Romansa Sagara Dea

Romansa Sagara Dea
S2


__ADS_3

Seperti perintah Adam, Karina turut serta ke kantor Adam pagi ini. Adam sibuk dengan segala macam bentuk grafik dalam komputernya, menatap perkembangan data perusahaannya dengan serius dan penuh perhatian.


Adam tidak pernah bermain-main saat bekerja, dan dia sangat mencintai pekerjaannya. Sedang Karina duduk di samping Adam sambil menatap penasaran ke arah luar jendela mobil


Gedung-gedung pencakar langit itu membuat gadis muda itu penasaran. Matanya berbinar-binar melihat gedung gedung mewah seolah dia baru keluar dari goa.


Sampai-sampai supir mereka dibuat tercengang dengan sikap Karina yang terlihat kekanakan.


Karina menatap jendela itu dengan kedua tangan menempel di kaca jendela mobil, sangat penasaran. Dia menatap satu persatu gedung itu, membaca setiap tulisan, menatap semua orang yang mereka lewati.


"wahh.... Apa itu!?" celetuk Karina sambil menunjuk sebuah patung di tengah taman.


"ohh, itu Patung hiasan taman nona, dibuat dari rotan supaya tahan lama," balas si supir yang cukup senang dengan tingkah nona barunya.


Bibir Karina membulat sambil kepalanya mengangguk angguk paham," wahh kreatif sekali yang buat," ucapnya dengan polosnya.


"kalau itu apa? Kenapa digantung di sana? Warna warni, cantik sekali!!" tanya Karina lagi dengan penasaran.


"ahh, itu namanya lampion nona, dipasang untuk hiasan restoran tersebut, kalau malam hari akan lebih cantik," jelas pak Dodo, supir lama nan setia yang dimiliki oleh Adam.


"uwaahhhh.... Cantik sekali!!!" seru Karina dengan suara menggemaskan sambil terus menatap ke luar seperti anak kecil yang baru melihat dunia luar.


"hahahhaha.... Nona anda belum melihat banyak dunia luar, ada banyak hal yang indah," ucap Pak Dodo .


Karina menoleh pada pria itu, dia sampai menggeser tubuhnya mendekat pada supir," benarkah? apa saja? Bagaimana bentuknya? Di mana saja? Apa Kita juga akan melihat banyak hal yang indah di kota ini!?" cerocos Karina dengan wajah penasaran.


"hahahah... Tentu saja Nona, anda pasti akan melihat banyak hal indah," ucap Pak Dodo.


Sifat Karina berhasil membuat semua orang nyaman di dekatnya, meski tidak tahu banyak tentang perkotaan, dia tidak malu untuk bertanya tentang hal hal yang jarang dia lihat.


Diam-diam, Adam melirik gadis itu. Bibirnya tersenyum tipis dengan tingkah Karina yang menggemaskan. Entah sejak kapan dia tidak bisa menarik matanya dari gadis itu, dia senang menatap Karina dan mendengarkan ocehannya.


Karina penuh dengan semangat dan aura positif, membawa keceriaan bagi sekelilingnya sampai semua yang ada di sekitarnya selalu merasa bahagia.


"Karina duduk yang bagus, kalau ada pertanyaan tanyakan padaku, jangan ganggu pak Dodo membawa mobil," ucap Adam.


Sontak gadis itu menggeser tubuhnya dan kembali ke posisinya sambil menatap Adam dengan mata berbinar-binar.


"Emm.. Mas Adam, dari tadi Karina penasaran sesuatu,'" ucap gadis sambil menatap Adam.


"Penasaran apa?" tanya Adam sambil menatapnya. Tatapan mata Karina membuat Adam senang dan tenang, padahal pikirannya sedang kalut dan kusut karena pekerjaannya.

__ADS_1


"Itu... " Karina menunjuk grafik di layar laptop Adam.


"Mas Adam sedang menggambar bangunan ya ? Seperti yang kita lihat di luar tadi? Kenapa bentuknya begitu? Naik turun seperti seluncuran?" tanya gadis itu dengan polosnya.


"pftthhh hahahhahahaa..... Hahahhahhaa...." Adam tertawa terbahak-bahak mendengar pertanyaan Karina.


Sungguh gadis ini di luar ekspektasinya. Melihat Adam tertawa, Pak Dodo sampai terkejut karena ini kali pertama dia melihat pria itu tertawa lepas dan begitu puas.


Adam yang biasanya berwajah kusut dan selalu memasang aura dingin, Berbah secepat itu karena seorang gadis polos dan celetukan jenaka yang keluar dari bibirnya.


"ihh... Mas Adam kok malah nge ledek Karina sih?" Gadis itu mengerucutkan bibirnya, wajahnya cemberut seraya menatap Adam dengan Kesal.


"Astaga Karina, hahahha... Dari dunia mana kau berasal?" Adam tertawa terbahak-bahak sampai perutnya terasa sakit. Sedang Karina memasang wajah cemberut karena ditertawakan pria itu.


"Ihh... Mas Adam gak seru, masa Karina diketawain? Kan Karina memang gak tahu," ucap gadis itu sambil mengerutkan wajahnya.


