
Suasana di ruangan makan sangat mencekam. Seluruh mata tertunduk ke bawah, dibuat tegang dengan sikap dingin Sagara.
Padahal sebelum dia masuk ke ruangan itu, semuanya tampak sangat bahagia dan ceria terutama saat bercerita dengan nyonya mereka.
Tetapi kedatangan Sagara bagikan gemuruh yang mengganggu. Semuanya terdiam ketakutan seolah mereka sedang melihat hantu. Bahkan sahabat-sahabat Sagara saja turut terdiam ketakutan menghadapi Sagara.
Dea menatap sekeliling, tak seorang pun menatap Sagara dengan tatapan ramah. Semuanya takut pada pria itu.
Keheningan ini membuat ruang kosong di hati Dea, dia mengamati pria kaku yang sulit berkomunikasi itu.
Jelas raut wajah Sagara tampak terkejut. Seolah menyampaikan bahwa kenapa dirinya tidak bisa selugas orang-orang di luar sana.
Pria itu menatap semuanya, mereka takut padanya.
"Apa dia tidak kesepian jika terus begini? Jelas jelas orang di sini hanya takut padanya bukan benar-benar menghormatinya. Mereka takut pada kekuasaan, kekuatan dan kemampuan Sagara, tapi tak seorang pun menganggap dia sebagai manusia normal," batin Dea.
"Hih... Tapi kan itu salahnya, dia yang membangun tembok setinggi menara Eiffel dengan orang-orang di sini!! Rasakan itu!" Batin Dea mengejek Sagar.
Dia menatap pria itu dengan tatapan menantang, sama sekali tak ada takutnya.
"Aku tidak takut padamu, dasar jelek!" Batin gadis itu.
Sagara terdiam sejenak, dia menatap semuanya dengan pelan. Ketika semua orang tampak takut bahkan tunduk padanya, hanya satu orang saja di ruangan itu yang berdiri dan menatapnya dengan tatapan menantang.
"Apa dia tidak takut?" Batin Sagara.
"Apa lihat-lihat!!" Ketus gadis itu sambil menatap kesal pada Sagara.
Pria itu memiringkan kepalanya dan menatap datar pada Dea, dia menarik kursi lalu duduk di kursi paling ujung, posisi pemilik mansion.
"Duduk!" Ucapnya.
Sontak para pelayan berjalan mundur dan berbaris di posisi masing-masing, Lin dan teman-teman nya duduk di kursi mereka demikian juga dengan Dea. Gadis itu duduk di dekat Sagara.
Sagara menatap Dea sejenak, gadis itu masih terlihat kesal.
" Apa kau masih marah?" Tanya Sagara sambil menatap Dea.
" Cih.... Tentu saja!' jawab Dea dengan ketus sambil memalingkan wajahnya dari Sagara.
" Jelaskan kesalahanku sambil makan!" Ucap Sagara sambil mengambil sendokan pertama sebagai tanda jika sudah boleh makan.
Sekretaris Lin, Barak dan Bima diam saja sambil memulai makan siang mereka, para pelayan juga langsung beranjak dari sana begitu Sagara menyendok makanannya.
"Apa yang perlu dijelaskan, sudah sangat jelas kalau kau bersikap kasar pada orang yang menyelamatkan nyawamu!!" Kesal Dea.
"Padahal aku istrimu tapi kau tidak menghargai ku, menikah terpisah, ditinggalkan di malam pertama pernikahan, dikurung di mansion, dicueki, di marahi!!" Celoteh Dea sampai nafasnya ngos-ngosan.
"Apa semua itu kurang jelas lagi !? kau juga mencampakkan perban itu, padahal aku hanya ingin membantumu, selalu menatap orang dengan tajam, kau pikir semua bisa tahan dengan tatapan seperti itu! Dasar jahat!!!' kesal Dea.
Gadis itu mendengus. Pipinya sampai memerah saking marahnya. Begitu diberikan kesempatan untuk menjelaskan, dia mengeluarkan semua isi kepalanya.
" Itu sebabnya aku minta diceraikan, supaya kita berdua tidak...
__ADS_1
Brak!!!!
Begitu mendengar kata Cerai, Sagara menghantam meja dengan pukulan tangannya sampai meja itu bergetar.
Semuanya terdiam, bahkan Dea tampak sangat terkejut dan ketakutan.
"Sagara!!' bentak Bima yang tak tahan dengan sikap sahabatnya itu.
" Jangan menyela!!" Balas Sagara dengan wajah murka.
Dea terdiam, tangannya gemetaran, dia langsung menunduk, nyalinya ciut saat pria itu benar benar murka.
Lin, Barak bahkan Bima tak sanggup mengatasi kemarahan Sagara. Tetapi yang diucapkan Dea benar benar membuat pria itu kesal dan marah.
"Jahat!!" Dea menangis, bahunya naik turun, bentakan Sagara barusan membuatnya sedih dan takut pada suaminya sendiri.
Pria itu menghela nafas sambil mengepalkan tangannya.
"Kenapa jadi kacau begini!?" Batin Sagara seraya mengeraskan rahangnya
Sagara menenangkan dirinya sejenak, menarik nafas dalam-dalam dan berusaha meredam amarahnya.
Dia menatap istrinya," Apa yang kau inginkan, selain bercerai, dibunuh atau keluar dari mansion ini!" Ucap Sagara dengan tenang. Dia berusaha untuk menahan amarahnya agar tidak mengacaukan makan siang itu.
