
Bulan bersinar begitu indah. Cahayanya yang bersinar terang menghiasi bumi tempat manusia berpijak.
Namun keindahan malam itu tak lagi bisa dinikmati oleh Dea dengan hati yang ceria. Gadis itu terlelap dalam pelukan Sagara di tengah perjalanan mereka menuju mansion Tulip.
Hati Sagara bergetar kala melihat pipi Dea yang merah karena dipukul. Bima dan Ruka telah menjelaskan kejadian sebenarnya pada pria itu.
Saat dia menerima penjelasan nya dia sangat marah karena istrinya bahkan dilukai oleh orang lain. Bahkan kakak kandung gadis itu sendiri tega menuduhnya sampai menghasut orang lain untuk menjatuhkan Dea.
Tangan Sagara mengusap lembut pipi Dea, mengusap air mata gadis itu dengan lembut dan menatapnya dengan hangat.
"Gita Eldrich, kakak macam apa kau!" Batin Sagara.
Dia menyesal karena tidak menjaga Dea dengan baik, menyesal karena tidak menemani istrinya di tempat asing itu.
"Kau pasti kecewa, maafkan aku," bisik Sagara.
Tak butuh waktu lama, mobil itu tiba di mansion Tulip. Sekretaris Lin segera membukakan pintu untuk tuan dan nyonya mudanya.
Pria itu menggendong Dea dalam pangkuannya, berjalan dengan tegap sambil membawa Dea masuk ke dalam bangsal pria itu.
"Ruka bawakan air hangat!" Ucap Sagara.
"Baik tuan!" Balas gadis itu dengan cepat.
Dia membawa Dea ke dalam kamarnya, berjalan dengan gagah lalu membaringkan istrinya di atas kasur empuk miliknya.
Dia menatap Dea dengan tatapan sedih, niatnya melindungi Dea tetapi malah membuat Dea mengalami hal memalukan seperti tadi.
"Aku lagi lagi gagal menjagamu," batin Sagara.
Dia duduk di samping istrinya, para pelayan hanya berdiri di depan sama halnya dengan Bima yang juga khawatir dengan keadaan gadis itu.
Ruka sendiri berlari dengan cepat sambil membawa baskom berisi air hangat bersama Siska yang membantunya membawakan pakaian ganti untuk Dea.
"Tuan ini air hangatnya, " ucap Ruka yang masuk ke dalam ruangan itu, hanya dia yang diberi ijin masuk.
Setelah memberikan air, dia mengambil pakaian Dea dan meletakkannya di atas meja," ini pakaian ganti untuk nyonya," ucap Ruka seraya meletakkan benda itu di atas meja.
" Bantu aku mengganti pakaiannya, dia akan syok jika aku melakukannya," ucap Sagara yang berdiri lalu berbalik membelakangi tubuh Dea agar Ruka dapat melakukan tugasnya.
__ADS_1
Ruka mengganti pakaian Dea dengan cekatan. Dia tertegun dengan sikap Sagara yang sangat menghargai istrinya. Dia tidak mengambil kesempatan untuk memanfaatkan Dea atau berpikir melakukan hal buruk.
"Tuan semua sudah beres," ucap Ruka.
"Keluarlah, kalian beristirahat lah, " ucap Sagara.
Ruka membungkuk dengan hormat. Sekalipun dia dan kakaknya Bima berteman baik dengan Sagara, tetapi gadis itu selalu menganggap Sagara sebagai majikannya, karena di tempat Sagaralah dia berhasil mewujudkan semua mimpi dan keinginannya.
Gadis itu pergi dari sana, menatap Dea yang terbaring di atas kasur," aku pasti akan membalasnya Dea, jangan khawatir, aku akan balas perbuatan perempuan itu!!" Batin Ruka.
" Ruka jangan melakukan tindakan apa pun, tahan dirimu!!" Ucap Sagara sebelum gadis itu benar benar keluar dari bangsal Sagara. Ruka terdiam sejenak, memang Sagara sudah sangat mengenal karakter mereka.
"Baik Tuan!" Ucap Ruka dengan nada dingin seraya mengeraskan rahangnya dan mengepalkan tangannya dengan kuat.
Di dalam kamar itu, Sagara membersihkan tangan, kaki dan wajah Dea dengan air hangat
Mengompres pipi gadis itu dengan lembut berharap lebamnya berkurang.
Tak butuh waktu lama dia selesai, dan kini berbaring di samping Dea sambil menggenggam tangan gadis itu dengan erat.
"Maafkan aku," ucapnya pelan seraya mengusap pucuk kepala Dea.
Julukannya sebagai raja mati rasa tak lagi nyata, hari ini dia membuat geger seluruh negeri dengan foto foto dirinya yang beredar saat bersama dengan Dea.
Kedua insan itu terlelap di dalam bangsal Sagara. Pria itu memeluk Dea dengan erat, melindungi pendekar kecilnya yang disakiti lagi oleh orang lain bahkan disakiti oleh kakak kandungnya sendiri.
