkap kejahatan yang dilakukan oleh Iva Maxim dan menjerumuskan pria itu ke penjara untuk selamanya.


Mulai dari penculikan Anna, penggunaan obat terlarang terhadap belasan karyawan grup Sagara dan kasus paling besar adalah obat aneh yang mereka temukan di area gunung di belakang sekolah si kembar.


Tampaknya semua hal ini saling berkaitan satu sama lain.


"Gunung itu tidak mencurigakan sama sekali!" Jekma asisten Sagara masuk bersama beberapa pria yang ditugaskan mengawasi area hutan di mana si kembar tersesat hari itu.


" Jelaskan!"


"Saat kami menyelidiki area hutan itu secara langsung, kami menemuka bahwa memang benar ada aktivitas di sana, tetapi mereka sama seperti kita, meneliti kandungan obat dalam tubuh karyawan yang menggila itu!" jelas Jekma sambil memberikan beberapa dokumen hasil penelitian Gernal kepada mereka.


" Darimana kau mendapatkan dokumen ini!?" tanya Sagara .


"Dari pemimpin kelompok mereka, saat kami datang ke sana sama sekali tidak ada motif lain, dan lebih mengejutkannya, pemimpin mereka tahu kelompok ini!" jelas Jekma.


Semuanya terdiam, keheningan menyelimuti mereka.


siapa gerangan yang membantu mereka meneliti isi obat itu!?


" Berikut semua bukti kesalahan Ivan Maxim dan konspirasi nya bersama keluarga Montana!" Jekma memberikan flashdisk berisi bukti kejahatan Ivan yang telah dikumpulkan oleh Gernal dan kelompoknya selama ini.


Dea menatap dokumen itu, coretan dan tulisan tangan itu tidak asing baginya.


" Se.. Seperti apa orang yang memberikan ini padamu!? " tanya Dea dengan tangan gemetar.


" Namanya tuan Gernal, pria berambut panjang dengan topeng yang menutupi luka bakar di wajahnya, dan salah satu kakinya sudah diamputasi!" jelas Jekma.


" Apa kau mengenalnya Dea?" tanya Sagara.


Dea tampak ragu," tulisan tangan ini sangat familiar bagiku!" ucap Dea.


.


.


.

__ADS_1


Like, vote dan komen 🤗


__ADS_2