Romansa Sagara Dea

Romansa Sagara Dea
Harus bahagia


__ADS_3

Dua Minggu kemudian,


Sagara menatap istrinya dengan tatapan lembut. Mentari yang hangat menyelimuti tubuh dan hati mereka yang terus berjuang melawan dinginnya dunia ini.


Disisipkannya anak rambut Dea ke belakang telinganya, hingga tampaklah garis rahang yang lembut dan indah itu.


" Kau sangat cantik," puji Sagara sambil tersenyum manis.


Dea menatap suaminya dengan wajah ceria," Kok tumben muji? Ada apa nih!?" celetuk Dea seraya mencolek dagu suaminya.


" Kau memang cantik sayang, tak salah kan aku memuji istriku sendiri!" balas Sagara.


Dea merangkul suaminya dan bersandar di bahu pria itu sambil menatap ke arah taman rumah sakit.


" Aku bersyukur semuanya baik-baik saja, Lin dan Anna kembali bertemu, Lin sudah terlihat hidup sekarang!" ucap Dea sambil menatap Lin yang tengah mendorong kursi roda kakaknya mengelilingi taman rumah sakit bersama si kembar menggemaskan yang asik bercerita sana sini.


" Kau benar sayang, " ucap Sagara sembari mengecup pucuk kepala istrinya.


Dia tidak memberitahukan Dea tentang bagaimana dia menghukum Ivan sampai saat ini.


Dua Minggu kejadian itu berlalu, Ivan Maxim telah berada dalam neraka mengerikan, yang membuatnya lebih memilih untuk mati daripada terus menerus dipancing hasratnya tanpa bisa memuaskan dirinya.


Sagara menghukum Ivan dengan cara yang keji. Mengikuti pikiran mesum Ivan, Sagara memerintahkan anak buahnya menyuntikkan sejenis obat yang memancing hasrat pria itu.


Ivan diikat di atas tempat tidur besi, tak bisa bergerak dan harus menahan gejolak yang akan membuat sarafnya terputus jika tidak dituntaskan.


Kejam dan mengerikan, hukuman Sagara tidak pernah main-main, apalagi Ivan berani mengusik istrinya bahkan membayangkan hal bejat dengan otak kotornya itu.


Keadaan Anna tidak jauh berbeda, dia masih takut bertemu orang baru, trauma bahkan sering berteriak keras ketika malam tiba.


Namun Lin dengan setiap mendampingi Anna bahkan meminta cuti selama mungkin agar dia bisa memberikan waktunya merawat sang kakak.


Ovi, gadis itu juga telah dikembalikan ke orangtuanya, korban lainnya juga telah mendapatkan kesadaran mereka masing-masing.


Ada yang masih dirawat di rumah sakit dan ada yang sudah dipulangkan.


Berita panas memenuhi pencarian bulan ini . Keluarga Montana dan keluarga Maxim resmi ditetapkan sebagai tersangka utama dalam pengedaran obat terlarang dan pendirian laboratorium ilegal.


Kedua keluarga itu hancur berantakan, ganti rugi sebesar-besarnya dibayarkan pada seluruh korban kejadian mengerikan itu.


Keadaan cukup tenang saat ini, Dea dan keluarga kecilnya bisa bernafas lega.


" Sayang, aku penasaran dengan seseorang!" ucap Dea sambil menatap suaminya.


" dengan siapa? Apa istriku ketemu berondong tampan hmm!?" Balas Dea seraya mencolek dagu istrinya.

__ADS_1


" Hahah... kalau ketemu berondong tampan, aku tidak akan disini!" balas Dea sambil mengulum senyum.


Sagara terkejut," Sayang kamu!!"


" Hahahhaha... Aku bercanda, mana mungkin suami tampanku yang menggoda ini bisa dikalahkan berondong, seleraku cuma kamu doang!" bisik Dea dengan jahilnya menyelipkan tangannya ke dalam kemeja suaminya dan mengusap perut Sagara.


" Shhh... Sayang, kalau kita di rumah, aku udah gak kasih kamu ampun tahu!!" ucap Sagara sambil menahan nafas karena ulah jahil istrinya.


" Hahahah... Maafkan aku," ucap Dea sambil memeluk suaminya dengan erat.


" Aku hanya penasaran dengan pria bernama Gernal yang membantu kita menyelesaikan masalah ini!" ucap Dea masih dalam posisi memeluk suaminya.


Sagara menepuk pucuk kepala istrinya dan memeluknya semakin erat.


"Kalau penasaran kita temui saja dia," ucap Sagara.


" Bagaimana caranya?" Dea menatap suaminya dengan wajah berbinar-binar.