Sagara tidak akan melepaskan mereka yang membuat Dea menangis. Akan dia membalaskan kesedihan gadis itu berkali-kali lipat sesuai dengan perbuatan tak terpuji mereka.
Sementara itu, Kehidupan Gita Eldrich yang awalnya sangat tenang kini dalam sekejap berubah menjadi neraka panas yang terus menyiksanya setelah kejadian di acara ulang tahun nyonya Nancy, Sutradara dari film yang akan dia bintangi.
Di depan kediaman tuan Lee dan Nyonya Nancy gadis itu berjalan mondar mandir bersama managernya dengan wajah kebingungan. Dia menggigit ujung kukunya seraya menatap pintu rumah itu berulang kali.
Dia menekan bel tapi tak kunjung dibukakan oleh pemilik rumah.
“ kan Nancy biar ku jelaskan dulu, ini semua salah paham, kak tolong lah!!” teriak Gita sambil menggedor gedor pintu rumah pasangan itu.
Manager gadis itu menghubungi seseorang,” Nona nona Clara meminta kita segera kembali ke kediaman utama, tuan Eldrich sedang marah besar !!” jelas Doni manager gadis itu.
“ Don... bagaimana aku kembali saat karirku di ujung tanduk, kau tahu kan kalau projek film berikutnya akan berpengaruh besar, aku sudah mengumumkan ke media kalau akan membintangi film itu, kalau dibatalkan karena anak sialan itu mau di taruh di mana wajahku?” kesal Gita.
__ADS_1
“ Kita bicarakan di kediaman Eldrich, tuan besar sedang marah karena tiba tiba saham perusahaan Eldrich menurun drastis, Tuan Sagara menyerang perusahaan!!” jelas Doni .
Gita terdiam membisu, “ apa ini ada hubungannya dengan Dea?” tanya Gita dengan wajah syok.
“ heh.. mana mungkin, jelas dia bukan perempuan berguna, dia hanya seorang pembawa sial, buat apa tuan Sagara melakukan hal sejauh itu? Tidak ada gunanya,” ucap Doni .
“ tapi aku baru saja menyinggung istrinya, bisa saja dia sudah sangat dicintai oleh tuan Sagara yang jelek itu!” tukas Gita.
Doni hanya menghela nafas berat,” apa kau tadi melihat tuan Sagara? Dia datang ke acara itu setelah menyembunyikan dirinya bertahun-tahun dari media,” tanya Doni.
Gita menggelengkan kepalanya,” buat apa aku melihat pria tua, jelek dan buruk rupa itu, aku hanya mengambil kesempatan untuk mengusik anak sialan itu, perempuan yang sudah membunuh ibuku!!” ucap Gita dengan suara bergetar.
Dendam di hatinya karena kelahiran Dea tak kunjung padam sejak dulu. Dia menganggap kematian Ibunya adalah kesalahan Dea yang lahir ke dunia ini. Padahal dia tidak melihat kebenarannya.
“ Tua dan jelek? Sepertinya kau butuh memeriksakan kedua matamu Gita, kau pasti akan menyesal karena menolak pernikahan dengan dia!” ucap Doni yang juga baru melihat siapa sosok Sagara saat di pesta tadi.
Dia menunjukkan ponselnya pada Gita.
“ maksudmu apa?” tanya Gita penasaran.
Dia menatap ponsel Doni,” ini adalah sosok tuan muda Sagara yang sebenarnya, sangat tampan dan berkharisma, Gita kau sudah melewatkan seorang pria tampan yang bisa mendukung seluruh karirmu bahkan sampai kau tua!!” ucap doni .
Gita terkejut bukan main, seolah mendapatkan serangan jantung, dia syok menatap wajah Sagara yang sebenarnya. Orang yang disebut jelek, buruk rupa dan memalukan itu ternyata adalah pria tampan yang sangat berkharisma yang berhasil membuatnya terdiam membeku saat melihat foto yang sebenarnya dari sosok tuan muda Sagara.
“ Ke... kenapa sosoknya sangat tampan? Berbeda dari apa yang dibicarakan orang orang?” ucap Gita tak terima.
“ kenapa? Arrkhhh sial, aku baru saja melepaskan seseorang yang seharusnya bisa menjamin masa depanku, arkrhhh sialan sialan sialan, ini semua karena anak sialan pembawa sial itu!!” Gita berteriak kesal di depan rumah orang tanpa tahu kalau Nancy mendengarkannya dari balik pintu saat dia hendak membukakan pintu bagi gadis itu.
“ kau memang tidak cocok untuk peran itu Gita, karirmu selesai sampai di sini!” ucap Nancy sambil menghubungi pihak produser film untuk mengganti pemeran utama perempuan yang seharusnya dimainkan oleh Gita.
Hancur sudah karir gadis itu karena perbuatannya sendiri.
.
.
.
Like, vote dan komen.
__ADS_1