Dea masih menunduk. Melihat gadis itu tampak sedih, Bima menepuk bahu Dea dengan pelan.
" Katakanlah, dia sudah tenang, jangan menahannya," ucap Bimamembujuk.
Dea tampak cemberut, dia menatap Sagara perlahan dengan kedua netranya yang dipenuhi air mata.
"Aku mau kau minta maaf," ucap Dea sambil mengusap air matanya.
Sagara terdiam.
"Nyo... Nyonya seharusnya anda..." Lin tampak khawatir.
Pasalnya, sebesar apapun kesalahan Sagara, pria itu tidak pernah meminta maaf. Sagara orang yang sangat kaku dan dingin, selalu logis dan tempramennya buruk.
"Aku mau dia minta maaf!" Ucap Dea lagi.
"Heh... Mari kita lihat, setinggi apa ego manusia kaku dan sombong seperti tiang listrik ini!!" Batin Dea dengan penuh tantangan.
"Dea sepertinya..." Barak berhenti bicara saat Sagara berdiri. Lin, Barak dan Bima sontak ikut berdiri sedangkan Dea duduk diam saja di kursinya.
"Maaf!" Ucap Sagara sambil menatap Dea.
Duarr!!!
Seisi ruangan itu terkejut bukan main saat mendengar Sagara mengucapkan maaf pada seorang gadis kecil yang tidak dianggap di keluarganya.
Sagara menatap Dea, membuat gadis itu terdiam seribu bahasa. Seolah terhipnotis dia juga ikut berdiri.
"Kuakui, memang sedikit keterlaluan, aku orang yang kaku, kau lihat sendiri semua orang takut padaku," jelas Sagara.
__ADS_1
"Tapi tindakanku padamu sudah terlalu berlebihan, maafkan aku," ucap Sagara.
Dea terhenyak, sejenak dia bisa melihat tatapan kosong dan kesedihan dalam diri pria itu. Seolah dirinya yang ceria terkurung lama dalam trauma berkepanjangan yang dia alami.
"Ba.. baiklah, ke depannya jangan begitu lagi,maka aku tidak akan meminta cerai atau keluar!" Ucap Dea tanpa berpikir panjang lebih dahulu.
Hanya karena hatinya tergerak, hanya karena dia menatap Sagara sama dengan dirinya yang kesepian, dia mengucapkan kalimat yang akan mengubah seluruh rencana besar di hidupnya.
" Setuju!!" Ucap Sagara dengan cepat lalu kembali duduk.
Dea tersadar kesalahan apa yang dia lakukan," ehmm itu maksudku, bukan... Seperti itu..."
"Ayo lanjutkan makan siang!!" Ucap Sagara dengan nada bersemangat.
Lin, Barak dan Bima menatap teman aneh mereka itu sambil memicingkan mata.
"Sagara, apa otakmu ikut terbentur!?" Celetuk Barak sambil menatap Sagara dengan mulut menganga.
Sekretaris Lin menyenggol lengan Barak ," jangan menyinggungnya lagi, sepertinya suasana hati tuan muda sudah membaik, jarang jarang bisa lanjut makan, sudah cepat habiskan!!" Bisik Lin.
Barak mengangguk setuju, makan siang mereka dimulai dengan baik.
Dea tersenyum seraya melirik Sagara yang ternyata memiliki sifat lain dalam dirinya. Tak melulu mengamuk dengan hal hal kecil, ternyata Sagara juga bisa mengucapkan kata maaf mengingat karakternya yang keras itu.
"Apa semua hidangan ini kau yang masak?" Tanya Sagara sambil menyendok Sup ayam yang diletakkan di depannya.
"Benar aku yang memasak!" Ucap Dea sambil tersenyum namun seketika dia teringat kalau sup ayam milik Sagara sudah dia jahili.
Sagara menyendokkan sup itu dan hendak meminumnya tetapi tiba-tiba Dea menahan tangan pria itu dengan wajah panik.
"Ehh... Tidak tidak!!!" Ucap Dea senyuman kikuk dan wajah gugup sambil menahan tangan Sagara.
"Ada apa? Aku ingin minum sup ini," ucap Sagara.
"Tidak, a.. aku juga mau!!" Ucap Dea dengan suara terbata-bata.
"Di hadapanmu kan ada, " ucap Sagara sambil menepis tangan Dea dengan pelan.
"Tapi itu, jangan!!" Ucap Dea sampai dia bangkit berdiri dan menarik tangan Sagara lalu melahap sup dari sendok Sagara dan dia telan dengan cepat.
" Arkhh.... Ini enak, aku mau punyamu!!!" Ucap Dea sambil tersenyum panik, wajahnya sangat dekat dengan wajah Sagara, tangannya memegang dada pria itu, dengan posisi yang sangat dekat.
Deg.. deg... Deg...
"Baiklah, kau ambil," ucap Sagara sambil memalingkan wajahnya yang memerah karena dibuat gugup oleh istrinya yang jahil.
"Pfthh!!" Barak, Bima dan Lin tertawa. Mereka tahu Dea mengerjai Sagara tapi akhirnya gadis itu malah melakukan hal konyol demi menggagalkan rencananya sendiri.
.
.
.
__ADS_1
Like, vote dan komen 🤗