Dia sangat penasaran dengan sosok Gernal yang menurutnya begitu familiar. Belum sempat dia mencaritahu tentang pria itu.


"Aku akan membawamu bertemu dengannya!" ucap Sagara.


Dea terkejut, dia tidak menyangka suaminya sampai melakukan hal seperti ini.


Sagara sampai tertegun, dia tersenyum menatap istrinya yang begitu bersemangat membahas Gernal.


Ini kali pertama Dealora tampak begitu antusias tentang seseorang.


" Ada apa denganmu hmm? Kau menyukainya ya!?" goda Sagara seraya melepaskan pelukannya dari Dea..


Dea mengerucutkan bibirnya," bukan begitu, jangan salah paham!"


"Aku hanya sangat penasaran dengan siapa dia! Tidak ada niat lain!" ucap Dea sambil menggenggam tangan Sagara dengan erat.


Sagara memicingkan matanya," Baiklah! Kita temui dia hari ini!" ucap Sagara sambil bangkit berdiri.


" Hari ini?" tanya Dea.


Sagara mengangguk," Kami sudah membuat janji, ada beberapa hal yang harus kami bahas bersama!" ucap Sagara sambil menepuk pucuk kepala istrinya.


"instingnya memang sangat kuat, hanya membicarakan kakak ipar saja sudah membuatnya bahagia walau dia belum tahu pasti siapa pria itu," batin Sagara.


"Anak-anak mau ikut Papa dan Mama jalan-jalan!!" teriak Sagara sambil melambaikan tangannya pada si kembar yang sedang asik bermain kejar kejaran bersama sekretaris Lin menemani Anna.


Kedua bocah itu langsung berhenti bermain dan menatap Sagara dengan wajah melongo.

__ADS_1


"Paman Lin, Tante Anna kamu main sama Papa dan Mama boleh!?" celetuk Gege meminta ijin pada kedua orang itu.


" Pergilah sayang, Tante juga harus istirahat," ucap Sekretaris Lin.


Anna juga mengangguk sambil tersenyum manis.


" Yeaayy!! terimakasih paman, Tante, kami sayang kalian!" seru si kembar sambil memeluk Lin dan Anna bergantian.


Keduanya langsung pergi menghampiri ayah dan ibu mereka dengan wajah berbinar-binar.


" Lin, Anna, kami pergi dulu, nanti kami akan datang lagi!" ucap Sagara.


" Baik tuan muda, terimakasih, hati-hati di jalan!" balas Lin sambil membungkuk hormat.


Keluarga kecil itu pergi dari sana sambil melambai pada si kembar dari negeri bambu.


Anna menatap keluarga kecil Sagara, dia begitu terharu karena bisa menyaksikan sebuah keluarga harmonis yang selalu menjadi impiannya.


"Lin, Apa menurutmu suatu saat kita akan punya keluarga masing-masing? Aku sedikit iri dengan mereka," ucap Anna.


Lin menepuk lembut bahu kakaknya, dia tersenyum," pasti kak, Kakak pasti akan menemukan seseorang yang cocok dan menyayangi kakak, Lin akan pastikan kakak hidup bahagia!" ucap pria itu.


Bagi Lin, saat ini kebahagiaan Anna adalah prioritas utama dalam hidupnya.


Meski usianya sudah sangat tepat untuk mencari pasangan, dia tidak memikirkan hal itu sama sekali. Hatinya tertutup untuk orang lain.


" Lin, kau juga harus menemukan seseorang yang cocok untukmu," ucap Anna.


" Kakak ingin melihat kamu menikah," tutur gadis itu.


" Nanti kak, aku hanya ingin melihat kakak hidup bahagia, yang lain bisa datang menyusul," ucap Sekretaris Lin dengan senyuman di wajahnya.


"Kau tidak boleh tidak menikah, aku tau isi kepalamu itu, kau harus membawa calon istrimu ke hadapan ku dan menikah dengannya! kau harus bahagia!" tegas Anna.


" Kak, saat ini prioritas ku adalah kakak, aku tidak ingin membahas hal tidak berguna itu sebelum memastikan kakak benar benar pulih!" tegas Lin.


"Sudahlah, di luar dingin, kita masuk ke ruangan!" ucap Lin sambil mendorong kursi roda kakaknya.


Anna tahu, pria itu sangat keras kepala," Aku bisa menjamin kebahagiaanku sendiri Lin, karena aku sudah menemukan seseorang yang ku cintai, sekarang giliranmu untuk bahagia!" batin Anna.


.


.


Like, vote dan komen 🤗

__ADS_1


__ADS_2