Adam tergelak, Karina benar benar gadis polos," ini lihat sini," panggilnya sambil memperbaiki posisi Laptopnya yang hampir terpingkal karena tertawa.


Karina mendekat dengan wajah penasaran, kepalanya berada tepat di depan dada Adam, benar benar tanpa jarak sedikitpun. Adam menatap gadis itu, dia tersenyum dengan tingkah Karina yang menggemaskan.


" Ini namanya grafik batang, bukan gedung pencakar langit, "


"ohhh.... Lalu uangnya di mana Mas? Di dalam sini?" tanya Karina dengan polosnya sambil menunjuk laptop.


Adam tergelak lagi," astaga, bukan Karina, uangnya di tempat lain, dikelola di perusahaan maupun orang-orang yang Mas percayakan, bukan di laptopnya," ucap Adam sambil menahan tawanya.


"bahahahahhaa.... Kau bodoh, benar-benar bodoh, kenapa kau tidak tahu apapun hahahhahaha...." Adam tak bisa lagi menahan tawanya, dia meledek gadis itu sampai dia terpingkal-pingkal.


"ishh... Nyebelin!"


"Mas Adam nyebelin!!" kesal Karina sambil menjauhkan diri dari Adam.


Adam tak berhenti tertawa," Lihat sini biar Mas ajarin," Adam menarik gadis itu kembali ke hadapannya.


"Gak Mau, nanti Mas ledekin lagi, Karina gak mau!" jawabnya sambil menatap Adam dengan wajah kesal.


Keduanya saling bertatapan dengan posisi yang sangat dekat. Wajah kesal Karina memenuhi pandangan Adam.


"Nggak akan Mas ejek lagi deh, kecuali kamunya susah diajari, "


"udah sini lihat, mas ajari kamu,"

__ADS_1


"Setelah kita menikah, kamu juga akan terlibat dengan bisnis Mas, jadi lebih bagus kalau kamu belajar dari sekarang!" ucap Adam sambil memutar tubuh Karina menghadap ke arah Laptop.


Karina merasa gugup, anehnya Adam membuatnya merasa nyaman.


"Sial, kenapa aku jadi gugup!" batin Adam.


Pria itu menjelaskan semua dasar investasi pada Karina. Dia jelaskan perlahan-lahan sampai Karina mengerti.


Gadis itu tidak sulit diajari, dia adalah perempuan yang cerdas yang membuat Adam cukup kagum dengan tingkat pemahamannya yang heba.


Pak Dodo mengemudi sambil senyum-senyum sendiri melirik kedua sejoli itu.


" Tuan dan Nyonya Maureer pasti akan senang mendengar berita ini, Tuan muda kini mulai hidup lebih normal!" batinnya.


Terik matahari di luar mobil tak mempengaruhi pelajaran hari ini. Karina tampak begitu antusias dengan semua penjelasan Adam. Terkadang Adam dibuat tergelak dengan pertanyaan konyol dari bibir Karina, sedang Karina lebih sering kesal karena diejek terus menerus oleh Adam.


Setengah jam kemudian, mereka tiba di Gedung grup Bantara.


"Tuan, nona, kita sudah tiba," ucap Pak Dodo.


"Mas tunggu dulu, ini Karina belum paham, kalau nilai mata uangnya berubah, kok bisa harganya berubah? Jelasin lagi!" ucap gadis itu penasaran.


Adam menatap sekeliling," Nanti kita belajar di dalam, ayo kita suda sampai, jangan seperti bocah yang tidak tahu apa-apa,"


"Perhatikan tingkahmu nanti saat di dalam!" ucap Adam.


Karina sadar mereka sudah tiba, tapi dia penasaran," Aduuhhh padahal penasaran banget, ya udah deh, nanti Mas jawab ya, jangan lupain pertanyaan Karina," ucap gadis itu penuh semangat.


Adam tersenyum, dia menepuk pucuk kepala Karina dan menatapnya dengan tulus," Nanti Mas Ajari, kita ke dalam dulu yuk," ajak Adam yang dibalas anggukan kepala oleh Karina.


Kedua sejoli itu, keluar dari dalam mobil. Adam memanggil Karina untuk berdiri di sampingnya," Pegang lengan Mas," ucapnya.


Dengan patuh gadis itu menurut, mereka masuk ke dalam gedung disambut oleh puluhan pengawal.


"ADAAAMM APA YANG KAU LAKUKAN, KENAPA KAU BERSAMA PEREMPUAN LAIN!!!?"


"PEREMPUAN LIAR DARI MANA INIIIII!!!" pekik Seseorang begitu mereka masuk ke dalam gedung.


"Mas... Ada kuntilanak, suaranya melengking, perusahaan Mas piara kuntilanak!?" celetuk Karina sambil menatap heran pada Prita, mantan kekasih Adam yang ternyata membuat masalah lagi di perusahaan Adam.


"pffthh.... Namanya setan sayang, dia datangnya gak diundang, pulangnya ditendang!" bisik Adam sambil tertawa.

__ADS_1


__ADS_2